Pembantuku Canduku

Pembantuku Canduku
Part58


Allan tidak merespon ketika Siska menunjukan sifat agresif nya, dirinya yang sebenarnya risih, tapi malas meladeni Siska, Allan meneguk cairan bening yang ada di dalam gelas sloki hanya sekali teguk.


Allan sudah lama tidak menyentuh minuman beralkohol itu, terakhir 4tahun lalu. Karena gara-gara mabuk ia kehilangan Leona kekasih hatinya.


Leona meninggal karena kecelakaan, akibat dirinya yang mabuk dan nekat mengendarai mobil, Allan dan Leona merayakan hari pertunangan mereka dengan para sahabat dan rekan, tetapi malah menjadi kejadian naas bagi keduanya, Allan yang mendapat luka parah dan sempat koma hingga hampir satu bulan, dan Leona langsung meninggal. Allan prustasi dan depresi mengetahui ketika dirinya sadar Leona sudah tinggal nama dibalik gundukan tanah.


Ia merasa bersalah dan hidup dalam keterpurukan karena dirinya yang mabuk dan nekat mengemudi hingga menyebabkan kejadian naas itu, membuat wanita yang ia cintai sekaligus tunangannya meregang nyawa.


Hingga sampai sekarang pun terkadang Allan masih dihantui oleh rasa bersalah, dia sering bermimpi jika Leona pergi karena kesalahan dirinya, mimpi yang selalu sama.


Allan kembali meneguk minuman itu hingga menghabiskan dua botol, bahkan Siska sengaja tidak membuat dirinya sendiri mabuk.


Rasa sesak kian menyeruak dalam dada ketika kilasan-kilasan kejadian yang membuatnya merasa lebih dalamnya penyesalan, hingga datang nya gadis yang bisa mengobati rasa dihatinya, senyum tawa dan tangis Indira sekelebat masuk kedalam pikirannya, Allan merasakan dadanya kian sesak, kepala yang sudah mulai berdenyut karena Kesadarannya kian mengabur. Minuman itu sudah menghilangkan akal sehatnya, dirinya sudah tidak bisa melihat sekitar yang ada Dimata dan pikirannya hanya Indira.


Siska yang sudah tahu jika Allan mabuk, ia segera menyuruh orang untuk membantunya membawa Allan.


Siska sudah menyiapkan kamar hotel untuknya dan Allan, dan dirinya sudah menyiapkan sesuatu kejutan untuk Allan.


Siska yang mengetahui jika Allan sudah mencintai gadis lain, hingga dirinya nekad melakukan hal licik untuk mendapatkan pria itu.


............................


Indira melakukan aktifitas seperti biasa dirinya merasa hari berganti tahun sangat cepat, tidak terasa dirinya sudah satu tahun lebih berada di negara Paris.


Sahabat yang ia miliki serasa mengobati rasa rindunya dengan kedua sahabatnya yang selalu bertukar kabar melalui benda elektronik.


Bimo yang juga pernah menemui Indira di tempat gadis itu, waktu libur semester Bimo sengaja menemui gadis itu untuk melepas rindu yang ia punya. kini Bimo menjadi pria yang sangat tampan, penampilannya yang bertambah keren, hingga dirinya juga menjadi incaran para gadis di kampusnya. Meskipun negara yang ia tinggali adalah negara bebas **** tapi bagi Bimo menjaga diri dan menjauhi hal negatif adalah tindakan yang tepat. Bimo juga bercerita jika dirinya mempunyai teman wanita yang selalu menemani hari-hari nya, dan wanita itu juga berasal dari negara nya yang sama, sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dengan akrab dan dekat.


Indira yang mendengar dan melihat Bimo bisa berdekatan dengan wanita lain tersenyum bahagian, jika mereka melakukan panggilan vidio maka Indira akan menanyakan keberadaan teman wanita Bimo itu. meskipun dirinya merasa bersalah namun ia tak membohongi dirinya, jika dia bahagia jika sahabat paling baiknya bahagia dengan wanita lain. Kini usia mereka sudah menginjak 20 tahun, kini mereka sudah bukan remaja lagi, harus menata hidup dengan lebih baik, agar tidak salah bergaul dan menimbulkan penyesalan di kehidupan mendatang.


Riko selalu berusaha mendekati Indira, bahkan pria itu juga sudah berusaha mengungkapkan perasaan yang ia punya, namun Indira selalu menolak karena ingin fokus pada kuliahnya dan mengejar mimpinya. penolakan Indira lantas tak membuat seorang Riko berkecil hati, pria itu malah semakin gencar dan semangat mendekati Indira.


"Riko apa kamu tidak punya kerjaan lain, selain tiap pagi nongkrong didepan pintu apartemenku." Begitulah suara cerewet dan galak Indira selama ini menghiasi telinga Riko.


"Aku lebih suka ngerjain kamu dari pada ngerjain yang lain." Pria berusia 25tahun itu tersenyum jahil.


"Makanya cari cewek biar gak gangguin aku melulu." Indira akan memanggil aku, kamu jika bicara kepada orang yang lebih tua darinya, lain jika dengan orang yang seumuran.


"Kamu, aku mau pacarin gak mau." Riko mengikuti langkah Indira menuju lift.


Pagi ini dirinya harus berangkat naik angkutan umum karena Nicolas ada urusan bersama istrinya.


"Cari aja yang lain jangan aku, saingan mu berat mas." Ucap Indira dengan ketus.


Riko selalu bisa tertawa dan berdebar ketika gadis itu bicara yang membuat nya lucu meskipun dengan nada kesal. "Kamu tahu kenapa aku selalu mengejarmu, padahal banyak wanita yang mengejar ku?" Riko tidak sombong melainkan kenyataan bahwa dirinya banyak di gemari dan dikejar-kejar wanita. tapi hanya Indira lah yang Riko kejar. eaaa eaaa asekk.🤣


"Karena kamu, cerewet dan galak makanya aku suka dan ngejar kamu." ucap Riko yang menekan tombol menuju loby Apartemen.


"Ada ya, orang galak dikejar" Indira mencebik.


"Ada lah..kamu buktinya."


"Dih gombal."


"Serius.. karena mereka para wanita diluaran sana hanya sok jual mahal, dan akhirnya dikasih gratisan." Setelah mengatakan Riko tertawa.


"Kamu Aneh.." Indira berjalan keluar ketika pintu lift terbuka.


"Aneh karena kamu." Riko menyamai langkah Indira.


"Isss emang aku kenapa?" Indira mengernyit bingung.


Ucapan Riko sedikit membuat wajah Indira terasa panas. 'duh melting nih gue'


........................


Dua Minggu setelah acara malam itu, kini Allan sedang berdiri dihadapan seorang wanita cantik dengan senyum terus mengembang, wanita itu memakai gaun cantik yang sangat pas ditubuhnya dengan tatanan rambut sedemikian rupa.


Lili menatap putranya dengan linangan air mata dirinya merasa terpukul dengan kenyataan didepan matanya.


Leina merangkul mamanya yang juga menitikan air mata, Rendy suami Leina hanya diam menatap dua sejoli didepan sana.


Allan menatap datar dan dingin wanita yang ada didepannya, tidak ada raut bahagia yang terpancar dari wajahnya, seperti kebanyakan pria yang bahagia ketika menyambut hari pertunangan dengan sang kekasih.


'Kekasih' Allan tersenyum getir dalam hati, dirinya merasa bodoh melakukan hal yang membuatnya menjadi seperti ini.


Meskipun Allan mabuk tetapi ia sadar jika dirinya tidak melakukan apa pun kepada Siska, dan sialnya dirinya tidak memiliki bukti yang kuat. Orang nya sudah mencari bukti namun mereka belum menemukan, dan disinilah dirinya berada.


Hanya cara inilah dirinya bisa menyelamatkan nama baik keluarga dan perusahaan nya, karena wanita licik didepan nya menggunakan cara licik yang membuatnya terdesak hingga harus mengikuti kemauan Siska.


Suara sorak riuh tepuk tangan menggema didalam gedung mewah yang sudah di desain demikian rupa, ucapan selamat mengalir untuk keduanya.


Lili yang sudah menangis terisak hanya mampu diam dan memeluk sang putra, dirinya kecewa mendapat kejutan dari putranya.


"Maafin Allan ma." Allan memeluk Lili dengan erat, dirinya merasa sangat bersalah dan sudah membuat mamanya kecewa. Ia teringat ucapanya ' bahwa dirinya akan menunggu indira' namun semua itu, tinggal ucapan angin lalu.


"Semua sudah terjadi dan kamu harus bertanggung jawab." Lili mengelus wajah putranya.


"Allan sayang mama, dan mencintai Indira." Allan semakin sesak menyebut nama gadis itu.


"Sudah jangan membuat gadis itu mengharapkan kamu lagi, kamu sudah akan memiliki tanggung jawab yang lain." Lili mengusap air matanya. "Mama akan berangkat ke Paris sekarang, mama juga sudah memberi tahu kedua sahabat Indira." Ucapan Lili kian membuat udara disekitar Allan terasa menipis, dadanya terasa terhimpit bongkahan batu besar yang menyesakan dada. Niatnya ia akan ikut menjumpai gadis itu untuk memberi kejutan tapi lagi-lagi dirinya mengecewakan gadis itu karena insiden yang ia lakukan. 'Maafin Abang Ra, Abang janji akan selesaikan Masalah ini sebelum kamu pulang.


Dari kejauhan nampak gadis belia menatap sendu pria yang mengenakan jas rapih dan sangat tampan, Rania ikut menghadiri acara pertunangan Allan, karena orang tuanya.


Kedua orang tuanya yang mendapat undangan dari keluarga wanita, dan Rania melihat nama didalamnya ternyata nama Allan, dirinya memutuskan untuk ikut menghadiri.


Selama ini Allan dekat dengan nya, meskipun Allan sudah bilang jika dirinya hanya menganggapnya sebagai adik. tetapi namanya hati tidak bisa untuk kita suruh 'jangan jatuh cinta kepadanya' Rania mungkin sudah cinta kepada Allan, karena kebiasaan pria itu yang selalu baik kepadanya.


"Kenapa harus Om Al sih yang jadi cinta pertama gue." Rania menatap sendu wajah pria itu. "Kan jadi potel hati gue, sebelum tumbuh."


Allan baik kepada Rania, karena Allan mengetahui siapa Rania.


Karena berbalik tidak melihat jika ada orang yang berjalan dibelakang nya, Rania menabrak seorang pria.


Bugh


"Aaahhkk.." Rania memejamkan mata ketika tubuhnya akan terpelanting jatuh ke lantai.


'kok gak berasa linu'


Perlahan membuka mata ternyata pria itu merangkul pinggangnya agar tak jatuh mencium lantai.


Rania bengong, hingga tak sadar matanya tidak berkedip. "Terpesona heh." Ucap pria itu dengan tengil.


.


.


.


Untuk visual kalian bisa bayangin siapa menurut imajinasi kalian, author gak pinter pilih bisul eh salah🤭 maksudnya Visual, ntar malah gak sesuai dengan kriteria imajinasi kalian..jadi So suka-suka kalian mau bayangin halu kalian siapa, boleh kang duda Song Jong Ki ataupun Jangki Yong, terus aku yang jadi mbak jendes Song Hye Kyo nya..🤣🤣...like...komen..jangan lupa ngopi biar melek lancar update.😘😘