
Ferdinand kembali melirik pintu penghubung antara kamarnya dan kamar Anastasia. Kamar yang akan mereka tempati malam ini sebelum mereka akan pindah ke castle Chasambord. Castle terbesar dan termegah ke dua setelah castle Larina, castle yang sudah di tutup oleh Raja Fredrick.
Selama berjam-jam setelah arak-arakan yang cukup melelahkan, mereka akhirnya kembali ke kamar masing-masing untuk mempersiapkn diri menuju acara selanjutnya. Acara jamuan makan malam yang akan menjadi acara penutup pesta pernikahannya.
Kembali Ferdinand membuang nafas panjang, pikirannya berkecamuk dengan semua hal yang membuatnya bimbang.
Di satu sisi, setelah beberapa hari lalu mulai mengerti arti 'selingkuh' yang di teriakan Summer padanya, pikiran Ferdinand terus tertuju pada satu kata itu. Dia tidak setega itu untuk membuat Anastasia yang polos kembali jatuh sakit karna kata 'selingkuh' itu, tapi di satu sisi bagaimana caranya dia tidak selingkuh sedangkan dia sudah memiliki Kenna?
Di sisi lain pikiran Ferdinand yang lain, jika dia memang ingin menjaga harga diri Anastasia, lalu bagaimana dengan Kenna? Tidak mungkin dia bisa melupakan Kenna yang sudah memenuhi setiap jengkal isi hatinya.
Ahh benar Kenna... beberapa hari ini, terlebih untuk hari ini, Ferdinand benar-benar belum berkeinginan untuk bertemu Kenna. Apa kabar Kenna-nya sekarang? Apakah dia baik-baik saja setelah tahu dia sudah menikah?
Untuk yang kesekian kalinya, Ferdinand membuang nafas panjang. Ini terlalu memusingkan. Ferdinand mulai bingung dengan apa yang harus di lakukannya setelah ini.
Jika saja, jika saja dia tidak melihat akibat dan belum mengerti arti kata 'selingkuh', dia pasti tidak akan sepusing ini. Dia pasti tidak akan repot memikirkan Anastasia yang jelas-jelas sudah menjadi istrinya. Karna kata 'selingkuh' rasanya terlalu brengsek untuk Ferdinand jalani.
Dan Ferdinand mulai sadar, wajar saja saat dirinya pernah menawarkan tawaran pada Anastasia. Anastasia menyebut pernikahan ini akan menjadi pernikahan 'kotor'
Pernikahan 'kotor'...? Setelah dirinya melalukan pemberkatan pernikahan hari ini? Sekarang, kata Pernikahan 'kotor' terasa sangat mengganggu di hatinya. Apakah setega itu Ferdinand membuat masa depan pernikahan ini akan menjadi pernikahan 'kotor'? Tapi, bagaimana caranya agar pernikahan ini tetap suci dengan dirinya tetap bisa bersama Kenna?
Dengan kepala yang mulai terasa sakit, Ferdinand melempar tubuhnya ke atas rajang sambil memijat pelipisnya yang berdenyut. Sialan! apa yang harus dia lakukan sekarang?
Harusnya Anastasia juga memiliki seorang pria lain agar Ferdinand tidak terlalu terbebani seperti sekarang. Tapi kenyataan yang bisa di lihat Ferdinand sangat berbeda dari harapannya. Anastasia masih sangat polos, bahkan terlalu polos. Anastasia benar-benar masih terjaga dan belum tersentuh sedikitpun.
Ferdinand pikir, dengan keluarga Anastasia yang sudah rusak parah, Anastasia mungkin akan keluar dari jalur 'kehormatan'.
"Ahh sial! Kenapa dia harus secantik itu? lagi pula kenapa gadis itu masih bisa sangat bersih!" Ferdinand memutar tubuh ya ke tengah ranjang. "Harusnya kau tidak sebaik itu Ana..." Dengan rasa kantuk yang mulai menyerang, Ferdinand mulai menutup matanya. "Kau membuatku jadi tidak tega Ana....."
***
Tok tok tok
Tepat saat Anastasia baru akan melihat cermin untuk menilai kembali penampilannya, pintu di ketuk.
Ruth langsung menatap Anastasia untuk menunggu perintah. Anastasia yang mengerti langsung mengangguk pada Ruth sambil menatap cermin dengan tangannya yang mulai menyemprotkan wewangian.
Setelah selesai dengan wewangiannya, Ruth kembali datang dengan sedikit berlarian.
"His Highness sudah datang, Your Highness"
Anastasia mengangguk singkat
"Baiklah"
Setelah Anastasia berucap, Ruth dengan sigap langsung mengambil kotak tiara pemberian Ratu. Dengan sedikit membungkuk dan menekuk lututnya, Anastasia menyerahkan urusan pemasangan tiara di kepalanya pada Ruth.
.
Tiara yang bertabur berlian terbaik langkah dari Francia itu terlihat sangat sempurna ketika di padukan dengan gaunnya yang juga gaun pilihan Ratu.
"Ini berlian dari Albany, Your Highness"
Anastasia yang juga masih terpana karna kilau berlian yang ada di atas kepalanya langsung menoleh pada Ruth.
"Ini... berlian yang itu... berlian dari tempat Her Majesty?"
"Her Majesty sangat menyayangi anda, Your Highness"
Hati Anastasia kembali menghangat hingga rasanya ingin meleleh. Dengan tersenyum haru, kepala Anastasia mengangguk.
"Aku lebih menyayangi Her Majesty, Ruth"
Senyum di bibir Ruth kembali terbit sambil memandang ganbaran Anastasia di cermin.
"Ayo Your Highness. His Highness sudah menunggu"
Setelah di ingatkan, ingatan Anastasia akhirnya kembali dengan ketukan pintu tadi. Dengan cepat Anastasia tersadar dari rasa haru dan kagumnya.
"Aku hampir lupa Ruth"
Anastasia mulai melangkah sambil terkekeh bersama Ruth yang juga ikut terkekeh.
Di depan pintu, Ferdinand dengan balutan setelan pangerannya sudah berdiri tampan dengan gelisah. Dia mulai gelisah karna Anastasia yang juga belum muncul, hingga ketika tangannya sudah akan kembali terangkat untuk mengetuk pintu, pintu terbuka.
Aroma manis dan segar begamont berpadu dengan kenyamanan aroma bunga lily langsung menghantam indra penciuman Ferdinand. Aroma lembut tapi cukup sensual yang sama hidungnya hirup saat pemberkatan pernikahan, dan aroma yang sekarang sangat ingin terus di hirup nafasnya.
Ferdinand yang masih terlena dengan aroma Anastasia, menggerakkan arah pandangnya ke segala penampilan Anastasia dan.... sialan! bahu menantang dan potongan dada rendah sialan itu lagi!
"Ferdinand?"
"Iya?"
Sudut bibir Ruth berkedut geli ketika Ferdinand masih belum juga bergerak dengan arah pandangnya yang terus bergerak. Terus bergerak untuk melihat setiap jengkal wajah dan tubuh Anastasia. Well... jika saja mereka belum menikah, Ruth pasti akan langsung memberikan teguran halus untuk mata liar Ferdinand.
"Jangan menatap ku seperti itu Ferdinand"
Dengan kepala tertunduk malu, Anastasia menegur Ferdinand yang langsung mengusap tengkuknya.
Kembali, sudut bibir Ruth berkedut geli sambil melirik Tomy yang hanya diam seperti pohon di taman.
"Ayo Ana"
Layaknya gentleman sejati, Ferdinand langsung mengambil gesturnya ketika kepala Anastasia sudah mengangguk. Anastasia langsung menggamit sikut Ferdinand yang sudah di sodorkan padanya.
Dengan langkah anggun, Anastasia mengikuti langkah gagah Ferdinand yang menuntunnya. Aroma musk dan kayu manis yang menguar dari tubuh Ferdinand membuat jantung Anastasia berdegup tidak tahu malu.
Ferdinand berdehem beberapa kali saat matanya selalu ingin mendarat ke bahu dan gaun potongan rendah dada Anastasia, terlebih karna aroma Anastasia. Tapi yang terparah adalah sentuhan lengan Anastasia yang hanya memakai sarung tangan pendek. Gerakan lembut ketika mereka melangkah membuat tangan Anastasia juga ikut bergerak lembut dan.... menggoda.
Ohh Ferdinand... yang benar saja! kenapa kau bisa menjadi sangat bersemangat hanya karna melihat, aroma, dan sentuhan tipis... Sialan!
Tomy dan Ruth yang mengikuti mereka dari belakang hanya diam dan terus melangkah. Ruth sesekali melirik Tomy yang selalu menunjukkan ekspresi datar. Tomy benar-benar tidak memiliki ekspresi wajah yang bisa di bacanya.
Entalah... apakah Tomy bisa melihat atau tidak jika kedua orang yang sedang berjalan di depan mereka sekarang, sedang saling berperang menahan diri.
Menahan diri yang entah untuk apa.
Hanya mereka yang tahu.
\=\=\=💛💛💛💛
Silahkan jejaknya....