
"Kalau kamu bilang kan, Bu Anita sama anak panti bisa kita undang syukuran pernikahan kalian?" ujar Mama mertuanya dengan pandangan kecewa. Sementara suaminya tetap tenang namun ujung bibirnya mengurai senyum kecil.
Hanum mengangkat kepalanya memandang wajah Mama mertuanya. Ia sedikit kaget namun juga lega, ternyata dugaan jeleknya tidak terbukti. Mama mertuanya sama sekali tidak marah ataupun menghina hanya karena ia berasal dari panti asuhan.
"Yaa, aku juga semalam baru tahu, dia juga baru cerita," ucap Alex sembari mengarahkan kepalanya ke Hanum seolah meyalahkannya, tapi kenyataannya memang ia sudah salah menipu dan menutupi dari mana ia berasal.
"Hari ini kami mau ke tempatnya Bu Anita, mau jenguk karena katanya susah dihubungi sudah tiga hari ini. Sekalian pulangin dia ke panti kalo dia mau," seloroh Alex berniat menggoda Hanum namun tetap dengan wajah datarnya.
Plook! spontan tangan Hanum mendarat keras di pundak Alex.
"Maaf," cicit Hanum. Pukulan itu memang tidak sengaja ia lakukan, tapi ada rasa puas saat melakukannya.
"Kenapa? bukannya kamu yang selalu merengek minta pisah?" tantang Alex seraya memandang Hanum dengan tatapan angkuh.
Seketika Hanum mengkerut jika ditantang seperti itu. Bukannya takut diceraikan, tapi harga dirinya seakan jatuh di hadapan adik dan Mama Alex.
"Ga apa Akak ipar, kalo bener di pulangin ke panti, nanti aku yang jemput dengan status yang berbeda," sahut Jonathan dengan kedipan sebelah mata.
"Sudaaah. Di depan makanan seperti ini, hindari omongan ga baik," lerai Mama saat melihat gelagat tidak baik dari putra sulungnya.
"Jam berapa kalian mau jalan, nanti kesiangan macet di jalan," lanjut Mama.
"Terserah dia," sahut Alex tak acuh, kembali menunjuk Hanum dengan kepalanya.
"Mas Alex ga ikut juga ga apa-apa, aku juga ga ngajak kok. Saya berangkat sekarang, permisi mau siap-siap dulu," pamit Hanum lalu langsung beranjak pergi dari ruang makan tersebut. Namun sebelum pergi, ia sempat membalas pandangan angkuh suaminya dengan kepala terangkat.
"Tuh, istri itu akan menjadi bagaimana kamu membentuknya. Kalo kamu ketus, kasar, pelit dia akan merespon hal yang sama. Sebaliknya kalau kamu berikan dia kasih sayang, perhatian, dan lemah lembut saat kamu bicara, pastinya ia akan membalas hal yang serupa." Alex tertunduk mendengar petuah dari Mamanya.
Ia akui sikapnya pada Hanum belum bisa semanis madu. Hal itu dikarenakan, ia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun sejak masa sekolah hingga dewasa ini.
"Ini berlaku juga buat kamu, Jo! jangan suka mempermainkan dan memberi harapan palsu sama perempuan. Hari ini jalan sama si Gisel, besok yang dipanggil sayang namanya sudah beda lagi." Tawa di mulut Jonathan langsung lenyap saat pandangan Mama beralih kepadanya.
Alex membuka pintu kamarnya perlahan, "Sudah selesai bersiap?" tanyanya pelan saat melihat istrinya masih berdiri di depan pintu lemari yang terbuka lebar.
"Hmm," sahut Hanum pelan.
"Kok bawa tas, Num? kan kita pulang pergi aja," ucap Alex mulai panik saat Hanum memasukan bajunya ke dalam travelling bag yang berukuran sedang.
"Kan waktunya habis diperjalanan kalo naik bis, jadi harus nginep seminggu atau dua minggu," sahut Hanum tak acuh.
Mata Alex membelalak saat mendengar istrinya akan tidak ada di rumah selama dua minggu.
...❤❤...
Hai maaf bolos sehari up nya karena kemarin masih di luar kota 🙏. Lanjut nanti malam ada up lg, ditunggu 🥰.
Sambil nungguin up selanjutnya mampir ke karya temanku yuk, author paling lucu nih beda dari yang lain
🚨Area dewasa, bocil dilarang ngintip BAHAYA😂 yang suka komedi baper yuk cus baca.
🚦 Mafia (karya ini season ke 2 kehidupan kedua sang putri)
"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.
"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"
Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol dengan mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon tunangannya.
Sayang Jaguar Kendrick Taksa Wu yang berusia 18 th sangat mencintai dan tidak mau melepas Aya. Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?