CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Menantu


Mulut kedua orang tua Alex terbuka lebar mendengar penjelasan gadis yang terlampau sederhana di hadapan mereka.


"Kamu sengaja??!" Mata Mama Alex semakin membesar. Ia tidak menyangka ada seorang gadis yang begitu nekat seperti itu.


"Kenapa??" tanya Papa Alex. Tatapannya datar, tapi justru seperti itu tampak sungguh menakutkan.


Hanum mengangkat wajahnya, ia sedang menjadi pusat perhatian dari tiga orang yang duduk di hadapannya. Papa dan Mama Alex menatapnya tajam terkesan tidak suka dan benci, sedangkan Jonathan, adik Alexander memandangnya takjub sekaligus heran.


"Saya suka sama Alex," cicit Hanum.


"Siapa kamu sebenarnya?, bagaimana kamu bisa masuk ke dalam ruangan anak saya, dan dengan lancang mengganti berkas yang ada di meja Alex!" suara Pak Beni menggeram marah.


"Saya pegawai di kantor Alex," ucap Hanum pelan.


"Gimana sih si Cimoy itu kerjanya, kok bisa sampe kecolongan gini." Mama Alex menggerutu kesal.


"Lancang kamu! masuk ke ruangan anak saya tanpa permisi. Apa yang kamu inginkan hah?! uang??" hardik Pak Beni.


"Bukan!" sahut Hanum tak terima.


"Mau berapa kamu hah?! 10juta? 20juta? atau 50juta?" Mata Pak Beni semakin membesar.


"Saya ga pingin apa-apa, hanya mau sama Alex aja. Saya sudah suka sama Alex dari waktu masih sekolah." Hanum bersikukuh.


"Alaaahh! omong kosong, orang kalo nekat itu cuman satu alasannya ... uang!" seru Pak Beni.


Hanum terdiam, ia tidak menyangka sosok yang ia kenal semenjak kecil ternyata menakutkan. Pak Beni di matanya dulu, adalah seorang yang kebapakan dan sangat murah hati.


"Kamu sadar ga sih? kamu tuh ga pantes jadi pasangannya anak saya," ucap Mama Alex.


"Kenapa ga bisa? sekarang saya istri Alex, dan Alex sendiri tidak keberatan saya rasa," sahut Hanum.


"Hah! Alex bukan tidak keberatan kamu yang jadi istrinya, tapi dia ga peduli. Kamu tuh kenapa ga tau malu sekali sih?" cecar Pak Beni.


"Sudahlah, Ma. Kamu urus perempuan ini. Pastikan Alex menalak dia secepatnya, jangan sampai orang di luar tahu kalo perempuan model seperti ini yang jadi menantu kita. Stress aku lama-lama di sini." Pak Beni meninggalkan istrinya dan Hanum serta putra bungsunya di ruang tengah.


"Saya ga habis pikir sama kamu, sangat memalukan sebagai seorang wanita. Kayak ga punya harga diri," cecar Bu Devi.


Hanum menunduk semakin dalam. Ia tahu dan mengerti apa yang ia perbuat itu jelas salah.


"Saya ga tau kalo dipanggil ke sini untuk menikah. Saya pikir cuman untuk ketemu keluarga Alex aja."


"Jo! gimana sih kamu waktu nelpon?!" Kemarahan Bu Devi teralih ke putra bungsunya.


"Loh aku lagi, Mama kan cuman nyuruh hubungi wanita yang ada di map warna merah muda, suruh dateng besok pagi jam delapan. Udah itu aja."


Bu Devi mendesah kesal, "Lantas kenapa kamu diam aja waktu akad tadi??!" sergah Bu Devis gemas.


"Karena saya memang suka sama Alex," jawab Hanum pelan.


"Ha??!" Bu Devi mengernyit memandang Hanum aneh. Sedangkan Jonathan tergelak melihat ekspresi wajah Mamanya.


"Kamu pulang sana, pusing saya lihat kamu!" Bu Devi berdiri akan beranjak dari duduknya.


"Loh, Ma dia gimana?" tanya Jonathan.


"Gimana apanya? suruh pulang!"


"Dia sudah resmi jadi istri Kak Alex loh. Dosa Ma, telantarin menantu," bisik Jonathan.


"Dia bukan menantu Mama!" Bu Devi melotot kesal, dan langsung meninggalkan Jonathan berdua dengan Hanum.


Jonathan memandangi Hanum dari ujung kaki hingga kepala, ia lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia merasa geli sekaligus jengkel dengan wanita yang berstatus sebagai kakak iparnya itu.


"Kamu mau ke mana? pulang?" tanya Jonathan. Hanum menggeleng bingung.


Ia memang ingin pulang, tapi statusnya sekarang sudah menjadi istri. Apa boleh ia keluar rumah, tanpa sepengetahuan suaminya? Hanum tertawa geli saat ia mengingat, jika Alex sekarang adalah suaminya.


Diih, malah ketawa. Gila jangan-jangan cewek ini, batin Jonathan ngeri.


"Saya pulang saja," putusnya. Untuk apa ia ada di sini pikirnya, toh kehadirannya juga tidak diinginkan oleh keluarga Alex. Pria yang saat ini resmi menjadi suaminya pun, meninggalkannya setelah akad nikah. Menyedihkan, tapi bukankah ini memang kesalahannya.


"Ya udah silahkan," sahut Jonathan sembari menunjuk pintu keluar. Hanum melirik adik suaminya kesal, mengapa orang kaya selalu sombong dan arogan.


Saat Hanum masih berada di luar pagar menanti pesanan ojek online-nya, suara Jonathan memanggilnya.


"Malam ini kamu ga usah pulang," ucap Jonathan terengah-engah.


"Kenapa??" ucap Hanum bingung.


Tadi saat Hanum berjalan keluar rumah, Jonathan menghubungi Alex meminta agar Hanum tetap tinggal di rumah mereka, selama masih menjadi istri Kakaknya.


Ia merasa kasihan melihat nasib Hanum yang seakan tidak ada harganya, di mata kedua orang tuanya. Ada perasaan bersalah juga pada wanita itu, karena sikap cerobohnya tidak menjelaskan untuk apa Hanum harus datang ke rumah pagi ini.


Sebetulnya Alex juga tidak mengiyakan usulan adiknya. Ia hanya mengatakan terserah, karena saat Jonathan menghubunginya, ia sedang memimpin rapat penting.


"Alex yang minta," ucap Jonathan asal.


"Beneran??" tanyanya lagi masih belum percaya.


"Terserah percaya ato ga, tapi kalo besok aku ga yakin kamu masih jadi istri Kak Alex," cibir Jonathan.


"Baiklah," jawab Hanum senang sembari berbalik masuk ke dalam rumah.


"Kamu ga bawa apa-apa?" tanya Jonathan heran.


"Ga, kan saya ke sini tadi cuman mau berkunjung bukan untuk menikah," ucap Hanum sewot.


"Pulang dulu, ambil baju secukupnya aja, palingan besok kamu sudah pulang lagi," ucap Jonathan santai.


...❤...


"Permisi, Tuan, Nya. Ada istrinya den Alex," ucap pegawai rumah tangga Pak Beni sopan.


"Istri??" ucap Pak Beni heran. Ia sudah lupa, jika pagi tadi putranya sudah sah menjadi seorang suami.


Bu Devi, Mama Alex berdiri dari kursi dan pergi ke ruang tamu. Jonathan yang sudah mengerti, pura-pura tak mendengar dan terus menikmati makan malamnya.


"Ngapain lagi kamu ke sini?!" seru Mama Alex. Dilihatnya Hanum sudah berdiri di tengah ruang tamu dengan sebuah koper besar di tangannya.


"Kata Pak Jonathan saya malam ini sudah boleh tinggal di sini," ucap Hanum polos.


"JOOO!!" teriak Bu Devi keras memanggil putra bungsunya.


Sial! maki Jonatham dalam hati.


"Ada apa lagi, Ma?" tanya Jonathan malas. Ia sedikit terkejut saat melihat bawaan Hanum yang super lengkap.


"Kamu bilang apa sama perempuan itu?!" ucap Mamanya geram.


"Dia kan sudah jadi istrinya Kak Alex, jadi aku tanya tadi sama Kakak, istrinya apa boleh langsung tinggal di sini. Dia bilang terserah, ya udah. Toh besok sudah jadi mantan istri. Biar aja, Ma semalem merasakan jadi istri Kak Alex, kayaknya kepingin banget dia," ucap Jonathan setengah tertawa.


Hati Hanum sedikit tersinggung mendengar ucapan Jonathan. Belum ada sehari ia menjadi istri Alexander, tapi keluarga suaminya sudah memastikan besok ia akan menjadi janda.


...❤❤...


Ingatkan lagi ya 🙏


Love/favorite ❤


Komen bebas asal santun 💭


Like / jempol di setiap bab👍


Bunga 🌹


Kopi ☕


Rating / bintang lima 🌟


Votenya doong 🥰


Mampir ke karya aku yang ini yuk.


Ini kisah remaja SMU yang baru mengenal kata dan rasa cinta.