
Bibir keduanya saling memberi sentuhan yang membuat gejolak didalam diri semakin berkobar. Tangan Indira sudah mengalung di leher Allan.
Bertukar Saliva dan lidah membelit keduanya nampak menikmati cumbuan panas yang mereka lakukan, tangan Allan turun untuk membuka tali baltrobe yang Indira kenakan, tanpa melepas cumbuannya di bibir.
Wajah Indira memerah ketika melihat tatapan suaminya yang tak berkedip melihat tubuhnya.
"Sayang_" Tenggorokan Allan terasa tercekat melihat pemandangan yang membuat terong premium di bawah sana semakin menegang sempurna.
Indira melepas sendiri baltrobe yang ia pakai dan terlihat jelas lingerie putih berbahan sangat transparan, hanya bagian dada dan inti saja yang tertutup, bahkan kedua buah dada Indira menyembul begitu menggoda.
Allan kembali meraup bibir ranum Indira dengan penuh semangat, mencecap dan Melummatt dengan penuh nafsu.
Tangannya turun menyentuh dua benda kenyal yang sangat menggoda, apalagi sebentar lagi akan menjadi milik anak mereka.
Indira meleguh ketika bibir Allan turun menyusuri leher jenjangnya, dan meninggalkan kissmark di sana.
"Emh..Abang.." Indira mendessahh ketika jari-jari Allan memijit dan meremat buah dadanya.
Indira mendongakkan kepalanya ketika bibir hangat Allan bermain di pucuk buah dadanya dengan gerakan yang begitu menggelitik, melumaatt dan memilin di sisi lain Allan begitu mudah membuatnya tak berdaya.
Tangan Allan mengelus perut istinya yang besar, kini Indira sudah folos tanpa pakaian apa pun.
Allan tersenyum bangga melihat hasil karyanya yang begitu indah di tubuh bagian atas istrinya.
"kamu siap sayang?"
Indira hanya mengangguk malu sebagai jawaban.
"Kamu menggemaskan sayang." Allan kembali melummaat bibir Indira dengan kasar, tangan nya membantu dibawah sana.
"Ahh.." Keduanya meleguh ketika penyatuan melesak begitu saja. Allan merasakan ujung miliknya menatap di dinding di dalam sana, membuat miliknya kian berdenyut ngilu.
"Emh.." Indira mulai menggerakkan tubuhnya dengan pelan setelah merasa nyaman.
"Shh...lebih cepat sayang." Allan mengeram ketika Indira bergerak pelan, membuat miliknya kian ngilu. Tangannya turun hingga menemukan dua belahan indah di bawah sana dan merematnya. Matanya menatap wajah istrinya yang nampak begitu seksi dan menggoda, ketika keringat mulai muncul di wajah sang istri.
Setiap inci tubuh Indira tak lepas dari sentuhan Allan, Kiki bibirnya bermain di kedua buah dada Indira dengan bergantian.
Indira merasakan sesuatu yang begitu mendesaknya keras ingin keluar, dirinya mempercepat gerakannya hingga membuat Allan merancau dalam.
"Abang..aku.." Indira sudah meliukkan tubuhnya dengan gerakan semakin cepat, dan kepalanya mendongak kebelakang hingga membuat kedua buah dadanya membusung.
"Keluarkan sayang.." Allan menekan pinggang Indira ketika remasan dan cengkraman di dalam sana kian membuat miliknya begitu nikmat.
"Ahhh.." Leguhan panjang Indira menandakan dirinya sudah mencapai surganya.
Allan tersenyum melihat istrinya yang begitu seksi ketika mendapat pelepasan.
"Sekarang giliran ku sayang." Allan mencium bibir istrinya sebelum membalikkan tubuh Indira agar memunggunginya.
***** ***** adalah posisi yang aman bagi ibu hamil saat berhubungan selain posisi woman on top.
(Jika tidak percaya coba praktekkan. wkwkw)😂
Allan kembali melesakkan miliknya hingga membuat keduanya kembali meleguh bersamaan.
Wajah Indira bertumpu di atas bantal untuk meredam erangan dan dessahhann yang keluar dari bibirnya ketika Allan mulai menggerakkan bagian bawahnya.
Allan yang awalnya lembut kini sedikit memberi tekanan dalam membuat miliknya sampai menyentuh *-**** terdalam milik Indira.
"Ahhh...shh Abang.." Indira terus saja merancau ketika suaminya bergerak yang membuat milik nya kembali bergetar dan berkedut.
"Sebentar sayang, bersama." Allan yang merasakan jika istrinya akan segera sampai, dirinya menambah kecepatan agar mendapat pelepasan bersama.
"Abang..aku..ahh." Indira kian bertambah menegang kala kala sesuatu dalam dirinya sudah tak bisa dirinya tahan.
"Ra..ahhh..." Allan mendongak dengan mengejang, mereka mendapat pelepasan bersama.
Tangan Allan meraih tubuh istrinya agar tidak ambruk, Allan membaringkan Indira menyamping, dengan bantal di bawah perutnya.
"Terima kasih sayang." Allan mengecup kening dan bibir Indira. "Jika seperti ini setiap hari, Abang yakin akan sehat lebih cepat. " Bibirnya tersenyum, Meskipun nafasnya masih memburu.
"Hmm.." Indira hanya bergumam, dada nya masih naik turun.
"Istirahat sayang." Allan meraih selimut untuk menutupi tubuh folos mereka berdua.
Kini keduanya bisa tidur dengan nyenyak setelah capek berolah raga.