
Beby Al kini bertumbuhan nya sangat pesat bayi menggemaskan itu kini mulai merangkak dan belajar berdiri.
Tidak di pungkiri jika kebahagiaan keluarga kecil Allan dan Indira begitu terlihat semakin harmonis saja.
Beberapa bulan lagi bayi bernama lengkap Aldrick Nathan Aditama itu akan genap usianya menjadi satu tahun, semua keluarga tentu saja menunggu hari bahagia itu.
"Abang nanti pulang cepat?" Tanya Indira yang membantu suaminya memakaikan dasi.
"Belum tahu sayang, kalau tidak ada pertemuan diluar Abang akan pulang cepat." Ucapnya dengan menatap wajah istrinya yang menurutnya semakin cantik.
"Kalau begitu aku akan pergi sama pak supir saja untuk kerumah mbak Leina. Ucapnya sambil mengelus dada suaminya yang sudah selesai memasangkan dasi.
"Yasudah kalau Abang telat nanti Abang menyusul." Allan merangkul pinggang istrinya.
"Hm.. masa ke acara kakak sendiri mau telat datang." Indira mencebik.
Allan hanya terkekeh mendengar ucapan sang istri. "Akan Abang usahakan."
Cup
Allan mengecup bibir istrinya sekilas, namun karena Indira membalas Allan Melu*mat bibir itu sedikit lama.
"Abang nanti telat, sana berangkat." Ucap Indra sambil mengecup pipi sang suami.
"Kamu menggodaku sayang." Allan ingin memajukan kepala nya kembali namun Indira segera menjauh.
"Abang jangan modus." Indira tertawa dengan berjalan keluar kamar meninggalkan Allan sendiri.
.
.
.
Kediaman rumah Allan kini sangat ramai, ruangan utama didesain sedemikian dengan karakter superhero. Hari ini Beby Al tepat berusaha satu tahun, Allan dan Indira merayakan ulang tahun si kecil dengan mengundang anak yatim piatu.
Seperti biasa mereka menyiapkan banyak hadiah dan santunan untuk anak yatim piatu.
Sedangkan Indira juga mempunyai hadiah kejutan untuk sang suami.
Entah apa kejutan yang akan Indira berikan.
Beby Al yang sudah berjalan tapi belum lancar itu nampak gembira melihat banyak balon dan kartun yang menurutnya sangat bagus.
Beby yang baru bisa berjalan itu tidak bisa diam, dan membuat semua yang melihatnya menjadi gemas sendiri.
Ruangan luas itu kini sudah ramai dengan tamu yang mereka undang, seorang ustad melantunkan doa untuk putra pertama Allanaro Putra Aditama.
"Sayang tadi kamu bilang mau kasih Sesuatu?" Tanya Allan yang duduk di samping istrinya memangku sang putra yang sedang terlelap.
"Iya Nak, Mama juga penasaran apa yang mau kamu tunjukan." Ucap Lili juga penasaran.
Indira tersenyum melihat wajah keluarganya yang begitu penasaran.
Indira memberikan putranya pada pengasuh untuk di tidurkan di kamar Beby Al yang genap satu tahun itu.
Indira mengambil kotak kecil yang sudah Ia bungkus dengan rapi dan Ia siapkan untuk sang suami.
"Apa ini sayang?" Tanya Allan yang melihat istrinya mengasihnya sesuatu.
"Buka Abang, maka Abang akan tahu." Ucapnya duduk di samping Allan.
Allan nampak membolak-balikkan kotak itu dengan kening mengekerut.
"Buka Allan, kakak jadi penasaran." Ucap Leina yang penasaran.
"Iya Om..buruan." Ucap Rania semangat.
Tangan Allan bergerak untuk menyobek bungkusan itu, dan tenyata tidak hanya di bungkus sekali saja.
Mereka gemas sendiri melihat beberapa kotak yang semakin lama semakin kecil itu tak kunjung melihat isinya.
"Ini..?" Tanya Allan yang sudah memegang benda pipih kecil dengan garis dua berwarna merah.
Mata Allan menatap benda itu, bergantian menatap wajah istri nya yang tersenyum lebar.
"Sayang, Al akan punya adik lagi." Tanya Allan yang sudah memegang kedua bahu istrinya.
Indira menganggukkan kepalanya. "Iya Abang."
Senyum Allan semakin mengembang, bersamaan tepuk tangan dan ucapan selamat dari para keluarga.
"Terima kasih sayang, terimakasih tuhan." Allan menciumi wajah sang istri dengan haru dan memeluknya erat.
Ini adalah kebahagiaan yang begitu membuat nya bahagia.
.
.
Mendekati End, Bang Al up nya bolong-bolong..ðŸ¤