
Sepasang cincin emas yang di pilihkan Raja dan Ratu kerajaan segera di bawa menuju Anastasia dan Ferdinand.
Sambil menarik nafas, Ferdinand meraih cincin untuk di sematkan pada jari manis tangan kiri Anastasia.
Bibir Anastasia kembali tersenyum haru, dengan arah pandangnya yang kembali buram ketika menatap jari manisnya. Ferdinand tersenyum tampan sambil berbisik "Jangan menangis" Ketika melihat tangan Anastasia yang gemetar.
Kepala Anastasia kembali mengangguk patuh dan penuh tekat sambil meraih cincin milik Ferdinand. Dengan gerakan gugup, Anastasia akhirnya menyematkan cincin di jari manis tangan kiri Ferdinad.
"Dengan ini, kalian sudah terikat dan sah dalam pernikahan di mata Tuhan. Apa yang sudah di satukan Tuhan, tidak boleh di pisahkan manusia. Sekarang mempelai pria boleh mencium mempelai wanita"
Senyum di bibir Ferdinand semakin lebar saat imam pemimpin sudah memberinya ijin untuk membuka vail sialan yang terus di musuhinya. Dengan gerakan yang lebih seperti gerakan tidak sabaran, Ferdinand dengan tersesah tapi hati-hati membalik vail pengganggu itu.
Ferdinand tertengun saat wajah setengah bidadari Anastasia tempak jelas dan dekat di arah pandangnya. Anastasia dengan kegugupan yang sudah tembus hingga langit ke tujuh hanya berani menatap bahu Ferdinand.
"Kau cantik Ana, sangat cantik"
Setelah berucap, tanpa ingin mengulur waktu lagi, Ferdinand segera menarik dagu Anastasia yang kepalanya tidak berani menatap mata Ferdinand. Dengan tidak sabaran, Ferdinand langsung menundukkan wajahnya dan mendekatkan bibir mereka.
Satu kecupan ringan tapi penuh keinginan Ferdinand berikan. Anastasia hanya bisa memejamkan matanya saat melihat Ferdinand yang juga sudah memejamkan matanya.
Seluruh gelayar aneh mengalir di tubuh Anastasia, tengkuknya terasa merinding dengan rasa bibir Ferdinand yang masih juga menempel di bibirnya.
Setelah kecupan panjang Ferdinand selesai, Anastasia pikir jika sudah saatnya dia membuka mata tapi, kenyataan berbeda.
Dengan perasaan tidak puas dan tanpa bisa berpikir, Ferdinand menarik lembut pinggang Anastasia dengan bibirnya yang kembali menggapai bibir ranum Anastasia. Ferdinand mulumt Anastasia dengan... panas.
Anastasia tersentak sambil memegangi kedua bahu Ferdinand yang masih sibuk menyecap rasa bibirnya. Wajah hingga ke seluruh tubuh Anastasia terasa panas saat Ferdinand memperdalam lum*tannya. Lutut Anastasia mulai melemah.
Ferdinand yang sangat menikmati rasa manis bibir istrinya seolah tuli dan buta. Bibir Anastasia terasa sangat manis untuk di nikmati. Hingga deheman kuat yang entah untuk keberapa kalinya, membawa tepukan kuat di kedua bahu Ferdinand. Anastasia, hampir kehilangan kesadarannya.
Ferdinand melepas bibir mereka, pemandangan kedua pipi yang merah padam, mata yang mengejap-ngejap bingung, dan bibir ranum Anastasia yang basah, membuat Ferdinand tidak ingin berhenti, tapi....
"Tahan dirimu boy"
Bisikan Michael dari belakang Ferdinand membuatnya sedikit ingin mengetahui sekitar dan..... Sialan! dia lupa jika mereka sedang di tengah publik bahkan masih di depan altar!
Dengan perasaan malu dan mempermalukan, Ferdinand tersenyum tanpa dosa pada Anastasia yang sudah merengut kesal.
"Sorry"
Bisikan permintaan maaf Ferdinand malah semakin membuat Anastasia merengut kesal, karna semua suara di dalam kapel sekarang sudah penuh dengan suara kekehan geli.
"Oohh ini memalukan"
Anastasia langsung menundukkan wajahnya dengan posisi pingganya yang masih di dalam dekapan Ferdinand.
"Sampai kapan kau mau seperti itu bodoh?"
Kali ini, Suara Dominic terdengar tanpa perlu repot ingin berbisik. Dan suara Dominic, kembali berhasil membuat semua suara di dalam kapel penuh dengan kekehan geli.
Ferdinand meringis sambil melepas perlahan tangannya dari pinggang ramping Anastasia. Anastasia yang akhirnya di lepaskan, hanya bisa menunduk malu dengan wajahnya yang sudah sewarna dengan tomat matang.
--000--
Setelah acara pemberkatan berlangsung lancar, Anastasia dan Ferdinand melakukan arak-arakan dengan kereta kuda pernikahan mereka. Mereka akan menyapa rakyat yang sudah menunggu dan memenuhi jejalanan.
Dengan senyum manis dan tangan yang terus melambai, Anastasia terus menyapa rakyat yang menyambutnya dengan ramah.
Ferdinand yang juga ada di sebelah Anastasia sesekali melirik Anastasia yang tampak berbinar indah di matanya. Matahari pagi musim semi yang sudah cerah semakin menambah kemilau Anastasia. Tapi, gaun Anastasia yang 'katanya' di pilihkan langsung oleh ibunya sangat mengganggu Ferdinand.
Bukan karna tidak bagus tapi, karna terlalu bagus terlebih karna Anastasia yang memakainya. Potongan kedua bahunya yang terbuka menantang dengan potongan dada yang cukup rendah membuat otak liar Ferdinand terus berputar bebas.
Sebenarnya kenapa ibunya harus memilih gaun yang menggugah selera seperti itu? Terlebih tubuh Anastasia yang sintal membuat semua bagian 'pas' di tubuh Anastasia seperti memanggilnya untuk segera mencicipi keindahannya.
Ferdinand memnggelengkan kepalanya dengan kuat. Sialan! Apa yang di pikirkannya? Bisa-bisanya sekarang dia malah berpikir ke arah ranjang.
"Ana?"
"Ya?"
"Apa kau tidak kedinginan?"
Alis Anastasia mengerus sambil menatap Ferdinand dengan raut wajah bertanya
"Tidak. Apa anda kedinginan Pangeran?"
Ferdinand berdehem beberapa kali sambil kembali melambaikan tangan pada rakyat
"Tidak. Aku sangat gerah sekarang"
"Hm?"
Tanpa ingin menjelaskan dan mustahil untuk menjelaskan maksut apa yang di rasakannya, Ferdinand membuang wajahnya dari arah pandang Anastasia. Ferdinand merutuki dirinya sendiri karna berucap tanpa berpikir.
Entahlah... Apakah Anastasia mengerti atau malah sedang bingung sekarang. Yang jelas, dia harus berhenti menatap kedua bahu dan dada sintal itu. Sialan! Sialan! Sialan kau Ferdinand!!!
"Apa anda haus?"
"Hah?"
Anastasia kembali menoleh pada Ferdinand dengan wajah yang sedang menilai.
"Anda sedang gerah sekarang. Apakah anda juga sudah merasa haus?"
"Hah?"
"Jika iya, sabarlah sebentar"
Dengan mulut yang masih menganga karna hanya mampu mengucapkan "Hah" Ferdinand menatap Anastasia dengan lekat lalu... terkekeh geli.
Anastasia yang melihat respon aneh Ferdinand kembali menatapnya sambil menurunkan tangannya.
"Apa yang lucu Pangeran?"
"Ferdinand, Anaaaaa.... Panggil namaku dan jangan bersikap formal"
Masih dengan bibir yang tersenyum geli, Ferdinand menegur Anastasia dengan wajah yang terlihat sangat memancing degupan jantung Anastasia. Wajah itu, sangat tampan hingga jantung Anastasia bisa saja mendobrak tulang dadanya untuk keluar.
"I-iya, Ferdinand"
Ferdinand dan Anastasia kembali sibuk dengan sapaan mereka. Sesekali mereka berbincang dan saling melempar senyum. Sesekali karna hembusan angin yang di lewati kereta kuda, Ferdinand membantu Anastasia untuk merapikan rambut dan vail yang sudah menjuntai di punggunya.
Dan pemandangan itu, terlihat sangat menggemaskan dan manis untuk siapa saja yang bisa melihat mereka. Rakyat yang melihat itu pun ikut tersenyum senang dan sesekali bersiul untuk mereka.
Sama halnya dengan Kenna dan Elsa yang sedang berdiri di tengah-tengah kerumunan rakyat. Mereka juga bisa melihat dengan sangat jelas interaksi manis pasangan suami dan istri baru itu.
Niat awal Kenna yang awalnya ingin sedikit mengurangi rasa rindunya dengan bertemu Ferdinand walaupun hanya dari kejauhan, berubah menjadi pisau tajam yang sudah menusuk dadanya.
Elsa menggenggam kuat tangan Kenna yang semakin mencengkam kuat gandengan tangan mereka. Elsa juga bisa melihat semuanya dan sangat bisa mengerti perasaan kakaknya.
"Tenanglah Kenna, ini semua hanya permainan. Kau harus tenang dan percaya pada Dinand"
Dengan kedua mata yang sudah penuh air mata, Kenna mengangguk yakin dan meyakinkan dirinya.
Benar, ini semua pasti hanya gambaran publik yang sedang di mainkan Ferdinand. Mereka sebagai pasangan harus bermain peran manis untuk menutupi lubang menganga di dalam pernikahan mereka. Dan walaupun lubang itu memang belum ada, Kenna sudah sangat siap untuk menggali lubang hitam di dalam pernikahan Ferdinand.
Kenna kembali mengepalkan kedua tangannya, dengan air mata yang sudah meluncur di kedua pipinya, Kenna bersumpah akan merebut posisi awalnya, posisi yang seharusnya dia tempati pada tempat Anastasia.
\=\=\=💚💚💚
Calon pelakor sudah lahir guys...
Yuk jejaknya di tinggalin....