Pembantuku Canduku

Pembantuku Canduku
Part130


Hari Weekand adalah hari yang ditunggu bagi setiap orang yang libur dari aktifitasnya. Begitupun juga dengan Allanaro, dirinya juga menunggu hari Weekand agar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Weekand ini Allan mengajak istri beserta anaknya untuk pergi ke kebun binatang Ragunan di daerah Jakarta Selatan.


"Sayang, sini papa yang gendong." Allan mengulurkan tangannya untuk mengambil Beby Al, dari pangkuan Indira.


"Pap-pa." Bayi kecil yang baru belajar berucap itu manggil nama sang papa.


"Iya, sayang sama papa, kasihan Mama sudah gendong adek bayi." Ucap Allan seperti bicara dengan orang dewasa.


Beby Aldrick hanya tertawa mendengar ucapan Allan.


"Kenapa kamu tertawa sayang?" Tanya Allan yang gemas mendengar tawa putranya itu.


"Dia tertawa, karena kamu lucu Bangi" Ucap Indira yang ikut tersenyum.


Allan memang sengaja tidak membawa pengasuh Aldrick, karena hanya ingin metime dengan istri dan anaknya.


Mereka berjalan masuk setelah membayar tiket.


"Apah..apah..ntu..?" Balita berumur satu tahun itu menunjuk binatang berleher panjang ketika matanya melihat.


"Apa sayang?" Tanya Indira menoleh pada tangan anaknya yang menunjuk.


"Itu, jerapah sayang..punya leher panjang." Ucap Allan yang mengerti maksud putranya.


"Apah-apah.." Ucap Aldrick lagi.


"Ya, jerapah." Allan tertawa mendengar Aldrick bicara antara 'apa dan jerapah' sama.


Allan mengendong Aldrick di tangan kanannya, sedangkan tangan kiri menggandeng tangan istrinya.


"Papa fotoin kita dong." Ucap Indira yang meminta Allan memotret nya bersama Aldrick.


Allan pun dengan senang hati untuk menjadi fotografer kedua orang yang berarti dalam hidupnya.


"Maaf, boleh saya foto kan." Ucap seorang ibu yang juga sedang membawa anak dan suaminya. "Saya kira anda butuh bantuan untuk mengambil gambar tuan dan nyonya." Ucap ibu itu ramah.


Allan dan Indira saling pandang dan langsung mengiyakan bantuan ibu itu.


Allan merangkul pinggang istrinya, sedangkan Aldrick digendong tangan kanan Allan.


Cekrek


cekrek


Beberapa foto dengan gaya berbeda sudah mereka dapatkan.


"Wahh..kalian memang keluarga yang cocok, lihat fotonya bagus semua." Ucap ibu itu menyerahkan ponsel Allan dan tersenyum.


"Iya, Abang hasilnya bagus." Indira senang melihat hasil jepretan ibu tadi.


"Terima kasih Bu, sudah mau menjadi fotografer kami." Ucap Allan ramah, dan tersenyum kepada suami ibu tadi.


"Sama-sama tuan, putra anda sangat tampan." Ibu itu menoel pipi Aldrick.


"Iya Bu, terima kasih." Mereka pun berpisah setelah mengucap banyak terima kasih.


"Abang, aku lapar." Ucap Indira yang memegangi perutnya.


"Kita keluar sayang, kasian juga Al, sudah capek." Allan melihat putranya yang sudah menguap dengan mata sayu.


Mereka hanya dua jam berada di dalam taman Ragunan itu.


Allan mengendarai mobilnya mencari restoran terdekat.


Dirinya juga sudah merasa lapar karena waktu nya juga sudah menunjukan jam makan siang.


"Abang, aku pengen makan ayam geprek." Ucap Indra tiba-tiba, padahal mobil Allan sudah memasuki parkiran restoran.


Allan menghela napas, dan memutar kemudi setir untuk keluar area parkir.


Sepuluh menit kemudian mobilnya berhenti di kedai makanan yang menjual ayam geprek.


"Sudah sampai sayang, kenapa tidak turun?" Ucap Allan yang melihat istrinya masih diam.


"Sepertinya makan hot pop enak Bang." Ucap Indira dengan wajah tanpa dosa tersenyum manis kepada suaminya.


'Sabar Al, ujian ibu hamil' Allan mengelus dada.