Terjebak Pernikahan Kontrak

Terjebak Pernikahan Kontrak
Bab 94


"Kenapa.?" Barra memegang kedua pundak Cindy dari belakang. Menatap lekat wajah Cindy dari pantulan cermin. Bibir manis itu melengkung, sorot matanya yang redup kini sedikit memantulkan cahaya.


Pada kenyataannya Barra adalah sumber kekuatan dan cahaya untuknya.


Tidak ada apapun yang dia inginkan selain cinta dan kehangatan dari Barra. Perhatian itu yang membuat Cindy ingin selalu bertahan hidup.


"Tidak ada. Aku hanya merasa semakin tidak menarik." Tutur Cindy. Senyumnya berubah pilu. Bayangan fisiknya yang mungkin akan semakin buruk dari waktu ke waktu, menimbulkan ketakutan tersendiri dalam dirinya.


Dia takut perubahan fisiknya akan membuat cinta Barra semakin berkurang meski itu sangat tidak mungkin karna Barra benar-benar tulus mencintainya.


"Jangan berfikir seperti itu, kamu akan selalu menarik dan cantik." Barra melingkarkan kedua tangannya di pinggang Cindy, mendekapnya erat dari belakang.


Cinta yang tulus tak akan pernah memandang apapun, sekalipun fisik tak lagi sama.


Sejak awal perasaan cintanya bukan tumbuh dari mata, tapi dari hati. Kebaikan hati Cindy yang akhirnya membuat Barra berjuang untuk mendapatkannya. Dan fisiknya yang cantik adalah bonus bagi Barra.


"Kamu hanya ingin menenangkanku saja kan.?" Tebak Cindy dengan senyum tipis. Dia tau Barra bohong padanya. Barra pasti bisa melihat jelas bagaimana perubahan fisiknya.


"Kapan aku bisa berbohong padamu." Balas Barra. Dia memutar badan Cindy hingga berhadapan dengannya.


"Seperti apapun kamu, hari ini atau esok, aku akan tetap mencintaimu. Perasaan ini tidak akan pernah berkurang sedikitpun." Ucap Barra tulus. Dia menangkup kedua pipi Cindy dan mendaratkan kecupan di keningn serta mencium sekilas bibir Cindy.


Mata Cindy berkaca-kaca, dia hampir menangis. Namun Barra langsung menggelengkan kepala sebagai isyarat agar tidak menangis.


"Sudah sore, ayo berangkat." Barra menggandeng tangan Cindy dan mengajaknya keluar dari kamar.


Hari ini mereka akan pergi ke rumah Yuna untuk mengajak twins jalan-jalan setelah hampir 1 bulan tidak bertemu dengan mereka.


Oleh-oleh untuk Mama Rena dan Yuna, serta mainan dan baju-baju baru twins sudah ada di dalam mobil sejak kemarin.


...****...


Begitu Mama Rena menyampaikan pesan dari Barra bahwa akan mengajak twins jalan-jalan, Yuna langsung memandikan twins dan mendandani mereka di bantu dengan pengasuh.


Setidaknya Cindy dan Barra bisa langsung membawa twins jika mereka sudah rapi.


"Ganteng dan cantik sekali anak Mama." Yuna mencubit gemas pipi mereka.


"Ketawa mulu dari tadi,," Gumamnya sembari ikut tertawa kecil.


"Senang yah mau jalan-jalan bareng Papa sama Mommy.?" Tanya Yuna.


Dia memang sudah mengatakan pada twins saat membujuk mereka untuk mandi. Dan keduanya langsung antusias.


"Ayo kita tunggu di ruang tamu." Ajak Yuna. Dia menggendong Zie, lalu menyuruh Bi Minah membawa Ara.


Mama Rena tiba-tiba datang dari luar dan menghampiri Yuna di yang baru saja duduk di ruang tamu.


Yuna, ada nak Chandra di luar." Ujarnya memberi tau. Yuna langsung menautkan alisnya.


"Mas Andra.?" Ucap Yuna bingung. Pasalnya tadi pagi bilang akan pergi ke luar negeri, tapi kenapa sore ini bisa ada di depan rumah.


"Kenapa nggak langsung masuk Mah.?" Tanyanya. Biasanya Mama Rena akan langsung menyuruh Chandra untuk masuk.


"Katanya cuma sebentar, mau bicara sama kamu."


"Dia buru-buru mau ke bandara." Sahutnya.


Yuna mengangguk paham dan langsung bergegas keluar untuk menemui Chandra. Rupanya dia mengubah jadwal penerbangan atau mungkin ada perubahan jadwal dari pihak maskapai.


Chandra tengah berdiri dengan setelan casual. Berdiri tegap membelakangi pintu.


"Mas, ada apa.?" Teguran Yuna membuat Chandra berbalik badan. Laki-laki itu mengulas senyum lebar.


Penampilan Yuna sedikit berantakan dengan rambut panjangnya yang di gulung asal dan dress polos longgar sederhana sebatas lutut tanpa lengan.


Namun tetap saja menarik perhatian Chandra karna kecantikan Yuna tak untur baginya walaupun tanpa make up dan penampilan yang rapi.


"Sudah selesai memandikan twins.?" Tanya Barra. Yuna mengangguk cepat.


"Sini duduk." Barra mengajak Yuna duduk di kursi teras.


"Jadwal ku di ubah jam 6 nanti." Tutur Barra sembari melirik arlojinya yang baru menunjukkan pukul 3.


"Masih ada waktu untuk bertemu dan bicara sama kamu." Ujarnya.


"Mungkin lebih dari 2 minggu aku di Paris." Raut wajah Chandra berubah sendu.


"Aku pasti akan rindu dengan twins dan kamu." Ungkapnya.


"Sebelum aku pergi, aku hanya ingin memberikan ini." Chandra mengeluarkan kotak kecil dari saku jaketnya.


"Aku melihat ini di toko perhiasan saat pergi ke luar kota. Pasti sangat cocok untukmu."


Yuna memperhatikan gerakan tangan Chandra yang membuka kotak itu. Ada satu set cincin dan liontin yang dihiasi berlian dengan bentuk serupa.


"Maaf Mas, aku nggak bisa menerimanya." Tolak Yuna halus. Dia takut jika menerima cincin itu, Chandra akan berfikir bahwa dia menerima cintanya dan mau menjalani hubungan serius dengannya.


Dia benar-benar tulus memberikan perhiasan itu untuk Yuna tanpa ada maksud apapun di baliknya.


Tidak sengaja melewati toko perhiasan saat berada di pusat perbelanjaan, dan tiba-tiba teringat dengan Yuna.


"Itu terlalu mahal untukku." Ujar Yuna asal. Dia hanya mencari alasan untuk bisa menolak pemberian dari Chandra.


"Mahal.? Memangnya kamu tau berapa harganya.?" Tanya Chandra dengan tatapan yang tidak masuk akal.


"Kamu bahkan bisa membeli ini dengan uangmu Yuna." Suara Chandra semakin melemah.


"Setidaknya hargai niat baikku." Chandra mehgulas senyum kecut. Terlihat kecewa karna Yuna menolak pemberiannya.


Dia lalu menutup kotak itu lagi dan tidak jadi menunjukkannya pada Yuna.


Chandra mengurungkan niat untuk beranjak saat melihat mobil Barra berhenti di depan rumah. Karna halaman rumah itu hanya cukup untuk 1 mobil dan sudah di isi oleh mobil Chandra.


"Maaf Mas, aku nggak bermasuk seperti itu." Ucap Yuna. Dia merasa bersalah melihat kekecewaan di wajah Chandra.


"Aku mengerti." Tegas Chandra sembari menatap Barra yang baru turun dari mobil.


Tatapan matanya seolah mengabarkan bahwa Barra adalah alasan bagi Yuna kenapa dia menolak pemberian darinya.


"Kalau begitu aku pergi dulu. Salam untuk Ibu dan twins." Chandra meyimpan kotak itu lagi dan beranjak dari duduknya.


Suasana menjadi canggung saat mereka berempat berhadapan dalam jarak yang dekat.


"Apa kabar raja dan ratu,," Tegur Chandra pada Barra dan Cindy.


"Senang bertemu kalian lagi disini." Ucapnya dengan senyum lebar.


Keromantisan dan cinta dari pasangan itu tak pernah luntur di makan waktu. Aura mereka masih sama seperti dulu. Keduanya bahkan sampai dijuluki sebagai raja dan ratu saat itu.


Tidak pernah terpisahkan, selalu berasama dan menunjukkan keromantisan yang membuat banyak mahasiswi iri dengan hubungan mereka.


"Masih barani datang ke rumah ini.?!" Geram Barra dengan tatapan tajam. Dia sudah memperingatkan Chandra untuk tidak datang menemui Yuna dan twins, tapi nyatanya masih sering datang menemui mereka.


"Memangnya apa yang harus aku takutkan.?"


"Tidak ada yang salah jika aku datang kemari dan menemui Yuna. Lagipula Yuna dan kamu sudah lama selesai kan..?" Sahut Chandra enteng.


"Jelas salah.! Kamu hanya ingin balas dendam.! Ingin menunjukkan bahwa kamu bisa memiliki Yuna.? Begitu bukan.?!"


"Seperti yang dulu pernah kamu lakukan untuk merebut Cindy dariku.!" Bentak Barra penuh emosi.


Chandra hanya tersenyum santai.


"Untuk apa balas dendam dengan mendekati Yuna.? Sedangkan kamu tau sendiri kalau Yuna tidak mencintaimu dan dia bukan istrimu lagi."


"Lalu apa untungnya bagiku.?"


"Apa dengan itu bisa membuatmu menderita.?" Tanya Chandra dengan senyum meledek. Dia merasa geli dengan sikap Barra yang melarangnya mendekati Yuna, padahal dia tidak punya hal apapun lagi atas kehidupan Yuna.


"Kau.!!" Barra mencengangkan kerah jaket Chandra


"Mas.! Lepas.!" Bentak Yuna sembari menepis tagan Barra. Sedangkan Cindy terlihat diam saja mencerna ucapan Chandra.


...*...


...Pengumuman Giveaway ke 8...



Sandy Ditha


Chacha puspa


IDAWOROTIKAN


Tiara fitria



masing-masing mendapatkan pulsa 20k.


silahkan klaim hadiah ke instagram r.wulland1


kirim no HP + screenshot akun masing-masing.