CEO Dingin Kau Milik Ku

CEO Dingin Kau Milik Ku
Numpang lewat


Holaaa, ketemu lagi 🥰


Mau infokan akun medsos dan promo novel baru nih semoga masih ada yang mau baca 😁 (So sad banget 🙈)


Yuuk yang punya Instagram follow dong. IG : Ave_aveeii



Yang aktif di Facebook ikuti halaman FB aku yuuk. Halaman FB : Cerita Aveeii



Kalau ada yang punya tiktok boleh nih saling follow yuk, tapi akun ini campur-campur kayak gado-gado sih isinya, harap maklum ya



Di akun medsos itu ada video-video pendukung tentang isi cerita yang saya buat. Jangan dipaksakan ya bagi yang ga punya akun medsos diatas. Itu hanya sarana promosi dan penguat cerita yang berisi lagu.


Silahkan komen apapun di kolom komentar medsos jika berkenan 🙏😊


...❤️...


Sekalian mau promo karya terbaru aku judulnya "Ambil saja dia untukmu"



Potongan Bab 1


"KAMU DENGAR GA!" Suara menggelegar Mas Armand kembali terdengar. Kali ini jauh lebih kencang, hingga Salma dan kedua anak kembarnya terlonjak kaget.


"Aku dengar, Mas. Aku dengar. Tolong jangan teriak-teriak ga enak di dengar tetangga," pinta Salma dengan nada memohon.


Bukan sekali ini Armand menghardiknya di depan anak-anak mereka. Bagi Armand, anak-anak sejak kecil harus sudah tahu jika ibunya tidak becus sebagai istri dan orang tua. Padahal saat awal berkenalan hingga akhirnya memutuskan menikah, Armand adalah pria yang santun dan dewasa di mata Salma dan kedua orang tuanya.


"Telingamu itu harus sering aku teriakan, biar melekat di otakmu bagaimana jadi istri yang bisa menyenangkan suami. Coba lihat ini, meja makan kosong. Kamu suruh aku makan apa! Angin?!" Armand membuka tudung saji dan melemparkannya ke sembarang arah.


"Sabar, Mas. Aku tinggal goreng ikannya, nasi sudah siap. Tunggu sebentar." Salma dengan gerakan cepat, membuatkan susu untuk kedua anaknya, lalu mencari film kartun di televisi agar mereka tenang tidak mengganggunya di dapur. Setelah itu ia segera ke dapur dan mengeluarkan ikan dari lemari pendingin.


"Masih beku," keluh Salma bingung. Ia lupa menurunkan ikan dari rak atas lemari pendingin.


Salma hanya bisa menghela nafas lelah saat melihat acara televisi sudah berubah menjadi siaran olah raga dengan remote di tangan suaminya.


"Mas, acaranya jangan diganti dulu. Biar anak-anak ga bosan."


"Kamu mau ajarkan anak-anak aku melekat sama televisi seperti kamu?" ucap Armand seolah menantang.


"Bukan begitu, aku lagi masak nanti kalau mereka ikutin aku di dapur 'kan bahaya, Mas."


"Alasan aja kamu, bilang aja males ngurusin anak,"ujar Armand sembari mengangkat kedua kakinya ke atas meja.


"Permisiiii." Perdebatan mereka terhenti saat suara Tania, tetangga sekaligus sahabat Salma terdengar di depan rumah.


"Kamu bawa apa lagi, Tan?" Salma menerima dua tumpuk kotak berisi makanan dari tangan Tania.


"Cuman ayam ungkep sama sayur urap aja. Cepet bawa masuk, kasihan suamimu pasti sudah lapar." Tania mendorong Salma masuk ke dalam rumah lalu mengikutinya dari belakang.


"Di coba, Mas Armand ini ayam ungkep resep baru," ujar Tania saat Salma menyusun piring serta lauk yang di bawa sahabatnya itu di atas meja makan.


"Waah, kayaknya enak nih Tan." Armand begitu semangat menyendokkan ayam serta sayur ke dalam piringnya.


"Syukurlah kalau Mas Armand suka," ucap Tania sembari tersenyum, "Kamu ga sekalian makan juga, Sal?"


"Nanti, Tan. Aku bawa anak-anak tidur dulu ya." Salma menggendong kedua anak kembarnya bergantian. Cakra dan Candra hanya bisa pasrah saat Mamanya membawa mereka ke kamar karena sudah lelah menangis.


Tania sahabat Salma sejak kuliah, sekaligus tetangga depan rumah mereka. Tania memang kerap kali datang ke rumah membantu Salma mengurus kedua buah hatinya. Sahabatnya itu seorang pengusaha katering rumahan, janda tanpa anak yang di tinggal wafat suaminya.


"Punya istri seperti kamu gini bisa gemuk aku, Tan." Kalimat pujian Armand masih bisa di dengar Salma dari kamar tidur anaknya.


...❤️🤍...


Jika suka, tap favorite like dan komen tiap babnya ya.


Baca juga cerita lain koleksiku yaa