Pembantuku Canduku

Pembantuku Canduku
Part93


Kabar Indira hamil membuat keluarga Allan bahagia, kabar bahagia itu juga sudah sampai di keluarga Harlan, malam ini Lili mengundang keluarga dari menantu nya itu untuk makan malam, memberi selamat dan merayakan kehamilan Indira yang kedua, meskipun yang pertama belum bisa diberi kesempatan bagi Allan dan Indira untuk merawat, namun di kehamilan yang kedua ini mereka semua akan menjaga dan calon cucu dan menantu mereka.


Indira semakin pusing karena semua orang melarang nya untuk melakukan ini dan itu, membuat dirinya hanya cemberut dengan wajah masam.


Melihat paman dan saudara sepupunya makan buah Durian dengan lahap, bahkan suaminya itu sangat menikmati kebersamaan mereka di halaman belakang, dengan pesta makan buah Durian, buah kesukaan Allan.


"Sayang, sabar nya Abang habiskan ini dulu." Ucap Allan dengan memperlihatkan separuh buah yang masih di dalam kulit.


Indira hanya melengos dirinya mengusap perutnya dengan lembut, bahkan dirinya beberapa kali harus menelan ludah karena melihat cara makan mereka yang sangat menikmati.


"Kak, sumpah ini enak banget.." Rania dengan tidak tahu perasaan menunjukan betapa nikmatnya rasa dari raja buah itu.


"Kamu jangan ngeledek ibu hamil." Riko merebut buah yang berada di tangan Rania.


"Iss kak, itu yang terakhir." Rania berusaha merebut kembali.


"Kalian ini selalu saja berebut dimana pun tempat." Harna hanya geleng kepala melihat kelakuan dua anak nya itu.


"Mereka masih bisa bercanda, nanti kalau Riko sudah menikah pasti tidak ada momen seperti itu lagi." Ucap Lili terkekeh melihat kelakuan Riko dan Rania mengingatkannya kepada Leina dan Allan dulu.


"Tapi si Riko nya belum punya calon, padahal sudah banyak yang aku kenalkan Lo mbak, tapi dianya selalu cuek." Keluh Harna yang kesal dengan sikap putranya kepada gadis-gadis yang ia kenalkan.


"Mungkin Riko sudah punya pilihannya sendiri Har." Ucap Lili.


"Ck. pilihan apa? setiap aku suruh membawa pacarnya ke rumah selalu ada saja alasannya."


"Sabar saja, nanti juga ada waktunya mah." Harlan ikut menimpali.


"Iya Tante, saya saja tidak menyangka bisa mendapatkan keponakan Tante yang cantik itu." Sambung Allan yang sudah selesai dengan kegiatan memakan buahnya, karena sudah habis, Ia pun melirik istrinya yang sedari tadi berwajah masam, karena tidak boleh ikut mencicipi buah paling enak itu.


"Sayang, kenapa cemberut terus sih." Allan mendekati istrinya dan duduk di sebelahnya.


Indira hanya diam saja dengan memainkan ponsel nya.


"Lihat, ibu hamil jika keinginannya tidak terpenuhi wajahnya berubah menakutkan." Ucap Riko, yang membuat orang mendengarnya tertawa.


Bugh


"Auwss..baru di bilang, macan betina udah bereaksi aja." Riko mengusap kepalanya yang terkena lemparan bantal kecil dari Indira.


Indira mendelik tajam menatap Riko. "Awas aja, macan betina tidak akan membiarkan Anak asuh nya masuk ke perangkap kandang buaya." Indira tersenyum sinis melihat wajah terkejut Riko.


"Eh..apa maksudnya?" Riko sedikit gelagapan mendengar ucapan adik sepupunya itu.


"Emang nya kenapa sih yank." Allan pun ikut kepo.


"Emang kakak lagi mau modus sama siapa lagi kak?" tanya Rania juga kepo.


"Eh.. kalian ini bicara apaan sih?" Harna yang juga menyimak bingung, melihat wajah putranya yang seperti menyembunyikan sesuatu.


"Asal kan kalian tahu ya..kak Riko itu sedang dekat dengan Re_Emmh.." Indira mendelik tajam menatap Riko yang membekap mulutnya.


"Iss..kalo ngomong jangan sembarangan_ auws.." Riko mengibaskan tangan nya ketika Allan menggeplak tangan Riko dengan keras, yang sudah membekap mulut istrinya.


"Gak usah pegang-pegang istri gue..!" Allan menatap horor Riko, yang masih merasakan sakit di tangan nya.


"Tau tuh, dasar kakak gak tau perasaan." Indira mendengus kesal.


"Kamu tadi mau ngomong apa sih sayang?" Harna masih saja penasaran dan mencecar Indira agar melanjutkan ucapannya.


"Awww..sakit kak." Riko sengaja menginjak kaki Rania agar bisa mengalihkan pembicaraan mereka.


"Apa? emangnya aku ngapain?" Riko pura-pura tak berdosa.


"Kalian ini kenapa sih, selalu ribut." Harlan berkomentar, sejak tadi melihat kedua anaknya yang selalu ribut.


"Kakak tuh pah, gak ngerasa berdosa banget." Rania mencebikkan bibirnya.


"Sudah-sudah ribut melulu, udah malam kita pulang." Harna yang lupa topik yang ia bahas tadi.


"Yasudah besok-besok kota main lagi." Harlan pun pamit pada Lili dan Allan juga Indira. mereka semua pamit membuat Riko bernapas lega.


"Untung.." Riko mengelus dadanya.


"Selamat loe kali ini kak." Indira yang tiba-tiba muncul di belakang Riko, membuatnya kaget bukan main.


"Dih, kayak hantu aja loe. awas aja kalau ember tu mulut."


"Apa? mau apa?!" Allan tiba-tiba muncul. membuat Riko mendengus kesal.


"Kalian dua sama aja, sama-sama edaaann.." Riko langsung ngacir masuk kemobil nya sendiri.


"Kelakuan sepupu kamu yank."


"Dih deket-deket, tidur di luar, habisin tuh kulit durian nya juga, kelon sama durian sana.!" Indira berkata ketus, berlalu meninggalkan Allan yang berwajah masam.


"Yank, kok gitu sih, orang lagi hamil gak boleh makan buah durian..yank jangan gitu donk masa kami tega aku tidur sama durian, yank..?"


Brak..


Allan terperangah tepat didepan pintu kamarnya yang di tutup keras oleh istrinya.


"Untung hidung gue gak kena." Allan memegang hidungnya yang hampir saja kena hantam pintu.


.


.


.


Bang Bemo udah menyapa kalian..🤗 klik tombol fav yaa jangan lupa..😘😘😘



.


Bang Erwin juga minta di sapa loh sama kalian...🥰🥰😘😘🤗



.


Yuk mampir di karya receh autor.. klik tombol love biar masuk daftar fav kalian... 🤗🤗🤗