Terjebak Pernikahan Kontrak

Terjebak Pernikahan Kontrak
Bab 113


"Aku tidak tau kenapa Chandra lebih memilih untuk menikahi wanita sepertimu." Kedua manik mata Agatha menatap Yuna dari ujung kepala hingga kaki. Senyum dibibirnya terlihat meremehkan fisik Yuna yang mungkin menurutnya jauh di bawahnya.


"Tapi pada kenyataannya dia tetap memiliki hubungan denganku." Ucap Agatha penuh penekanan dan terlihat bangga dengan seulas senyum.


Yuna memaku, dadanya berdenyut nyeri. Seakan akan benda tajam yang menghujam tepat di dadanya. Segala perasaan mulai berkecamuk jadi satu. Kecewa, marah, sakit hati, bahkan merasakan dirinya benar-benar bodoh karna harus mengulang sejarah yang sama.


"Apa kamu tau sejak kapan kami memiliki hubungan.?" Tanya Agatha.


"Harusnya aku yang menikah dengannya, bukan kamu.!" Serunya sinis.


"Keluar.!!" Bentak Yuna dengan menekankan ucapannya.


Agatha justru terkekeh melihat Yuna mengusirnya.


"Kamu harus mendengarkan ceritaku sampai akhir agar lebih jelas." Senyum Agatha terlihat penuh kepuasan karna melihat Yuna kesal.


"Sampai saat ini kami bahkan masih sering menghabiskan waktu bersama."


"Dia menganggumkan bukan.? Aku sangat suka permainannya di,,,,


"Cukup.!!" Teriak Yuna.


"Pergi dari hadapanku sekarang juga.!" Teriaknya dengan air matanya yang tidak bisa di bendung lagi.


Brian bahkan ikut menangis lantaran kaget dengan teriakan Yuna.


"Yuna,, ada apa nak.?" Mama Rena berlari panik menghampiri putrinya. Dia langsung mengambil Brian dari pangkuan Yuna. Lalu menatap bingung dengan keadaan di depannya, terutama dengan wanita yang tengah tersenyum puas melihat Yuna menangis.


"Mah,, tolong suruh wanita itu pergi dari sini." Pinta Yuna sembari menunjuk Agatha.


"Sebenarnya ada apa.?" Mama Rena semakin bingung.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin memberitahu putrimu jika aku dan Chandra,,,


"Kau.!!" Seru Chandra. Tiba-tiba dia datang dan berjalan cepat ke arah mereka. Sorot matanya menatap tajam pada Agatha, apalagi setelah melihat Yuna menangis.


"Mah, tolong bawa Brian ke dalam." Pinta Chandra.


"Jangan khawatir, ini tidak seperti yang Mama pikirkan. Saya tidak akan mengingkari janji saya." Tuturnya pada Mama Rena lantaran tatapan Mama Rena begitu tajam dan menelisik padanya.


"Jangan mengecewakan kami." Ujar Mama Rena. Dia lalu bergegas membawa Brian yang masih menangis.


Chandra menghampiri Yuna, berdiri di depannya dan memeluknya sekilas. Dia menghapus air mata Yuna.


Agatha menatap kesal melihat perlakuan Chandra terhadap Yuna.


"Apa wanita itu menyakitimu.?" Tanya Chandra. Yuna hanya diam, dia menepis tangan Chandra yang masih memegang pipinya.


Dia bahkan tidak mau menatap Chandra. Hatinya terlampau sakit untuk menatap wajahnya. Yuna tidak pernah berfikir jika Chandra akan memberikan luka yang sama untuknya.


Melihat sikap Yuna yang terkesan kecewa dan kesal padanya, Chandra langsung mengepalkan kedua tangannya sembari melirik ke arah Agatha.


"Apa yang sudah kamu katakan pada istriku.?!" Geram Chandra.


"Aku hanya mengatakan kebenaran saja. Mengatakan bahwa kita memiliki hubungan dan menghabiskan banyak waktu di atas ranjang." Seru Agatha lantang.


Kedua tangan Chandra semakin mengepal kuat, tatapan matanya begitu mengerikan.


Dia berjalan cepat menghampiri Agatha.


"Dasar ******.!!" Geram Chandra. Dia langsung mencekik leher Agatha.


"Berani sekali bicara seperti itu pada istriku.!!"


Chandra tidak bisa mengontrol emosinya, dia semakin kuat mencekik leher Agatha hingga wanita itu kesulitan bicara dan hanya bisa memukulinya.


"Mas, apa yang kamu lakukan.!" Yuna menarik tangan Chandra dari leher Agatha.


Yuna menggelengkan kepalanya, sorot matanya terlihat tak percaya sekaligus takut melihat sikap Chandra yang bisa melakukan kekerasan pada wanita.


Ini pertama kalinya Yuna melihat sisi lain Chandra yang begitu menyeramkan.


"Yuna, wanita ini,,,


"Aku tidak mau mendengarnya lagi,," Potong Yuna dengan suara yang tercekat. Dia lalu bergegas pergi dengan rasa sakit dan kecewa yang terasa meremas hatinya.


"Ya ampun, mudah sekali membuatnya membencimu." Gumam Agatha dengan senyum kepuasan di wajahnya.


Chandra yang tadinya ingin mengejar Yuna, mengurungkan niatnya dan lebih tertarik bertahan di ruang tamu. Dia menatap Agatha seperti singa yang sedang menatap mangsa yang sudah siap untuk cabik-cabik.


"Bilang padaku kalau sudah bosan hidup.!" Geram Chandra sembari mencekik leher Agatha lagi.


"Dengan senang hati aku akan menghabisimu.!" Ujarnya.


Agatha kembali tak bisa berkutik. Nafasnya tersenggal. Berusaha membebaskan diri dari cekikan Chandra namun tidak bisa melakukannya.


"Ini peringatan terakhir.! Jika kalian masih berani mengusikku dan muncul di depan istriku, aku tidak segan-segan menghabisi kalian berdua.!" Ancam Chandra dengan sorot mata tajam. Dia tidak main-main dengan ucapannya.


Melihat wajah Agatha yang sudah pucat, Chandra langsung melepaskan cekikan di lehernya sembari mendorongnya, membuat Agatha terlempar ke sofa.


"Keluar dari rumahku.!!" Bentak Chandra.


Agatha terlihat susah payah untuk bangun. dia terus memegangi lehernya. Menatap Chandra dengan tatapan kesal. Sudah bertahun-tahun berusaha mendekati Chandra, tapi laki-laki tetap tidak tertarik padanya. Dia sudah melakukan segala cara untuk meluluhkan hati kakak tirinya itu, tapi tetap saja Chandra memandangnya buruk.


"Kamu tidak mau melihat Papa.?" Tanya Agatha.


"Dia terus mencarimu," Tutur Agatha dengan suara lembut, meski masih kesulitan untuk bicara.


Chandra tersenyum sinis.


"Aku tidak peduli.!" Ketusnya. Chandra lalu menarik tangan Agatha dan menyeretnya keluar.


"Jangan pernah datang ke rumah ini lagi kalau masih ingin hidup.!" Ancamnya. Dia lalu menyuruh satpam untuk mengusir Agatha.


Chandra bergegas masuk, berjalan cepat menuju kamar untuk mencari Yuna.


Dia bersyukur sempat melihat cctv begitu sampai di kantor, bahkan belum sempat turun dari mobilnya. Melihat kedatangan Agatha, tanpa pikir panjang Chandra langsung kembali ke rumah.


Hubungan dia dan Papanya memang memburuk sejak beberapa tahun lalu. Sejak saat itu dia tidak pernah datang lagi menemui Papanya yang sudah menetap di luar negeri bersama istri barunya. Menjalankan perusahaannya yang ada di sana.


Dulu hubungan dia dan mereka sempat baik, termasuk dengan Agatha. Tapi perlahan Chandra mulai tau jika mereka berdua memiliki niat buruk yang ingin menguasai semua aset miliknya.


Chandra meraih handle pintu untuk membuka kamarnya, namun pintunya terkunci.


"Yuna,, buka pintunya sayang,,," Chandra mengetuk pintu beberapa kali.


"Ini tidak sepeti yang kamu dengar, aku bisa jelaskan semuanya." Teriaknya.


"Biarkan Yuna sendiri, dia bilang ingin istirahat." Tutur Mama Rena sembari berjalan menghampiri Chandra.


"Saya minta maaf," Ucap Chandra dengan penyesalan di wajahnya.


"Wanita itu hanya saudara tiri saya. Saya tidak mungkin memiliki hubungan dengan wanita lain." Tuturnya. Meskipun dulu mudah menjalin hubungan dengan banyak wanita sekaligus, tapi Chandra berani bersumpah jika selama menikah dengan Yuna tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun.


"Mama percaya kamu tidak akan menyakiti Yuna."


Ketulusan dari sorot mata Chandra yang membuat Mama Rena percaya akan hal itu. Belum lagi selama menjadi suami Yuna, Chandra tidak pernah berbuat macam-macam pada Yuna dan selalu membuat Yuna bahagia.


Di mata Mama Rena, Chandra sosok suami dan ayah yang baik dan bertanggungjawab.