
Indira bersandar di bahu suaminya dengan air mata kembali mengalir, Entah apa yang akan terjadi padanya jika Allan sampai meninggalkan nya, hanya suaminya yang Indira punya. Dirinya sudah tak punya siapa-siapa lagi.
Tangan Allan terulur untuk mengelus kepala Indira. "Berbaring sayang, tidur yang bener, kasian Beby." Ucapnya dengan pelan.
Buru-buru tangan nya mengusap air matanya dan tersenyum menatap suaminya.
"Memang muat untuk berdua." Tanyanya dengan wajah polos.
"Muat jika kita hanya tidur, tapi_" Ucapan Allan menggantung.
Indira mengerutkan alisnya menunggu ucapan Allan selanjutnya.
"Tapi tidak akan muat jika kita tidur sambil olahraga." Senyum mesum menggoda Allan terbit ketika melihat wajah Indira merona.
"Ck. Abang gak usah aneh-aneh, makan aja masih disuapi mau olah raga." Indira mencebikkan bibirnya.
"Yang belum kuat tangannya sayang, tapi terong dibawah sana kan sehat, coba kamu lihat." Ucapnya dengan mengkode matanya melirik kebawah.
Indira pun mengikuti arah mata Allan. dan wajahnya kembali merona ketika melihat terong premium suaminya nampak setengah turn on.
"Abang..." Indira memukul lengan Allan dengan wajah malu, Allan tertawa melihat reaksi istrinya yang masih saja malu-malu.
.
.
.
Keadaan Allan sudah semakin membaik dan dirinya sudah diperbolehkan pulang setelah satu Minggu menjalani perawatan intensif.
Keluarga menyambut kepulangan Allan dengan suka cita dan bahagia. Ini adalah kali kedua seorang Allanaro Putra Aditama lolos dari maut. Entah kalau untuk yang ketiga kali..
"Abang istirahat ya, kata dokter Abang kan masih butuh banyak istirahat." Indira membantu suaminya berbaring di ranjang.
Hari sudah sore ketika Allan pulang kerumah, dan disambut dengan berkumpulnya keluarga, mereka berbincang sebentar dan memutuskan pulang setelah pukul delapan malam.
Lili sangat bersyukur melihat putranya yang kembali kerumah dengan keadaan yang sudah sehat.
Allan meraih tangan istrinya ketika ingin pergi. "Kamu mau kemana sayang."
"Mau ke kamar mandi, kebelet." Indira menyengir menampilkan jejeran gigi rapihnya.
Indira hanya mengangguk dan segera melesat kedalam kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.
Didepan cermin Indira nampak berdiam dengan pandangan tak lepas dari perut bulatnya yang sangat terlihat seksi ketika memakai baju Haram.
Kok jadi deg-degan, entah mengapa dirinya ingin sekali disentuh oleh suaminya padahal Allan baru saja keluar dari rumah sakit.
Tapi gejolak dalam dirinya begitu menginginkannya, apakah termasuk hormon dan ngidam di usia kandungan yang sudah tua. ah anggap saja seperti itu wkwk.
Indira keluar dengan memakai baltrobe dirinya tidak berani, lebih tepatnya malu jika keluar hanya memakai lingerie seksi yang sangat mencetak jelas lekuk tubuhnya.
"Kamu mandi malam-malam begini?" Tanya Allan yang melihat Indira memakai baltrobe.
Indira hanya menggeleng dengan jantung berdebar.
"Kemari lah." Tangan Allan mengulur agar istrinya mendekat.
Indira berjalan dengan pelan, meraih tangan suaminya dan naik ke atas tempat tidur.
"Duduk lah disini." Allan menepuk kedua pahanya, agar Indira duduk di atas pangkuan nya.
Wajah Indira nampak ragu-ragu, tubuhnya terlalu berat jika harus di pangku oleh suaminya.
Allan yang melihat wajah istrinya ragu, kembali menyakinkan." Tidak apa-apa, Abang baik-baik saja." Allan menarik tangan Indira agar lebih mendekat dan duduk di atas pangkuan nya.
Indira menuruti permintaan suaminya, dirinya mendekat dan sudah duduk di atas pangkuan Allan dengan saling berhadapan.
Allan menatap wajah istri nya lekat, rasa cinta kian tumbuh lebih besar. "Abang mencintaimu, sangat." Keduanya saling bertatapan dengan penuh cinta yang begitu membuncah di hati keduanya.
"Aku juga mencintai Abang, jangan pernah tinggalin Dira." Indira menyentuh wajah suaminya dengan kedua tangannya.
"Tidak akan sayang." wajah Allan semakin maju hingga bibir keduanya saling menempel, merasakan lembut dan hangat benda kenyal yang selalu membuat mereka candu.
.
.
Sempet dong masa engaak...!! Ayo kasih Rating...like..serta komen kalian😘 meskipun cuma jejak "Lanjutt Thor" Sudah membuat hati Otor riang gembira💃💃💃