Istri Big Boss

Istri Big Boss
Bab 157


ZAYYAN


Aku tidak menyangka bisa membalas kalimat ijab yang diucapkan oleh Asisten Kai, dengan kabul yang aku balas dengan satu tarikan napas. Perasaan lega dan was-was berkumpul jadi satu. Setelah saksi mengatakan 'sah' secara otomatis tanggung jawab atas Putri kini berpindah padaku.


Aku yang akan bertanggung jawab untuk suka dan duka Putri yang kini menjadi istriku. Ah, istri. Rupanya sedikit aneh saat menyebutnya dengan istri. Si Tikus Got itu sekarang menikah dengan Kucing Gila.


Suara decitan pintu mulai terdengar, membuyarkan lamunanku tentang sosok yang kini berjalan sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


"Kakak nggak mandi?" tanya Putri. Ia merogoh tas lalu mengeluarkan ponsel. Kenapa dia bisa sesantai ini?


"Iya, sebentar lagi mandi. Put, ada yang ingin aku bicarakan." Aku menatap gadisku yang sedang membuka pintu menuju balkon.


"Ngobrol di luar aja yuk, kayaknya lebih sejuk." Putri keluar dari kamar dan duduk di kursi besi yang ada di balkon.


Dengan patuh, aku pun menuruti permintaannya. Kami duduk berdua di balkon yang menghadap langsung ke taman belakang.


"Kakak mau ngomong apa?" tanya Putri setelah kami saling terdiam cukup lama.


Aku ragu apa akan mengatakan sekarang pada Putri tentang kabar yang aku dapat pagi tadi, tetapi kalau aku tidak mengatakannya sekarang aku tidak akan punya kesempatan lagi untuk berbicara.


"Kak Za." Putri menepuk bahuku cukup keras. Akibatnya, aku meringis kesakitan sambil memegang bahu yang dipukul oleh Putri.


"Sakit, Put. Kamu baru dua jam nikah udah KDRT aja."


"Makanya jangan bikin orang penasaran." Bibir tipis itu mengerucut.


Aku mengambil napas dalam dan mengembuskannya dengan kasar. Lalu, aku tatap mata gadis yang masih mengeringkan rambutnya itu.


"Tadi pagi, aku dapat kabar kalau ...."


Ada rasa tidak tega saat akan mengatakannya, bagaimana aku memulainya.


"Kalau?" Putri sudah tidak sabar menunggu lanjutan kalimatku.


"Kalau aku akan ke luar negeri untuk pertukaran mahasiswa," lanjutku dengan lirih.


Putri berkedip-kedip.


"Serius?"


"Berarti kita nggak akan bobok bareng?"


Reaksi Putri benar-benar di luar dugaanku. Aku pikir dia akan sedih karena kami baru menikah dan harus berpisah, tapi aku salah. Dia terlihat ....


"Kamu senang aku pergi? Kamu nggak mau tidur sama suami kamu?" Aku mendekat pada Putri yang masih menatapku dengan ekspresi bingung.


"Aku harus gimana? Apa aku harus menangis?" tanyanya dengan lirih.


Aku tersentak dan kembali duduk tegap. Sepertinya Putri memang belum menerimaku di hatinya. Ia bahkan tidak menunjukkan raut sedih karena akan berpisah. Sia-sia aku merasa bersalah padanya.


...****************...


Malam harinya, saat semua berkumpul setelah makan malam, aku mengatakan pada seluruh anggota keluarga bahwa aku diterima untuk mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri selama satu semester.


"Putri gimana Za, kalian kan baru menikah?" tanya Mama.


"Aku udah bilang sama Putri kok Ma, dan dia ngizinin. Selama aku pergi, dia akan tinggal di sini, iya kan Put?"


Putri mengangguk dan semua orang saling berpandangan, lalu menunduk.


"Aku rasa itu bagus, Ma Pa. Nggak semua mahasiswa bisa lulus tes itu 'kan?" kata Kak Zayn.


"Iya, aku dulu juga ikut tesnya, tapi gagal mungkin CV aku kurang menarik," sahut Dera yang pernah menjadi seniorku di kampus.


"Karena kamu cuma menarik di mata aku," goda Kak Zayn yang membuat wajah Dera bersemu kemerahan. "Bilang sama aku, kamu mau ke negara mana sih?" Kak Zayn mengedipkan satu matanya, lalu ia mencium tangan Dera di depan kami semua.


"Kakak malu ih," balas Dera yang berusaha menutupi wajahnya dengan satu tangan.


Kemesrahan mereka bukanlah hal baru bagiku. Entah bagaimana mulanya mereka bisa menjadi semesrah ini, padahal mereka sendiri yang bilang bahwa mereka menikah karena keadaan yang memaksa, sama seperti aku dan Putri. Apa kami bisa seperti mereka.


❤❤❤


Kalem kalem Bang, nanti juga ada waktunya bahagia kok. Aku kirim ke luar negeri dulu ya, biar readers ghibahin aku gapapa 🤣🤣🤣 Aku kan emang baik hati kata mereka 🤭🤭🤭


Ya udah karena aku baik banget, pagi ini aku doble up. tapi masih Zayyan juga. Pokoknya aku mau selesaiin tuntas baru bayi-bayi toge lahir, biar nggak alur maju mundur bikin pusing.. okee.


Jangan lupa kembang sama kopinya, tuh di kolom hadiah 😘😘😘 AWAS YA KALAU LIKE KOMEN BAB INI SEDIKIT, BESOK BESOK AKU NGAMBEK NGGAK MAU DOBEL UP LAGI (othor ngetik sambil ketawa/senyum kek setan)