Marrying The Prince

Marrying The Prince
70


Tangan Kenna yang masih memegang sebuah kotak perhiasan menjatuhkan apa yang sedang di pegangnya. Dengan sangat terkejut dan gugup Kenna menatap sumber suara. Ruth yang ada di samping ranjang sudah berdiri dengan wajah memerah, arah pandangnya menatap ke lantai, ke sebuah kotak perhiasan yang yang terbuka menumpahkan isinya.


"PENCURI!!!"


Dengan menekan segala rasa takutnya, Kenna memberanikan diri untuk membalas ucapan Ruth


"Aku tidak mencuri! aku mencari perhiasan yang sudah di ijinkan Dinand untuk ku pakai besok!"


Tanpa ingin mendengar dan percaya dengan apa yang di ucapkan Kenna, Ruth segera menarik tangan Kenna dengan kuat. Kenna yang merasa di perlakukan dengan kasar meronta-rontak sambil berteriak


"Lepaskan aku! lepaskan aku pelayan lancang! berani sekali kau padaku!!!"


Ruth tidak peduli dan malah semakin menyeret kasar tangan Kenna untuk menuju ke pintu keluar. Keributan dari teriakan Kenna membuat semua telinga yang masih bisa mendengar segera berdatangan pada mereka


"Lepaskan aku! berani sekali kau menyeretku seperti anjing seperti ini!! Elsa! Elsa! panggil Ferdinand!!! TOLONG AKU!!"


Keributan semakin menggila dengan pelayan yang juga semakin banyak berdatangan. Ruth tidak peduli dan terus menyeret Kenna untuk menuju ke tangga.


Keributan yang menggila juga akhirnya sampai ke telinga Anastasia yang baru akan menyelesaikan makannya, saat seorang pelayan mengabarkan langsung apa yang terjadi


Anastasia dan Elsa segera melangkah dengan sedikit berlarian ke arah keributan suara. Saat mereka sudah bisa melihat apa yang terjadi, Elsa membulatkan matanya sambil berteriak


"LEPASKAN KAKAKKU!!!!!"


Anastasia yang juga melihat segera mengulurkan tangannya, menangkap tangan Elsa yang sudah memacu kakinya untuk berlari ke arah kejadian.


Elsa menoleh, menatap Anastasia dengan tatapan tajam


"Lepas! apa yang kau inginkan!"


"Pegangi dia"


Dua orang pelayan langsung maju menggantikan tangan Anastasia yang sedang menahan Elsa saat Anastasia berucap dengan dingin. Elsa semakin meronta yang membuat satu pelayan lagi datang membantu memeganginya


"Lepaskan aku! apa yang kau lakukan!! Kenna!! Dinand! Dinand tolong!!!"


Teriakan Elsa yang berada di bawah tangga membuat Ruth dan Kenna yang sedang bergelut di atas menoleh ke bawah


"ELSA!! ELSA!! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ADIKKU!!"


"DIAAAMMM!!"


Kemelut dan saling berteriak antara polisi Ruth dan pencuri Kenna terus terjadi, Anastasia yang melihat itu segera menaiki tangga sambil berlarian.


Ruth yang melihat kedatangan Anastasia semakin mencengkam tangan Kenna bersamaan dengan bantuan dua orang pelayan lain.


"KU BILANG DIAMM!!"


"Dasar j*l*ng!!! lepaskan aku sialan!! Aku akan meminta Ferdinand untuk membunuhmu!!!"


Teriakan makian, sumpah serapah, ancaman yang bertubi-tubi terus Kenna lancarkan tapi, percuma. Karna Ruth yang tidak melihat sedikitpun teguran dari Anastasia, tidak akan berhenti.


Dengan raut wajah datar, Anastasia menatap Kenna yang sudah berhenti berteriak saat dirinya sudah ada di sana. Tanpan memindahkan arah pandangnya dari Kenna, Anastasia membuka suaranya untuk Ruth.


"Ada apa ini?"


"Dia masuk ke kamar anda dan membuka kemari perhiasan. Dia juga akan mengambil perhiasan anda, Your Highness"


"BOHONG! kau berbohong! aku hanya masuk untuk mencari Her Highness lalu kau menyeretku seperti ini!"


Mendengar pembelaan diri dari Kenna, arah pandang Anastasia menatap Ruth. Ruth yang di tatap seolah dengan pertanyaan 'apa benar?' Segera menggelengkan kepalanya dengan yakin, arah pandangnya juga langsung menatap Anastasia dengan tanpa keraguan dengan keyakinan penuh.


Dan Anatasia, sudah mendapatkan jawabannya


"Apa dia sudah berhasil mencurinya?"


Kenna yang mendengar jika Anastasia tidak percaya padanya sudah akan kembali membuka mulutnya tapi, tangan seorang pelayan dengan sigap langsung menutup mulutnya agar tidak terus menjerit seperti monyet kepanasan.


"Saya sudah menggeledahnya Your Highness. Dia belum sempat mengambil apapun"


Setelah mendengar jawaban Ruth, Anastasia kembali menatap Kenna sambil.... tersenyum?


"Nona Kenna, apa kau tahu hukuman apa yang akan di berikan untuk seseorang yang berani mencuri barang milik seorang Her Highness?" Dengan kuat Kenna menggelengkan kepalanya dengan penolakan, dan mencoba mengeluarkan suara tapi percuma, mulutnya masih di bungkam, dengan kedua tangan dan bahunya yang terus masih di tahan. Anastasia yang melihat itu membali tersenyum dan kembali berucap. "Sebenarnya, hukumanmu harusnya aku yang memberikan. Tapi, bagaimana jika kau ku berikan pada istana? agar kau menerima langsung suara dari His Majesty?"


Mendengar nama istana dan nama His Majesty, Kenna yang memang tahu jika dirinya bersalah langsung menegang. Dia tidak bisa menyembunyikan lagi ketakutannya


"Bawa dia ke istana"


Perintah mutlak Anastasia membuat tubuh Kenna kembali bergerak, Kenna yang seolah sudah akan menerima cambukan bahkan saat dirinya belum juga menuju pintu keluar, kembali meronta. Dan saat mulutnya bisa terlepas, suara langangnya terdengar


"WANITA BIADAB! KAU TIDAK AKAN BISA MELAKUKAN INI! KAU HANYA WANITA MENYEDIHKAN YANG TIDAK DI INGINKAN SIAPAPUN! KAU HANYA IRI KARNA DINAND TIDAK PERNAH MEMGINGINKAN WANITA SEPERTIMU! KAU WANITA J*L*NG TIDAK BERHARGA!"


Plaaakkkkkk!!!


Semua orang terdiam, semua mulut bungkam saat tangan Anastasia sudah mendaratkan tangannya pada pipi Kenna dengan sangat kuat, hingga suara tamparan itu menggema hebat.


"Jangan meneriakiku! Kau tahu Kenna-" Dengan raut wajah yang sudah berubah, raut wajah yang tidak pernah di lihat siapapun, Anastasia mendekat pada Kenna, tangannya meraih rambut Kenna hingga kepala Kenna menengadah sambil meringis, mulut Anastasia mendekat pada telinga Kenna sambil berdesis tajam. "Aku pastikan nanti, saat anakmu ada di tanganku Kenna. Jika dia perempuan, aku akan menjualnya di pelacuran. Dan jika dia pria, aku akan membuatnya menjadi anjingku-" Anastasia menyeringai saat tubuh Kenna mulai menggigil menahan amarah dan takut. "Aku akan memastikan anakmu menderita, hingga untuknya rasa kematian akan lebih baik dari pada hidup"


"Kau tidak akan bisa! Dinand akan bersamanya!!! aku akan bersama dengan Dinand menjaganya!! Aku akan memastikannya sendiri!!!"


Tangan Anastasia semakin menarik kuat rambut Kenna, hingga kepala Kenna semakin menengadah keatas. Kali ini, Anastasia menyeringai


"Kau tidak akan bisa melihatnya lagi, karna aku akan membuatmu membusuk di dalam penjara karna-" Anastasia menarik tangannya dari rambut Kenna, bibirnya masih menyeringai dingin. "Karna kau sudah mencuri barang milik ku"


Dan setelah berucap, Anastasia memundurkan langkahnya. Tanda jika sudah saatnya Kenna di bawa ke tempat eksekusi yang sebenarnya.


Di dalam ketakutan yang sudah Anastasia taburkan dalam setiap aliran darah Kenna, Kenna kembali meronta untuk memegangi perutnya. Dirinya memutar otak dengan sangat cepat untuk bisa keluar dari keadaan ini, karna sebenarnya bukan seperti ini rencana awal Kenna. Bukan seperti ini saat dirinya tidak juga mendapati kedatangan Ferdinand yang sudah berjanji akan pulang. Ferdinand yang akan di sulutnya dengan kesalah pahaman dan akhirnya akan membuat kebencian di hatinya untuk Anastasia.


"Seret saja dia"


Masukakkan dari Anastasia untuk para pelayan yang semakin kesulitan membawa Kenna, membuat Kenna semakin meronta, dan pergerakan menggila Kenna, membuatnya bisa merasakan sedikit cela. Cela saat tangan-tangan yang memegangnya sedikit mengendur karna kesulitan.


Kenna yang merasakan kemungkinan adanya jalan keluar langsung melompat tapi, rencanannya yang akan melompat ke arah samping untuk melindungi perutnya berubah. Berubah saat Ruth dengan cepat menarik gaunnya,


Dan Kenna terjatuh dari atas tangga....


Tubuhnya terus menggulung tangga dengan kedua tangan yang terus memeluk perutnya. Seorang ibu yang mungkin bisa saja bertemu maut, tapi tetap akan melindungi anaknya.


Beberapa orang yang bisa melihat terbelalak terkejut, beberapa orang yang bisa melihat menjerit, beberapa orang yang bisa melihat hanya bisa tersentak sambil menutup mulut mereka, termasuk Elsa. Elsa yang sangat terkejut hingga lupa bagaimana caranya bernafas.


Anastasia yang masih masih berdiri dari atas tangga hanya diam, arah pandangnya menatap dingin setiap detik bagaimana tubuh Kenna yang bergerak menuruni tangga. Hingga tubuh itu berhenti di bawah tangga, dengan Kenna yang menggeliat sambil merintih, dengan Kenna yang terus memegangi perutnya, dengan rok gaun Kenna yang mulai memberi warna lain di warna hijau gaunnya, darah.


"KENNNNAAAAAA!!!"


Elsa berteriak keras batas pita suaranya mampu menjerit, tubuh kecilnya bergerak sekuat yang dia mampu tapi, tetap percuma. Karna kali ini, sebuah tangan besar dan kasar ikut memeganginya.


Semua pelayan di Chasembord, adalah pelayan yang di pilih Her Majesty, dan mereka mendapat perintah untuk menjaga Anastasia hingga batas bagaimana kegunaan mereka. Mereka semua mengabdikan nyawa mereka untuk menjaga Anastasia dan dengan keadaan yang seperti sekarang, mereka sudah siap untuk memberikan kesetiaan mereka pada Ratu yang sudah memakmurkan keluarga mereka, membahagiakan kehidupan keluarga mereka, menyelamatkan keluarga mereka dari peperangan di daerah barat. Semua pelayan di sana, bukanlah pelayan biasa.


Dengan kasih sayangnya, Ratu Victoria benar-benar selalu melindungi Anastasia.... Dan Anastasia tahu itu, karna itu juga Anastasia tetap hanya diam menatap tubuh Kenna


Ruth yang juga masih di atas tangga, dengan tubuh gemetar hebat segera membubarkan pelayan lain yang sempat memegangi Kenna. Hingga Ruth berhenti bernafas, saat suara kaki seseorang yang berlarian masuk ke dalam


"KENNA!!!!!!!!"


Suara menggelegar seorang pria membuat semua kepala menoleh. Ferdinand, datang dengan setengah hampir gila saat melihat pemandangan tubuh Kenna yang bersimbah darah di bawah tangga tanpa ada seorangpun yang berniat membantunya.


"Solar!!!!!!"


Solar yang paham segera pergi untuk memanggil dokter. Ferdinand segera membawa tubuh Kenna di dalam gendongannya, hingga saat kakinya mulai menaiki tangga dan menaikkan arah pandangnya.


Arah pandangnya bertemu dengan Anastasia....


Arah pandang menusuk tajam dengan penuh amarah Ferdinand menatap arah pandang dingin Anastasia. Kakinya terus bergerak hingga dia juga menyadari kehadiran Ruth yang sudah menunduk sambil manutkan kedua tangan dengan gemetar.


Saat langkahnya sudah sampai di atas tangga, Ferdinand melewati begitu saja tubuh Anastasia. Menggendong Kenna dengan raut wajah khawatir, marah, kecewa, untuk menuju kamarnya.


Saat tubuh Ferdinand sudah menghilang dari balik pintu, Anastasia menatap Stefanus


"Bubarkan semuanya Stef"


Tanpa menunggu, semua yang bisa mendengar langsung membubarkan diri. Dengan empat orang pelayan yang kembali meyeret Elsa yang sudah lemas dan hanya bisa menangis.


BUGH!!!


"Maafkan saya Your Highness.... saya akan menyerahkan diri pada His Highness. Saya yang bersalah.... Saya-"


Ruth yang sudah menjatuhkan dirinya ke atas lantai dengan punggung membungkuk dalam di depan Anastasia menghentikan ucapannya. Ucapannya terhenti saat Anastasia merendahkan dirinya untuk membantu Ruth agar kembali bangkit berdiri.


"Your Highness......."


Sambil tersenyum, Anastasia menggengam kedua tangan Ruth yang terus gemetar. Ruth menaikkan arah pandangnya, menatap wajah tenang dengan senyum hangat yang tercetak di bibir Anastasia


"Ruth..."


"Your Highness... maafkan saya...."


Tangan Anastasia semakin mengeratkan tangannya pada tangan Ruth, untuk membuat Ruth yang sudah kembali menunduk menatapnya. Saat Ruth sudah kembali menatapnya, Anastasia kembali tersenyum hangat


"Kau harus pergi dari sini Ruth"


Kedua mata Ruth melebar, kepalanya langsung menggeleng kuat.


"Tidak Your Highness! saya tidak akan meninggalkan anda! Saya yang bersalah!"


Ruth mencoba melepaskan tangannya dari tangan Anastasia, tapi genggaman tangan Anastasia semakin menguat. Anastasia terus tersenyum hangat dan menatap Ruth yang menatapnya dengan penuh permohonan dan tangan yang mencoba melepaskan diri


"Dengar Ruth, kau harus pergi sekarang agar selamat"


Kepala Ruth semakin menggeleng kuat


"Tidak! Tidak Yo-"


"Kau harus Ruth! INI PERINTAHKU!!"


Tangisan Ruth tidak bisa di bendungnya lagi, kedua bahunya luruh dan bergerak kuat karna terisak. Anastasia yang melihat itu segera membawa Ruth ke dalam pelukkannya dan berbisik lembut


"Berjanjilah kau akan selalu bahagia dan baik-baik saja. Aku sangat berterimakasih bisa bertemu denganmu, aku sangat bahagia mempunyai pendamping sepertimu. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan Ruth"


Isakan Ruth semakin kuat dengan mulutnya yang terus berguman 'jangan your Highness'. Tapi Anastasia sudah pada keputusannya yang tidak akan berubah. Dengan cepat Anastasia melepas pelukkannya saat arah pandangnya menangkap Solar dan seorang dokter yang sudah memasukki pintu castle.


"Carl"


Dari bawah tangga, Carl yang mengerti segera mengangguk dan menaiki tangga dengan cepat. Tangan Ruth semakin memegangi kuat tangan Anastasia dengan isakan dan penolakannya yang semakin menjadi saat melihat Carl yang mendekat


"Iya Your Highness"


Anastasia menatap Carl dengan tegas


"Aku memakai perjanjian pertamaku dan His Majesty, untuk membawa Ruth ke tempat yang aman. Selamatkan Ruth"


"Tidak Your Highness! saya tidak akan meninggalkan anda!"


Ruth terus menjeritkan penolakannya. Sedangkan Carl menatap Anastasia sejenak, meskipun dia tidak mengerti apa yang di ucapkan Anastasia, tapi Carl tetap mengangguk patuh


"Baik Your Higness"


"Ruth, pergilah...."


"Saya tidak akan meninggalkan anda! tolong Your Highness! Apa yang akan terjadi pada anda setelah ini!!"


Anastasia mengabaikan ucapan, isakan, dan permohonan Ruth. Dirinya melirik Solar dan dokter yang sudah melewati mereka untuk menuju kamar Ferdinand. Lalu arah pandang Anastasia menatap Carl sambil mengangguk singkat, memberi tanda jika sudah saatnya Anastasia berpisah dengan Ruth.


Carl segera menarik Ruth yang masih memegangi tangan Anastasia


"Ayo Ruth, kita harus cepat"


Akhirnya, setelah melihat keteguhan Anastasia, Ruth mengangguk pasrah dengan arah pandangnya yang menatap Anastasia. Menatap Anastasia yang tersenyum hangat dengan kedua mata mengkilap karna genangan air mata.


Dengan sangat terpaksa, Ruth segera melepas tangannya dari tangan Anastasia. Dengan segala rasa hormat, rasa sayang, kesetiaan, dan kepatuhan mutlak. Untuk yang terakhir kalianya, Ruth membungkuk dalam pada Anastasia.


"Saya akan selalu berdoa untuk kebagiaan anda Your Highness. Terimakasih karna sudah menyayangi dan melindungi saya yang tidak pantas ini"


Kepala Anastasia mengangguk sambil berucap lirih


"Hati-hati Ruth"


Dan setelah itu, Carl langsung membawa Ruth pergi. Pergi kemana saja yang bisa menyelamatkan Ruth. Karna Carl tahu, jika siang ini akan terjadi badai dasyat yang sudah siap menghancurkan apapun.


Di siang hari musim gugur bulan kedua, sebuah badai dasyat yang membawa petakan besar sudah menunggu.....


Menunggu untuk menghancurkan apapun yang bisa di sentuhnnya......


Menghancurkan semua hal jika mereka tidak berhati-hati.....


\=\=\=💙💙💙💙


Yuk silahkan komen, like-nya di sebar....