Marrying The Prince

Marrying The Prince
38


Setelah melewati makan malam yang hanya di isi dengan keterdiaman Ferdinand, Anastasia yang sedang mengantar para tamu ke depan pintu aula utama ikut mendiamkan Feridnand.


Sudah Anastasia katakan jika dia tidak peduli dengan tanggapan Ferdinand tentang ucapannya, bahkan jika Ferdinand tersinggung sekalipun, Anastasia tidak akan menarik ucapannya.


"Aku lelah Bash"


Victoria berbisik pada Fredrick dengan suara yang masih bisa di tangkap telinga Anastasia.


"Kembalilah duluan sayang. Aku akan menyusul"


Dengan senyum tipis yang terlihat manis, Victoria langsung mengangguk girang. Bagian untuk mengantar para tamu adalah bagian yang paling membuat Victoria selalu gerah karna, di saat itulah para tamu akan mulai menjilat mereka.


Well.. jika ada kesempatan, para bangsawan pasti akan mulai melancarkan aksi mereka. Terlebih pada Victoria. Dan sebenarnya karna itu juga Fredrick selalu memilih datang terlambat di berbagai pesta. Selain karna dia Raja dan bebas untuk melakukan apapun tanpa takut untuk di kritik, dia juga malas ketika para bangsawan mulai berbicara omongkosong tentang rakyat ataupun hal lain.


Fredrick tidak akan percaya cerita apapun tanpa melihat langsung. Lagi pula, dia selalu punya penilaiannya sendiri.


Setelah melihat kepergian Victoria yang langsung di temani Jeremmy dan Diana, Fredrick kembali berbalik ke para tamu. Anastasia dalam diam terus mempelajari atau sesekali tersenyum melihat pasangan itu.


Bisakah Anastasia merasakan sedikit hal-hal manis seperti itu dalam hidupnya? Entalah... Karna Anastasia sangat sadar dengan posisinya sekarang.


Dia... bukan istri yang di cintai suaminya...


"Kalian akan pindah besok?"


Suara Fredrick yang tiba-tiba bertanya membuat Anastasia langsung mendongak untuk menatap Fredrick tapi, saat mata mereka bertemu, Anastasia langsung menunduk sopan. Anastasia, tidak seberani itu untuk menatap langsung mata abu-abu Raja Fredrick.


"Iya, Your Majesty"


Fredrick kembali tersenyum diplomatis pada bangsawan yang seperti akan mencoba untuk memulai percakapan dengannya, tapi Fredrick dengan seribu cara langsung menyibukkan diri. Seperti sekarang, memanfaatkan menantunya.


"Apa malam ini Ferdinand sedang sakit gigi?"


Alis Anastasia mengerut


"Pardon... Your Majesty?"


Dengan acuh, Fredrick mengedipkan kedua bahunya.


"Mulutnya terus tertutup kecuali saat hidangan utama. Dinand tidak akan pernah bisa menolak daging. Dan hanya saat dia akan menjejalkan menu utama ke dalam mulutnya tadi aku baru melihatnya membuka mulut dengan sangat lebar"


Ahh... ternyata semua hal tidak ada yang luput dari penglihatan Raja Fredrick. Dan benar apa yang di katakan Fredrick, Ferdinand memang hanya membuka mulutnya dengan lebar saat menu dagingnya tiba. Sudut bibir Anastasia berkedut geli. Dia ingin terkekeh tapi juga tidak berani.


Fredrick yang bisa menangkap rasa geli yang di tahan Anastasia tersenyum hangat.


"Kau sudah mulai berubah Putri. Teruslah berkembang dan jangan pernah takut dengan apapun" Anastasia mengejapkan kedua matanya dengan bingung. Fredrick kembali berucap. "Ingat, sekarang kau seorang Castalarox. Jangan kecewakan Victoria, karna dia sangat memperhatikanmu"


Setelah berucap, Fredrick langsung melangkah menjauh dari Anastasia untuk mendekat pada Henry. Meninggalkan Anastasia yang masih terdiam dengan perasaan yang hampir meleleh haru.


Dan tanpa Anastasia ketahui, Fredrick menarik separuh bibirnya ketika sudah sampai di samping Henry.


***


Setelah semua tamu pergi, keadaan istana kembali tenang. Anastasia kembali melirik Ferdinand yang masih mengabaikannya. Mengabaikannya dan sibuk berbicara dengan Michael dan Dominic.


Anastasia sudah sangat lelah, tapi dengan sabar dan dengan bijak dirinya tetap memih menunggu Ferdinand walaupun dia tidak tahu harus melakukan apa lagi.


"Selamat malam Your Highness"


Anastasia langsung berbalik untuk melihat siapa yang menyapanya, dan itu Carl. Kesatria emas milik Raja yang rumornya, kesatria kesayang Ratu Victoria.


"Selamat malam Carl"


"Apa anda belum ingin kembali?"


Carl bertanya sambil terang-terangan melirik ke arah Ferdinand. Lalu melirik Michael yang seolah membalas lirikkannya dengan mengatakan 'jangan salahkan aku'


"Nanti Carl, mungkin sebentar lagi"


Sambil kembali melirik ke arah Ferdinand, Carl akhirnya mendengus kesal.


"Anda bisa kembali jika sudah lelah, saya akan mengantar anda"


Anastasia tahu maksut ucapan Carl. Dan Anastasia tahu, jika Carl sepertinya juga mengerti posisinya yang tidak bisa kembali jika tidak di antar seorang gentleman.


Karna Ferdinand, mengabaikannya....


"Kau baik sekali Carl"


Kekehan geli meluncur dari mulut Carl, ternyata dan akhirnya, dia bisa bertemu seorang Putri yang tampak 'normal'


Anastasia adalah bentuk dan gambaran nyata seorang Putri kerajaan. Tidak seperti para Putri Castalarox, mereka semua seperti ibu mereka, ibu mereka Ratu Victoria yang unik. Dan Carl, sudah sangat mengenal karakter Ratu mereka itu.


"Tidak Your Highness, anda lah yang sangat baik. Karna mau menunggu dengan sabar suami anda yang kekanakan itu" Carl kembali terkekeh. "Jika itu para Putri lain yang saya kenal, mereka pasti sudah pergi meninggalkan pria kekanakan dengan karakter seperti itu"


Bibir Anastasia hanya bisa tersenyum tipis. Ada bagian dari hatinya yang ingin mejerit untuk mengatakan jika dirinya tidak layak tapi, Anastasia mencoba menepis jauh-jauh pemikiran itu.


Hingga Carl kembali membuka percakapan yang langsung di sambut Anastasia dengan ramah dan bersemangat.


Dari tempatnya, Ferdinand bukan tidak tahu jika Carl terus melirik sinis ke arahnya. Tapi Ferdinand masih kesal dengan ucapan Anastasia yang seolah sedang mengguruinya.


"Kembalilah Dinand, istrimu pasti lelah"


Untuk yang kesekian kalinya, Dominic mengatakan isi kepalanya pada Ferdinand tapi, Ferdinand mengabaikan, lagi.


"Sebenarnya apa masalahmu Dinand? Aku muak karna Carl terus melirikku"


Michael pun akhirnya menyuarakan isi hatinya.


Ferdinand mendengus kesal.


"Dia baru menjadi istriku tapi sudah mendikte ku. Itu menyebaikan. Dia sudah besar kepala"


Dominic dan Michael langsung saling melirik. Dan Dominic dengan menandaskan isi gelasnya, menjawab ucapan Ferdinand.


"Mendikte dengan mengatakan hal yang benar?"


Saat Ferdinand akan protes dan membalas ucapan Dominic, Michael langsung menyambar cepat ucapan Dominic.


"Jika ucapan Her Highness hanya omong kosong, kau hanya perlu membalas ucapannya, bukan malah kabur dan mendiamkan istrimu"


"Di-"


"Kau diam dan kabur pasti karna ucapan Her Highness memang benar dan kau tidak bisa membela dirimu, Dinand"


Dan kembali gagal, Ferdinand kembali gagal untuk menjawab ucapan yang kali ini keluar dari mulut Michael.


Akhirnya, Ferdinand memilih untuk membuang nafas panjang dari mulutnya yang sudah terbuka tapi gagal untuk berucap. Lagi pula, apapun yang akan di katakannya, dua orang pria Arathorn di depannya ini pasti akan menggilas ucapannya. Arathorn dan mulutnya, akan sangat sulit untuk dia menangkan, terlebih mereka tidak hanya sendiri.


Setelah menyesap isi gelasnya hingga tandas, Ferdinand menyerahkan gelas kosong itu pada Dominic, pria yang paling muda di antara mereka. Dominic yang usianya sama dengan Anastasia itu hanya bedecak sebal tapi tetap menerima gelas kosong Ferdinand.


Dengan langkah malas, Ferdinand langsung menuju ke tempat Anastasia dan Carl. Carl yang menyadari langkah Ferdinand langsung menghentikan kekehannya dan menunduk sopan.


"Selamat beristirahat, Your Highness"


Anastasia yang belum mengetahui keadaan hanya menatap punggung Carl dengan bingung. Hingga secara tiba-tiba, tanpa peringatan dan suara yang terdengar, sebuah tangan langsung melingkar di pinggangnya. Anastasia tersentak karna terkejut.


"Fer-"


"Ayo tidur"


Kedua mata Anastasia langsung membulat hingga bola matanya seperti siap melompat. Ferdinand dengan acuh terus merangkul pinggang Anastasia dan menyeretnya untuk menuju ke kamar mereka.


Dengan bingung dan rasa takut yang langsung merayap di sekujur tubuhnya, Anastasia terus berjalan terseok-seok. Tapi, Ferdinand tidak peduli, langkah dan tangannya tetap menyeret Anastasia dengan cepat. Ferdinand pun tidak peduli jika apa yang di lakukannya sekarang cukup kasar untuk di lihat banyak mata.


Sambil menahan getaran suaranya, Anastasia berucap pelan.


"Apa kau akan memukulku?"


Ferdinand tetap melanjutkan langkah cepat dan lebarnya meski Anatasia sudah bersuara karna.... dia tidak mendengar suara pelan dan penuh rasa menahan ketakukan Anastasia.


Hingga kaki Anastasia hampir terjatuh karna terlalu cepat di seret, akhirnya membuat langkah Ferdinand terhenti. Ferdinand menghentikan langkahnya dengan sedikit kesal


"Apa kau tidak bisa jalan dengan benar hah!"


Anastasia menekuk bibirnya ke dalam dengan tangan terkepal. Dia takut, sangat takut. Tapi dia tidak bisa terima perlakuan kasar Ferdinand di tengah-tengah koridor dengan masih banyak pelayan yang berlalu lalang untuk membersihkan sisa-sisa pesta. Demi Tuhan! Mereka baru menikah dan Ferdinand sudah mempemalukannya!


"Saya baru tahu jika anda sangat kasar Pangeran"


Setelah berucap, Anastasia langsung berbalik dan melangkah lebar meninggalkan Ferdinand yang sudah mengusap wajahnya dengan kasar.


Baiklah... Ferdinand memang sedikit mabuk dan kesal. Kesal karna sebenarnya dia tahu apa yang di katakan Anastasia padanya memang benar tapi, karna ucapan itu juga ego-nya terluka.


Ferdinand masih berdiri di tengah-tengah koridor sambil mengusap wajahnya dengan kasar hingga tidak menyadari, jika Jeremmy dan Tomy yang baru akan melewati koridor menonton semua yang terjadi.


"Ternyata dia lebih parah"


Jeremmy mengangguk setuju pada ucapan Tomy sambil kembali melangkah untuk menuju ke pintu keluar.


"Aku tidak mengerti bagaimana cara His Majesty memperbaikinya dengan cara menggunakan Her Highness"


"Kita tidak ada yang tahu"


Dan kembali, Jeremmy mengangguk setuju dengan ucapan Tommy.


\=\=\=💜💜💜💜


Silahkan jejaknya....