
"Mas, aku harus pergi sekarang," ucap Hanum agak berat hati, terlebih melihat senyum yang terbit dari bibir Ane.
"Tapi aku ga bisa anter kamu sekarang, Num. Aku ada rapat jam dua nanti. Bisa ga acaramu itu diganti besok atau dibatalkan aja," keluh Alex.
"Aku minta ijin, bukan minta Mas Alex untuk anter. Aku bisa kok berangkat sendiri," ucap Hanum seraya tersenyum.
"Kamu mau ketemu si Arthur itu?" Mata Alex memicing.
"Dia produser sekaligus fotograferku, sudah pasti aku akan selalu bertemu dengan dia."
"Tapi aku ga suka cara dia melihat kamu. Kamu juga wanita yang sudah bersuami, ga pantas kamu dekat seperti itu dengan pria lain," protes Alex.
Hanum menelisik wajah suaminya, mencoba mencari maksud tersembunyi dari arti kalimat yang baru diutarakan. Apakah tersirat rasa cemburu, ataukah hanya sebatas rasa ego memiliki.
"Hubunganku dengan Mas Arthur hanya sebatas pekerjaan. Mas Alex nggak perlu khawatir, aku cukup tahu diri dan menjaga batasanku sebagai seorang istri."
"Justru aku yang meragukan keberadaan wanita itu di sini," ucap Hanum pelan seraya melirik ke balik tubuh suaminya. Ane sedang duduk di sofa dengan menumpangkan kakinya di atas kaki yang lain, sehingga roknya yang ketat naik hingga setengah paha.
Alex ikut melihat kearah pandangan Hanum, "Kenapa dengan dia?" tanyanya bingung. Hanum memandang suaminya antara heran dan kesal. Sebodoh itukah pria ini, hingga tidak mengerti maksud dan bahasa tubuh dari seorang wanita.
Hanum menarik nafas kesal. Ia ingin marah, tapi masih merasa tidak punya hak penuh, "Rupanya menikmati juga. Aku pergi dulu," ucap Hanum lalu langsung berjalan keluar ruangan.
Alex masih berdiri di tempatnya. Pikirannya masih belum dapat menemukan hubungan antara Ane yang sedang duduk di sofa, dengan kepergian Hanum yang begitu saja.
"Aaall," panggilan Ane membuyarkan lamunannya, "Kita tinggal berdua sekarang," ujar Ane seraya berjalan mendekat.
"Lantas?"
"Apa yang kamu inginkan?" ucap Ane dengan nada menggoda.
"Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku, karena sebentar lagi akan ada rapat." Alex berjalan kembali ke mejanya.
"Maksudku yang lain, Aalll." Ane berjalan mengekori Alex. Di dalam hatinya sedikit merasa kesal dengan pria ini.
Jika pria kenalan lainnya selalu luluh hanya dengan suara manjanya, tapi tidak untuk Alex. Ia harus jungkir balik merendahkan diri, agar Alex dapat miliriknya walaupun sedikit. Kalau bukan karena permintaan Om Eko, Ane malas berurusan dengan pria macam balok es yang cenderung bodoh untuk urusan wanita ini.
"Tolong jangan berisik. Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan. Kamu bisa datang lagi besok jika ingin makan siang di sini," ujar Alex dengan mata masih terpaku pada layar laptopnya.
Ane menyambar tasnya dan keluar dari ruangan Alex dengan langkah lebar. Ia merasa sangat direndahkan karena bagi Alex, ia tidak lebih hanya ingin menumpang makan siang.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi pengambilan gambar, Hanum merenungi tujuan hidupnya. Apa yang membawa dirinya sampai sejauh ini adalah obsesinya pada cinta pertamanya. Alexander Putra memang sudah menjadi miliknya, tapi entah mengapa ia masih merasakan hampa dan kosong.
Ia merasa belum mencapai kepuasan diri meski sudah menjadi istri sah dari pria yang diidamkannya selama ini. Raga Alex memang sudah menjadi miliknya, namun hatinya ia rasa belum dapat ia genggam.
Hanum menyadari cara yang dilakukan dulu sangat salah. Ia yang dulu polos, sama sekali tidak memikiran segala resiko yang akan terjadi. Lambat laun ia semakin mengerti, bahwa mendapatkan pasangan yang sesuai keinginan bukan seperti merebut bola dalam sebuah pertandingan.
Ucapan Cimoy dan Ane terus terngiang-ngiang di dalam kepalanya. Ia merasa tak lebih dari seorang pemain bola yang curang. Tidak ada seruan kemenangan saat ia berhasil memasukan bola ke dalam gawang, yang ada hanyalah cemohan dan bahan tertawaan yang akan ia bawa sepanjang pernikahannya dengan Alex.
Hanum berada dalam persimpangan melepaskan atau mempertahankan yang sudah ia genggam, walaupun sesuatu itu bukan seharusnya ia miliki.
...❤❤...
Follow IG : Ave_aveeii
Jangan lupa yaa 🙏
Love/favorite ❤
Komen bebas asal santun 💭
Like / jempol di setiap bab👍
Bunga 🌹
Kopi ☕
Rating / bintang lima 🌟
Votenya doong 🥰