Pembantuku Canduku

Pembantuku Canduku
Part46


"Kenapa loe gak bilang kalo kerja disini."


Kini keduanya berada di halaman belakang, duduk dipinggiran kolam dengan kaki keduanya yang bermain air.


"Loe gan nanya." Jawab Indira cuek.


Bimo hanya terkekeh pelan. "Gue rasa loe belum terbiasa sama gue, buktinya loe gak bisa terbuka sama gue Ay." Bimo menatap lekat wajah cantik yang selalu membuat pikiran nya berpusat pada gadis itu.


Setelah menemani Oma dengan canda tawa mereka tadi, kini Oma sudah beristirahat dan Bimo mengajak gadis itu untuk berbicara.


Indira sudah menceritakan awal mula dirinya bisa kenal dengan Oma Lili dan ternyata adalah nenek Bimo sendiri. Ia juga bercerita kenapa dirinya bisa bekerja sambil sekolah, karena harus membayar hutang yang ia pinjam. Tetapi Indira tidak menceritakan dimana dirinya ditebus oleh Allan dari rumah bordir itu yang ternyata adalah Om-nya Bimo sendiri, sungguh seperti takdir mempermainkan nya. Dua pria yang berbeda tetapi punya ikatan saudara dan mereka berdua sangat dekat dengan nya.


'Sialan memang'


"Gue cuma gak mau ngerepotin kalian, maaf kalo gue belum terbiasa terbuka sama loe Bim." Indira menatap wajah tampan Bimo dengan senyum.


Memang Allan dan Bimo sama-sama tampan, tetapi mereka mempunyai sifat yang berbeda.


Bimo tidak suka berbasa-basi, dan Allan pria dewasa yang bisa membuatnya merasakan debaran didadanya.


"Gue perduli sama loe Ay, selamanya gue akan perduli." Bimo meraih tangan Indira, menatap lekat mata bening dengan bulu mata lentik. "Gue sayang, dan bahkan gue udah jatuh cinta sama loe." Entah sudah yang keberapa kali antara Bimo dan Allan mengucapkan kata cinta, beruntung Indira belum pernah membalas cinta kedua pria yang statusnya adalah keponakan dan paman itu.


"Hem.." Indira hanya bergumam ketika Bimo membawa tubuhnya untuk ia rangkul, pandangan keduanya lurus kedepan menatap air kolam yang jernih.


"Gue mau Loe selalu ngerepotin dan nyariin gue Ay, buat gue merasa loe butuhkan." Bimo berkata jujur, dirinya yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta kepada seorang gadis.


"Tar loe gak bisa maen kalo gue recokin Mulu." Indira terkekeh pelan, kepalanya kembali ia tegakkan. "Gue bahagia banget mempunyai sahabat seperti loe." ucapnya dengan senyum mengembang.


Bimo yang mendengar kata 'sahabat' membuatnya tersenyum kecut, ternyata hanya dirinya yang hanya mencintai gadis ini, dadanya terasa perih cinta nya bertepuk sebelah tangan.


.................


"Tuan ada tamu yang mencari anda." Ucap sekertaris Allan bernama Lia.


"Siapa?" Tanpa melihat yang berbicara, dirinya sibuk dengan berkas yang berada di tangan nya.


"Nona Siska ingin bertemu."


Allan menautkan kedua alisnya. "Apakah ada metting dengan nona Siska?" tanya Allan yang merasa tidak ada metting dengan PT. ALM itu.


"Beliau hanya ingin berkunjung."


"Baiklah suruh masuk saja."


Tak lama setelah Lia keluar, pintu kembali terbuka dan wanita cantik rambut sebahu dengan pakaian yang sedikit seksi berjalan dengan anggun.


"Selamat siang Allan." Tanpa embel-embel pak lagi.


"Hem..selamat siang nona Siska." Siska hanya menghela napas kasar, karena lagi-lagi Allan memanggilnya nona.


"Bisa tidak panggil nama saja jika sedang tidak membahas pekerjaan." Siska menjatuhkan bokongnya di kursi depan meja Allan.


"Maaf saya lupa." Jawabnya santai dan menutup map yang sedang ia pegang.


"Apa kamu mau menemaniku makan siang." Siska tiba-tiba bertanya dengan wajah mengharap.


Allan berpikir sejenak. " Baiklah kebetulan saya juga belum makan." Mendengar jawaban Allan membuat Siska kegirangan.


"Oke, aku sudah pesan tempat direstoran Jepang yang sangat terkenal." Siska pun tersenyum manis, satu langkah lebih maju agar bisa mengambil hati Allan.


Siska adalah wanita baik yang berpendidikan, dirinya sangat cantik dan memiliki tubuh proporsional, tetapi ia juga mempunyai sifat ambisi kepada sesuatu yang ia inginkan.


"Baiklah."


Mereka berdua berjalan beriringan, menuju lift kelantai dasar.


"Oya.. boleh aku meminta no ponsel mu." Ucap Siska berharap.


Tanpa menjawab Allan mengeluarkan ponselnya dan memberikan kepada Siska.


"Terimakasih." Siska tersenyum senang, dirinya yakin pasti akan mendapatkan pria tampan ini.


Allan hanya menggaggukan kepala.


Mereka keluar dari lift setelah sampai dan memasuki mobil Allan, karena Siska yang datang menggunakan taksi, jadi dirinya bisa satu mobil dengan allan, itu lah trik seorang Siska agar dekat dengan mangsanya.


.................


"Oma ingin makan masakan Jepang, direstoran yang biasa Allan kunjungi." Oma Lili sedang menginginkan makanan khas Jepang.


"Dimana Dira mendapatkannya Oma?" Indira nampak bingung karena dirinya tidak pernah membeli makanan Jepang.


"Biar Oma hubungi Imo, kamu nanti diantar Imo. " Oma segera menelpon cucunya.


" Baiklah Oma."


Setelah menunggu 30menit akhirnya Bimo datang.


"Gue gak tau makanan yang pengen dimakan sama Oma." Indira menerima helm yang diberikan Bimo, ketika cowok itu menyodorkan helm.


"Gue tau! buru naik panas tau Ay." keluh Bimo dengan nada pelan.


Indira segera naik dengan bantuan bahu Bimo sebagai pegangan. Dirinya melingkarkan tangan nya diperut Bimo.


Motor roda dua Bimo membelah jalanan kota, cuacanya cukup panas tetapi mereka berdua cukup menikmatinya.


Dua puluh menit motor Bimo sampai didepan restoran besar dan mewah sangat terkenal dengan makanan khas Jepang.


"Pantes aja gue gak tau, tempatnya sultan sih." Indira menatap bangunan restoran megah itu, banyak pelanggan yang datang.


"Ayo.." Bimo mengandeng tangan Indira untuk masuk dan memesan makanan yang Oma inginkan.


"Mau makan dulu gak?" Tanya Bimo ketika mereka sampai didalam dan duduk dimeja dekat pintu keluar.


"Nanti saja bersama Oma." Jawabnya dengan memandang kesekeliling ruangan yang nampak sangat ramai pengunjung.


"Oke." Bimo memanggil pelayan dan memesan apa yang Oma inginkan, ditambah untuk mereka berdua.


"Loe belum pernah kesini?" Bimo ikut mengedarkan pandangan nya menyusuri ruangan restoran yang cukup ramai itu.


"Becanda loe."


"Serius Ay."


Indira mencebikka bibirnya. "Mana mau gue Dateng ketempat sultan begini, belum masuk juga gue udah balik badan duluan."


Bimo tertawa mendengar ucapan lucu gadis itu. "Nanti gue sering-sering bawa loe kesini."


"Dih... tar Lo bangkrut baru nyahok." Indira mencibir dengan melipat tangan didepan dada.


"Uang gue gak habis kalo cuma buat loe tlaktir makan." Ucapnya songong.


"Ck. uang orang tua aja belagu." Indira menatap remeh Bimo dengan bibir menyunggingkan senyum miring, berniat meledek.


"Kalo loe jadi istri gue, gue bakalan kerja keras buat penuhi kebutuhan loe." Ucapnya seraya tersenyum jahil.


"Duh modusnya jeru Mas."


Mereka berdua tertawa bersama dengan saling melekat candaan.


Setelah menunggu, pesanan yang mereka pesan selesai dibuat dan Bimo segera membayar tagihan.


Ketika keluar restoran mereka berdua tidak sengaja melihat Seorang pria yang mereka kenal seperti sedang berpelukan.


Mereka mendekat karena motor Bimo parkir disebelah mobil pria itu.


"Om Al?" Bimo menyapa ketika kenal dengan pria itu.


Orang yang dipanggil Menolah dan terkejut ketika melihat gadis dibelakang tubuh keponakan nya.


.


.


.


Hay-hay..terimakasih yang selalu baca dan menunggu up bang Al setiap hari🤗 komen kalian adalah mood boster author untuk segera up,terimakasih berkat kalian karya autor masuk daftar Populer, meskipun diatas 50 tapi sudah membuatku bahagia 🥰**apalagi kalo ditambah hadiah bertebaran dan secangkir kopi biar mata melek🤣 Lengkap deh kebahagiaan author 😆


Ayo mau absen dari mana daerah asal kalian..Kalo author receh dari daerah Lampung Tengah, ada yang sama kah dengan daerah asal kalian😂🥰🥰**