Pembantuku Canduku

Pembantuku Canduku
Part128


Allan seharian ini sibuk dikantor dirinya yang tidak sempat pulang kerumah saat jam istirahat dan harus bertemu klien nya di luar.


Dan sekarang dirinya ada rapat penting.


Drt...Drt..Drt..


Ponselnya berdering dengan nomor baru yang memanggil Allan tidak menanggapi.


Hingga panggilan itu terus berbunyi membuatnya kesal dan merasa terganggu.


"Ck. siapa sih."


Allan menekan tombol hijau.


"Halo.."


"..."


"Kamu siapa?"


"....."


"Bimo?"


"..... "


" Baiklah saya akan kesana, Sherlock sekarang." Ucap Allan yang terlihat panik mendengar nama keponakanya di sebut.


Allan keluar menuju ruangan Jimmy.


"Jim, tunda rapat sampai saya kembali." Ucap Allan di ambang pintu.


"Loh.. bos mau kemana?"


"Ada urusan penting." Allan pun bergegas berjalan menuju lift, entah kenapa dirinya menjadi panik padahal hanya mendengar jika Bimo butuh pertolongan karena urgen.


Allan tahu jika kakaknya dan suami sedang berada di luar negeri untuk menemani Leina melakukan pekerjaan bisnis.


.


.


.


Tiga puluh menit Allan sampai di tempat yang men-Sherlock tempat yang Ia datangi.


"Loh..kenapa rumah seperti nya sedang mengadakan resepsi." Ucap Allan bergumam karena melihat banyak karangan bunga yang bertuliskan selamat menempuh hidup baru.


Allan segera turun dari mobil dan berjalan memasuki perkarangan rumah yang dia tidak tahu siapa.


"Om Allan." Tanya seorang pria yang Allan lihat seumuran dengan Bimo.


"Saya Yuda, yang menghubungi anda." Ucap Yuda dengan sedikit kikuk.


"Apa yang terjadi." Ucap Allan menatap Yuda menuntut jawaban.


Yuda menggaruk kepalanya mendapat tatapan mengintimidasi dari Allan.


"Dimana Bimo." Tanya Allan.


Yuda segera membawa Allan masuk dan menemui Bimo.


"Om.." Bimo yang memang menunggu kehadiran Allan pun mendekat.


"Ada apa ini?" Tanya Allan lagi yang belum mengerti.


"Bimo butuh Om, buat jadi wali dan saksi dari pihak pria." Ucap Bimo dengan wajah serius.


"Maksud kamu apa?"


"Bimo ingin menikahi Alena Om, tapi Papa dan Mama tidak ada, jadi Bimo minta tolong sama Om." Ucap Bimo dengan wajah memelas.


Allan memijit pangkal hidungnya.


"Kamu mau menikah tapi kedua orang tuamu tidak tahu." Ucap Allan menatap Bimo serius.


Bimo hanya mengangguk. "Ini rencana dadakan Om, ceritanya panjang. aku mohon Om mau menjadi wali dan saksi untuk aku." Bimo meminta tolong dengan tulus, Allan bisa melihat mata Bimo yang sangat mencintai gadis pilihannya.


Allan menatap gadis cantik menggunakan pakaian kebaya, ternyata masih remaja. "Kamu memilih istri yang masih remaja." Ucap Allan terkekeh.


"Jangan nyindir Om, kalau Om sendiri nikahin gadis yang usianya jauh dari Om." Ucap Bimo datar.


Allan merasa tersentil mendegar ucapan Bimo. "Baiklah Om akan bantu kamu." Akhirnya Allan mengalah karena tidak tega juga melihat wajah Bimo yang memohon meskipun menyebalkan di akhir


Acara berjalan lancar kini keponakanya itu sudah sah memiliki istri.


"Katanya dadakan, tapi buku nikah sudah siap, luar binasa kami Bim." Ucap Allan menyindirnya lagi.


"Harus gerak cepat, tidak sepeti Om." Lagi-lagi ucapan Bimo membuat Allan kesal.


"Kau itu, memang tidak berubah selalu menyebalkan." Ucap Allan kesal.


Bimo mengulum senyum.


"Yasudah Om pulang, selamat atas pernikahan kalian, jangan lupa beri tahu kabar mengejutkan ini pada Mama, papa kamu, Om tidak jamin jika Mama kamu tidak akan pingsan." Ucap Allan tertawa.


"Salam buat Indira dan Beby Al." Ucap Bimo.


"Ya, pasti Indira akan marah, karena kamu menikah dia tidak diundang."


"Nanti aku akan main kesana, bertemu Oma."


"Ya, dan pastikan Aldrick akan mempunyai kakak keponakan segera, karena adik Aldrick akan memilikinya." Ucap Allan tersenyum bahagia.


Allan pun meninggalkan rumah yang menjadi saksi ijab kabul keponakanya, dirinya tidak habis pikir melihat keponakanya menikah dadakan seperti itu.


"Semoga kak Leina, tidak mempersulit mereka."


Allan yang tahu sifat kakaknya itu, tidak akan mudah bagi Bimo untuk meluluhkan hati Leina.


Allan kembali mengendari mobilnya menuju kantor karena Mash ada satu pekerjaan yang harus dirinya selesaikan, agar segera kembali pulang bertemu anak dan isterinya dirumah.