
Sepanjang Jonathan melangkah ke arah parkiran mobil, ia terus memaki kebodohannya sendiri.
BRAAKK! PRAAANGG!
Jonathan terkejut saat mobil bagian belakang menabrak sesuatu. Dikarenakan ia masih kesal dikerjai anak ABG dan tidak terbiasa menggunakan mobil Alex yang mempunyai fitur canggih, Jonathan salah mengoperasikan ingin maju jadinya malah mundur.
"Wooiii! turun!" Bagian belakang mobil ditendang seseorang.
Jonathan segera turun sebelum mobil kakaknya hancur. Ia lebih memilih berhadapan dengan preman yang emosi, dari pada kakaknya sendiri.
Jonathan kaget saat tahu seperti apa orang yang menendang mobil dan berteriak kepadanya. Seorang gadis berpenampilan tomboy dengan topi baseball menutupi kepalanya.
"Punya mobil tapi ga punya otak! tanggung jawab!" Gadis itu menunjuk sepeda roda duanya yang rebah ke tanah. Botol-botol berisi susu segar terjatuh dan pecah.
"Iya, maaf. Minta nomer rekeningnya aja nanti aku transfer, totalnya be---"
"Ga usah banyak alasan! bayar sekarang juga, aku ga mau ditipu sopir macam kamu!" Gadis itu memotong kalimat Jonathan dengan cepat.
"Wooiii, sapa yang sopir?" seru Jonathan tersinggung, ia yang merasa sudah berpenampilan paling maksimal siang ini, masih dibilang mirip sopir.
"Wajahmu ga sesuai sama mobil bosmu, jadi jangan lari. Aku minta ganti rugi sekarang, kalo ga aku teriak biar kamu dipukulin orang-orang," ancam gadis itu dengan mata nyalang.
"Iyaaa, aku bayar, tapi aku lagi ga bawa duit tunai. Cuman segini nih, cukup buat bayar parkir doang." Jonathan membuka dompetnya dan memperlihatkannya pada gadis itu.
"Siniin KTP situ." Gadis itu menengadahkan telapak tangannya.
"Eh, ga bisa. KTP itu privasi ga bisa sembarangan kasih ke orang asing." Jonathan berkelit sembari menyembunyikan dompet di balik tubuhnya.
"Lalu ini gimana?? saya rugi loh, Mas. Ini jualan saya!"
"Emang berapa sih, satu botol susu paling lima ribu doang. Ku transfer, ga percayaan banget sih."
"Tampang kamu penipu mana bisa dipercaya. Viralin nih!" Gadis itu mengambil ponselnya dan mengarahkan ke wajah Jonathan.
"Hei! heeeii! stop!" Jonathan menutup wajahnya dengan sebelah tangan dan sebelah lagi berusaha menutup kamera ponsel.
"Makanya bayar!"
"Ga mau! kamu pasti culik aku, diperkosa terus dibuang ke sungai."
"Hiiih!" Jonathan bergidik ngeri mendengar perkataan gadis itu, "Lalu maumu apaaaa??!"
"Kita naik sepedaku," ujar gadis itu sembari menunjuk sepeda mini tua berwarna merah muda.
"Aku? naik itu?? Tidak akan!" Jonathan menggeleng kepalanya keras.
"Ya sudah bayar ato viral," ancam gadis itu kembali mengarahkan ponselnya ke wajah Jonathan dan menengadahkan sebelah tangannya.
"Aku ga tau ATM di sekitar sini," keluh Jonathan.
"Di perumahan adem segar ada supermarket, ada ATM berjejer di sana."
"Itu jauuuhh! kalo naik mobil sih ga masalah, naik sepeda mana kuat kamu ngayuhnya?"
"Bagi aku sih dekat aja , tapi kamu bener aku ga bakal kuat ngayuh sepeda kalo bonceng kamu. Jadi kamu, yang ngayuh aku duduk di belakang," ujar gadis itu sembari menyerahkan pegangan sepeda pada Jonathan.
"Kamu suruh aku gonceng kamu pakai sepeda perempuan warna pink ini??" tanya Jonathan tak percaya.
Bagaimana bisa dia yang sudah berdandan maksimal dengan wangi parfum mahal harus mengayuh sepeda tua berwarna pink.
"Buruan, aku harus setor hasil penjualan," ujar gadis itu tak sabar.
Jonathan menarik nafas panjang sebelum menaiki sepeda kecil itu, "Pinjam!" tukasnya sembari mengambil topi yang digunakan gadis itu. Jonathan membenamkan topi bagian depan menutupi sebagian wajahnya.
...🤍❤...
Maaf ya janji kemarin mau up pagi meleset 🙏
Mampir sini dulu yuk