Marrying The Prince

Marrying The Prince
93


Pagi ini di Yorksire, di pagi indah musim panas Francia, di pagi segar dan hangat Yorksire, semua orang sudah berkumpul kembali di ruang keluarga setelah sarapan pagi. Judul berkumpul mereka pagi ini adalah, membully dan menyudutkan Ferdinand.


Meja besar tempat mereka berkumpul masih terlihat rapih dan bersih dengan cangkir dan berbagai macam kudapan.


Ruth ikut tersenyum geli saat Ferdinand terus mencoba membalas bully-an semua orang, yang pasti akan berakhir dengan saling melempar bantal atau apapun yang bisa di lempar. Seperti sekarang, mereka sudah mulai saling melempar bantal


Suara meriah dan keceriaan di dalam ruang keluarga semakin meriah saat Ferdinand mulai mengejari Carl yang baru saja melempar bantal tepat ke wajah Ferdinand.


Anastasia terkekeh geli saat Carl berhasil menghindar dan melompat tinggi seperti monyet sirkus. Sedangkan Francesca hanya menarik tipis bibirnya dengan mata yang terus tertarik melihat pertikaian para pria dewasa yang tidak pernah dewasa di sana. George dengan santai terus meladeni Edward yang terus membully-nya dengan menyebalkan


BRAKKKK!!!


"YOUR HIGHNESS!!!!!!!!"


Seseorang yang masuk dengan sangat kasar hingga membuat suara pintu terbanting kuat, membuat semua suara di sana terhenti, membuat semua orang di sana tidak bisa bergerak lagi, membuat semua orang di sana langsung menunjukkan wajah serius saat Keelf datang. Datang dengan wajah dan tubyh penuh luka dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai.


"Your Highness..."


Semua orang bisa melihat kedua mata berair dan tubuh terluka Keelf yang mulai gemetar. Anastasia yang sedang memegang biskuit langsung menjatuhkan begitu saja biskut di tangannya sambil menatap Keelft dengan serius. Ferdinand memutar tubuhnya untuk menatap Keelf dengan raut wajah mendingin. Francesca mencengkam gaunnya sambil menatap keelf dengan datar, lalu membuka mulutnya dengan sangat datar


"Ada apa?"


"Bosnia, Barbarus, Loston, dan Odessa...... Menyerang istana"


Kaki Francesca langsung berdiri dari kursinya


"Apa maksutmu Keelf?"


George bertanya dengan suara yang sudah menahan rasa ketakutannya


Tubuh Keelf mulai semakin menggigil, arah pandangnya mulai semakin buram, bibirnya yang semakin gemetar berucap lirih


"WAR...."


Tangan Anastasia langsung menutup mulutnya sambil berdiri dari kursi, Ferdinand mengatupkan rahangnya dengan sangat keras, Francesca menggerutukkan gigi sambil berucap penuh dengan rasa takut dan permohonan


"His Majesty dan Her Majesty?"


Keelf semakin menundukkan kepalanya, tubuhnya semakin bersujut di atas pantai, isakannya mulai terdengar, bibirnya tidak bisa menjawab. Hingga dirinnya hanya bisa menggelengkan kepala dengan kuat dan pasrah


PRANGGGG!!!


Teko yang ada di tangan Ruth langsung meluncur begitu saja saat melihat jawaban Keelf


"Tidak mungkin!"


Anastasia berteriak dengan penuh ketakutan, arah pandangnnya menatap Francesca dan Ferdinand yang sudah membeku di tempatnya. Anastasia bisa melihat itu, bisa melihat kedua mata kembaran itu. Mata menggelap mereka yang sangat mencekam


Hingga Ferdinand mulai bergerak dan langsung berlari menuju pintu yang langsung di susul Francesca.


Anastasia mulai menggigil tanpa bisa terisak. George yang melihat Anastasia yang hampir limbung, langsung meraih tubuh cucu mantunya dan memeluk Anastasia dengan tubuh sama menggigilnya.


"Tenanglah nak...."


"Tidak mungkin George"


George mengabaikan rintihan ketakutan Anastasia, arah pandangnya langsung menatap Edward.


"Ed"


Edward yang mengerti langsung menunduk sopan


"Baik tuan"


--000--


Setelah melewati perjalan dengan dada penuh rasa takut, setelah menunggangi kuda dengan pikiran dan nyawa yang tidak ada di dalam raga mereka, dengan menghirup setiap oksigen dalam penuh permohonan.


Akhinya, kedua kembaran itu tiba, tiba di istana Rembrantd. Tiba di istana yang sudah penuh dengan warna merah, istana yang sudah penuh dengan kerusakan parah, istana yang sudah banjir dengan tubuh-tubuh tidak bernyawa.


Dengan rasa takut dan sesak luar biasa yang tidak pernah mereka rasakan sekalipun selama seumur hidup mereka, Francesca dan Ferdinand langsung melompat dari kuda mereka.


Francesca langsung melangkah bergerak sambil menatap semua tubuh, warna merah, kerusakan istana yang mengeluarkan aroma amis kental, aroma busuk sebuah kekalahan besar


Sisa-sisa pasukan yang ada di sana langsung berlarian mengikuti Jeremmy yang sudah terlebih lebih dahulu berlari untuk menuju Francesca dan Ferdinand.


Saat Francesca dan Ferdinand yang masih terguncang melihat kehadiran Jeremmy dan beberapa pasukan. Ferdinand mengepalkan tangannya, Francesca dengan jiwa yang terus berteriak memohon menatap Jeremmy, menatap Jeremmy yang sudah menatapnya dengan nanar, Jeremmy yang menatap Francesca dengan penuh rasa penyesalan,


Dan Jeremmy...


Yang langsung menekuk satu lututnya ke atas tanah dengan kepala menunduk dalam


Francesca tersentak, kakinya langsung melangkah mundur


Tidak! tidak! tidak! TIDAK! INI TIDAK MUNGKIN! TIDAK! TIDAK! TIDAAKKK!!


"L-Long live the Queen!"


Jeremmy memejamkan matanya dengan bibir bergetar hebat, dirinya kembali memimpin untuk mengucapkan keagungan Francesca dalam kesakitan dan kepedihan


"LONG LIVE THE QUEEN! LONG LIVE THE QUEEN!!"


Angin berhembus kuat, menerpa wajah dan tubuh membeku Francesca. Francesca yang sudah menjatuhkan air matanya, Francesca yang sudah membulatkan kedua mata berairnya, Francesca yang hanya terdiam dengan jantung yang sudah terhenti, Francesca yang hanya bisa membisu menatap semua tubuh yang sudah bersujut di depannya


Dengan wajah pias dan kedua mata yang mulai basah, Ferdinand menoleh, menatap saudari kembarnya dengan mulut bergetar dan jantung terhenti. Lututnya yang lemah, langsung luruh ke atas tanah, kepalanya hanya bisa tertunduk dengan putus asa dan kesakitan.


Francesca yang masih tidak bisa percaya terus memundurkan langkahnya, terus mundur hingga kaki lemah itu mulai berjalan, berjalan menuju ke istana. Lalu berlari secepat yang dirinya mampu untuk menuju ke pintu istana yang sudah tertutupi tubuh-tubuh tidak bernyawa, ke pintu istana yang sudah menggenang warna merah, ke istana yang sudah hancur parah.


Ferdinand langsung mengikuti langkah kakaknya, langkah ketakutan dan kehancuran paling menakutkan dalam hidup mereka.


Mereka semua yang tidak bisa percaya terus berlari, memohon dalam hati, berdoa dalam ketakutan


TIDAK MUNGKIN! TIDAK! TIDAK! TIDAK!


Tapi, jejak-jejak darah dan semua tubuh tidak bernyawa yang berhamburan di dalam istana membuat nafas mereka terhenti.


Langkah penuh permohonan dan ketakutan mereka terus menuju tempat-tempat yang mungkin saja akan menunjukkan wajah orang tua mereka yang terlihat baik-baik saja


INI SEMUA TIDAK MUNGKIN....!!! Tolong katakan jika ini hanya mimpi buruk, mimpi terburuk yang pernah di rasakan Francesca!


"TIDAK MUNGKINN!!!!!!!"


Francesca menjerit sekuat tenaganya, berteriak sekuat batas pita suaranya, memohon dengan jeritan kesakitan saat melihat kamar ayahnya yang sudah penuh dengan darah.


Ferdinand menahan tubuhnya yang langsung limbung ke dinding, bibirnya yang semakin keluh berucap lirih


"Dimana? Di mana orangtua ku?"


"Setelah..." Jeremmy menutup kedua matanya dengan air mata kehancurannya yang langsung mengalir "Setelah membunuh, mereka membawa tubuh....."


Braakk!


Jeremmy tidak bisa lagi meneruskan ucapannya saat tubuh Francesca sudah jatuh ke atas lantai


"TIDAK MUNGKINNN!!! TIDAK MUNGKINN!!!"


Francesca menjambaki rambutnya dengan terus menjerit kesakitan, dengan terus berteriak penuh kehancuran.


"Adikku, di mana adikku?"


Jeremmy dan semua orang yang sudah ikut menjatuhkan diri mereka dalam keputus asaan membuka mulutnya, berucap dengan segala penyesalannya


"Mereka... mereka membawa Her Highness"


"AAAAAAKKKK!!! TIDAK MUNGKINN!!! INI TIDAK MUNGKIN!!!"


Kedua mata Ferdinand menggelap dengan air matanya yang ikut menetes. Tubuhnya hanya bisa terduduk lemah di atas lantai yang sudah di genangi warna merah.


Dengan terus menjerit dan menjambaki rambutnya, Francesca terus berteriak dalam kegelapan yang menyakitkan, dalam kegelapan yang menghancurkan


Hingga mereka tidak bisa percaya, hingga mereka tidak ingin percaya...


Jika Francia... telah kalah dan jatuh...


Jika Raja dan Ratu Francia.... telah tiada....


***


BRAKKK!!


Tangan seorang pria yang sudah menumpahkan kemarahannya pada meja menatap dua orang di depannya. Dua orang yang baru saja mengatakan sebuah pesan gila padanya


"Apa kau bilang hah!!!"


"Maaf Rai, tapi semua yang di katakan Benji benar. Bosnia, Barbarus, Loston, dan Odesa sudah menghancurkan jantung Francia. Dan Si Raja Fero gila itu juga membawa kepala Raja dan Ratu Francia untuk di pajang ke alun-alun Bosnia"


Kedua tangan terkepal kuat, pelipis yang terus bergerak-gerak karna kemurkaan, mulutnya yang mengatup kuat berucap tajam


"Regan....."


Gumanan tajam Ryes membuat Benji dan Basco langsung saling melirik, lalu


Banji dengan sedikit keberanian memberanikan diri untuk bertanya


"Apa ini ulah Putra Mahkota sakit jiwa itu?"


"Pangeran Regan?"


Basco ikut menimpali pertanyaan Benji yang di jawab Ryes dengan gigi mengerutuk dan kedua bola mata mengkilap tajam.


"Bedebah kau Regan!"


***


"Buka"


Perintah tegas suara berat di depannya langsung di susul dengan penutup kelapanya yang langsung ikut terbuka.


Gadis itu menyipitkan matanya saat sinar matahari menembus retinanya yang sudah di tutup kegelapan selama berhari-hari.


Dengan tangan terikat, dengan mulut yang ditutup kain, dengan jejak-jejak darah kering yang sudah mengubah warna gaunnya, gadis itu mulai menaikkan arah pandangnya pada seorang pria yang sudah berdiri menjulang di depannya


Bibir pria itu tersenyum miring


"Selamat datang di Bosnia, Putri Summer"


Kedua bola mata abu-abu itu menggelap. Menatap tajam pria di depannya dengan kilapan kemarahan, dengan kilapan kebencian, dan dengan dendam yang sudah mulai menghitamkan hatinya.


...***THE END***...


Hallo semua...


MTP sudah kelar yaa.. beneran kelar ini. hehhe...


Mari bertemu lagi di next sekuel BTC, cerita yang eike bakal rangkum semua jadi satu.


FYI, Francesca adalah karakter kesayangan eike, bahkan karakter yang lbh eike suka dari karakter emaknya, jadi banyak planing sih buat cerita Francesca.


Eike juga rencananya bakal buat senyata mungkin gambaran sadis, kekejaman, dan kegelapan perang, politik, cinta di kerajaan.


Di cerita Francesca yang bakal eike gabung sama cerita Summer (mungkin, krn baru rencana) semua isi dan kahyalan gak bakal eike tahan2 lagi. Semoga... semoga aja bisa di acc NT biar eike ga bete krn hrs revisi2 khayalan eike. (soalnya kalo udh bete bawaannya jadi males nerusin nulis guys, ngayalnya jadi terganggu)


Kalo ada yang ngerasa BTC sdh lumayan "Dark" Di cerita Francesca bakal lbh2 lagi sih rencananya. Juga yg pasti lbh dewasa. Tapi..... semua rencana eike bakal balik lagi ke NT-nya, bisa di acc ato gak buat up πŸ˜’πŸ˜’


Hehehe...


πŸ‘‡


Silahkan Cek ke bawah:



...Tentang jeritan dan kesakitan karna kehilangan....


...Tentang darah dan air mata karna kematian....


...Tentang kehilangan dan kematian yang membanjiri istana Rembrantd...


...Tentang kejatuhan kerjaan Francia....


...Tentang.........


...Tenggelamnya seluruh hati Castalarox dalam lubang hitam terdalam,...


...lubang hitam...


...keamarahan, kebencian, dan dendam....


...****...









********


Selamat bertemu lagi di Bloody Crown, semuanya..... yang punya protes sama cover, cast, dll, ayukk kasih masukkannya....


Terimakasih banyak buat semua dukuangan dan kecintaannya sama semua karya2 eike. Rasanya seneng n beruntung bgt punya readers2 bijak dan dewasa seperti kalianπŸ’›


Salam sayang banyak2 buat kalian semua...


Silahkan jejaknya....