Pembantuku Canduku

Pembantuku Canduku
Part78


🌹


🌹


🌹


Tak terasa sudah dua bulan lebih Indira menjadi istri Allan, dirinya mulai beraktifitas di butiknya yang lumayan sudah ramai karena dibantu oleh rekan Allan mempromosikan, butik yang baru di buka satu bulan lalu kini sudah banjir orderan, belum lagi dirinya juga mendapat pesanan dari butik Lia, yang dulu membuatkan gaun pesta untuk dirinya. Indira nampak sibuk dengan usahanya, tapi ia juga tidak lupa melayani suami dan mertuanya, bahkan Indira hampir tidak punya waktu untuk dirinya sendiri, misalnya berkumpul dengan para sahabatnya dan alhasil merekalah yang terkadang berkunjung ke butiknya, diwaktu jam kerja karena biasanya jam istirahat waktunya untuk menemani sang suami makan siang. Indira masih bisa menjalani semua dengan nyaman, namun dirinya lupa jika manusia bukan seperti robot, sedangkan robot masih bisa rusak karena terlalu banyak gerak tanpa istirahat.


Ketika didepan keluarga dirinya akan menampilkan wajah ceria yang selalu dirinya perlihatkan, tidak menghiraukan rasa lelah dan letih raganya yang selalu bekerja. Bekerja menjadi desainer dan ikut turun tangan melayani customer dan berbagai keinginan customer yang mendapatkan hasil memuaskan.


Indira sedang bersandar di kepala ranjang menunggu suaminya yang sedang membersihkan diri. Hari ini pekerjaan di butik sangat padat dan sibuk apa lagi dirinya belum sepenuhnya melepas kepercayaan itu kepada Asistenya, meskipun Rere mampu namun Indira masih ingin terjun sendiri, dirinya baru memulai karir dan ia juga ingin menikmati betapa susahnya memulai dari nol, meskipun semua tinggal menyuruh tetapi Indira bukan tipe bos yang suka memerintah ini dan itu, lebih baik dirinya bergerak sendiri selagi bisa.


"Kenapa badan aku rasanya begini." Indira bergumam dengan memijit lengan nya pelan.


Ceklek..


Pintu kamar mandi terbuka Allan nampak segar sehabis mandi.


"Sayang kamu belum tidur." Allan masih menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya, sedangkan tangan nya memegang handuk kecil untuk mengusap rambut basahnya.


Indira tersenyum dan menggeleng. "Sini aku bantuin." Allan mendekat dan duduk didepan sang istri.


"Bagaiman hari ini melelahkan." Allan bertanya dengan senyum. Matanya tak lepas memandang wajah istri cantiknya yang berada didepannya.


"Seperti biasa menyenangkan." Ucap Indira dengan fokus mengeringkan rambut Allan. dirinya tidak bohong, memang bekerja dengan kemauan dan dibidangnya membuatnya nyaman dan menyenangkan.


"Sayang.." Suara Allan terdengar berat. bagai mana tidak didepan nya ia disuguhkan pemandangan yang sangat menggoda, apalagi istrinya menggunakan gaun malam dengan belahan dada rendah. sehingga benda bulat nan padat itu menyembul seperti menggoda.


"Apa Bang." Indira melihat wajah suaminya yang sedang menatapnya penuh minat.


Indira paham betul sifat mesum suaminya, setiap hari pasti selalu mencumbuinya, dan meminta jatah.


Indira merapatkan tubuhnya kepada sang suami, dan duduk diatas kedua paha suaminya dengan saling berhadapan.


Allan tersenyum melihat tingkah istrinya yang selalu tau jika dirinya tidak bisa tahan jika tidak menyentuh tubuh istrinya.


Bibir kedua nya bertemu Allan memanggut bibir tipis istrinya yang selalu membuatnya candu. Memanggut dengan penuh ingin, tangan Allan merambat mengusap punggung Indra dengan lembut.


Tangan Indira meremat rambut Allan dengan pelan, Allan sangat mendominasi ciuman yang awalnya lembut kini menjadi ciuman panas.


Keduanya menikmati cumbuan penuh cinta, menyalurkan perasaan cinta yang sesungguhnya.


Indira meleguh ketika bibir dan lidah Allan bermain di pucuk dadanya, kegiatan yang sangat Allan sukai yaitu menyusu langsung pada sumbernya.🤭


Cukup lama lidah Allan bermain di dua gunung kembar yang sangat menggoda itu, tangan nya pun tidak berhenti meremat, memilin dan memijit (3M🤣) daging bulat padat kenyal itu.


"Abang..." Indira marancau ketika lidah dan bibir Allan bermain di area sensitifnya yang sudah basah, suaminya sangat ahli membuatnya terbang melayang hanya dengan menggunakan mulutnya. kedua tangan Indira mencekram erat sprei ketika Allan menyesap kuat biji kacang yang berada di area tersebut. Tubuh nya menggelinjang bersama dengan cairan hangat meledak membuat tubuh nya bergetar.


"Kamu nikmat sayang." Allan mencium kening istrinya yang masih menikmati sisa-sisa pelepasan. "Kamu siap?" Jari Allan mengelus pipi mulus istrinya.


Indira menganggukkan kepalanya. Allan segera mencumbu istrinya kembali, membangkitkan gelora pada tubuh istrinya.


"Ah.." keduanya men*des*ah ketika rudal Allan menyatu dengan lembah surgawi Indira. mencium dan me*lu*mat bibir Indira dengan penuh cinta, Allan memacu kecepatan pinggulnya dibawah sana.


Indira semakin meliukkan tubuhnya dan merancau kencang ketika Allan semakin cepat bergerak dan lidah nya menyesap kuat buah dadanya.


"Ahh.. Abang." Tubuh Indira kembali bergetar dengan napas tersengal-sengal. Melihat istrinya sudah mencapai pelepasan Allan pun tidak memberikan kesempatan istrinya beristirahat, ia memacu adrenalinnya yang kian berkobar, ketika dinding hangat nan licin itu mencekram erat miliknya di dalam sana.


Rancauan, era*ngan semakin panas, kedua insan yang sedang memadu kasih terbakar oleh gak*rah yang membara. Suara berat dan keras terdengar menggema ketika Allan sampai pada puncaknya.


"Arrgghh sayang..!!" Geraman berat Allan menandakan dirinya meledak dan menyemburkan benih cinta yang semoga bisa segera tumbuh dirahim istrinya.


Indira memejamkan mata merasakan ledakan hangat hingga membuat tubuhnya bergetar.


Allan tersenyum menatap wajah seksi istrinya yang dipenuhi peluh percintaan panas mereka. "Rasanya aku tidak akan pernah cukup sekali sayang." Allan mengelus dan mencium wajah Indira. Ia menggerakkan pelan pinggulnya, karena rudal yang belum sempat keluar dari sarang kini kembali bangun.


"Abang..shh." Indira men*de*sah lirih ketika merasakan rudal suaminya kembali on.


Dengan cepat Allan membalikkan tubuh istrinya hingga berada diatas nya. "Kamu yang pegang kendali." Allan menyibak rambut istrinya kebelakang telinga dengan kedua tangan nya, posisi Allan sedikit duduk dengan bersandar dikepala ranjang, sedang kan Indira duduk diatas paha suaminya yang sudah menyatu.


Allan mere*mas buah dada Indira dengan lembut, ibu jarinya bermain di bagian pucuk buah dadanya. bibir Allan menyusuri leher jenjang istrinya, yang sudah banyak tanda merah bahkan di sekujur tubuh istrinya.


"Emh.. Abang..ahh.." Indira merancau ketika pinggulnya bergerak naik turun.


"Ah..kenapa punyamu nikmat sekali sayang..ehm..shh." bibir Allan tidak berhenti men*de*sah ketika sang istri semakin liar bergerak dia atasnya, tangannya menekan bo*ko*ng Indira dengan kuat dan membantu mempercepat gerakan pinggul istrinya.


"Abang..aku..?" Indira merancau ketika Allan semakin cepat memacu tangan nya membatunya bergerak naik turun, sedang kan mulut Allan menyesap kuat pucuk dadanya.


"Arrgghh...Abang..!" Indira bergetar dan mencekram erat pundak Allan, tetapi tangan Allan tidak berhenti malah semakin menekan pinggangnya dan sodokan dari bawah semakin cepat.


"Ahh sayang...aku sampai."


Long-longan panjang menggema di kamar yang kedap suara Indira ambruk dengan memeluk kepala suaminya.


"Aku capek Bang." Indira lemas sudah tidak punya tenaga lagi. Tubuhnya terasa remuk dan tak bertulang.


"Istirahat sayang, setelah aku bersihkan ini." Allan mengelus kewanitaan istrinya yang masih menyatu dengan miliknya.


Allan segera membopong tubuh istrinya seperti koala bahkan penyatuan mereka belum terlepas, Indira sedikit mer*ntih ketika milik Allan bergerak menyodok kembali miliknya.


Entahlah si_Allan mempunyai tenaga apa hingga dua ronde tidak membuatnya tumbang. Sehingga yang niat awalnya ingin membersihkan tubuh istrinya kini mereka malah mengulangi percintaan didalam kamar mandi. Sungguh pasangan yang membangongkan 🤣🤣🤣



.


.


.


Hayukk jangan pelit jempol, apalagi hadiah..🤭


.


Mampir juga ya, ke Daddy Erwin..udah up tuh😜


.


.