
Dengan wajah berbinar, Anastasia bergerak tergesah untuk segera turun dari kereta kuda. Ferdinand yang melihat langkah tidak sabaran Anastasia terkekeh geli.
"Sabar An"
Anastasia yang di tegur langsung mengigit bibirnya lalu kembali mengatur gestur anggunnya.
"Maaf"
Dengan acuh Ferdinand mengedipkan kedua bahunya dan langsung membawa tangan Anastasia ke sikutnya.
"Tidak perlu minta maaf, kau tidak sedang melakukan dosa Ana"
Senyum lebar Anastasia terbit, langkahnya terus mengikuti Ferdinand yang akan membawa arah mereka ke ruang kerja Raja.
"Kau bilang kita akan menginap. Berapa lama?"
"Entahlah An... kita lihat saja nanti"
Langkah mereka terus berjalan dengan percakapan mereka yang juga terus berjalan. Sesekali pelayan yang melihat mereka membungkuk sopan dan menyapa. Anastasia dengan ramah dan terus tersenyum lembut langsung mengangguk membalas sapaan setiap orang yang menyapanya. Ferdinand yang melihat keramahan luar biasa Anastasia hanya diam sambil menikmati senyum lembut dan manis Anastasia, hingga mereka sudah sampai di depan pintu kerja Raja.
Solar yang selalu setia bersama Ruth untuk mengekori mereka langsung maju untuk mengetuk pintu.
TOP TOK TOK
"Ini His Highness dan Her Highness, Your Majesty"
Tanpa ada jawaban, pintu terbuka dari dalam. Carl yang ternyata sudah tiba duluan di istana membuakakan pintu dari dalam untuk mereka.
"Kau sudah tiba Carl?"
Anastasia bertanya karna cukup terkejut melihat Carl yang sudah ada di istana, telebih di dalam ruang kerja Raja Fredrick
Dengan sopan Carl menjawab
"Iya Your Highness"
Lalu langsung menyingkir untuk memberikan jalan untuk Ferdinand dan Anastasia masuk.
Ferdinand yang melewati tubuh Carl sambil meliriknya sejenak, lalu kembali menatap ke depan. Pada keluarganya yang sudah berkumpul dengan kesibukan masing-masing. Fredrick, Victoria, dan Anatasia yang sibuk dengan perkamen, serta Summer yang sibuk menganggu Tomy yang hanya sesekali menjawabnya dengan datar
Lirikan Ferdinand yang entah untuk apa maksutnya membuat Carl melirik Solar. Dan benar, Solar juga menangkap lirikan yang di berikan Ferdinand pada Carl.
"Apa maksutnya?"
Solar bertanya dengan bisikan tanpa gerak bibir, dan Carl dengan acuh mengedipkan bahunya. Dia memang tidak tahu apa maksut lirikan itu, lagi pula dia tidak peduli.
"Minumlah teh kalian dulu"
Suara Fredrick yang berucap dengan arah pandangnya yang masih menatap perkamen membuat Anastasia menganggup patuh. Jeremmy dengan cekatan langsung menghidangkan cangkir teh Ferdinand dan Anastasia. Dengan ramah, Anastasia menatap Jeremmy dengan senyum terimakasih. Jeremmy mengangguk singkat menerima senyuman terimakasih Anastasia.
Ferdinand ikut menatap Jeremmy dengan tatapannya yang jelas menunjukkan tidak ada rasa terimakasih. Entah apa maksut tatapan itu, tapi Jeremmy hanya membalas dengan satu alis terangkat, seolang mengatakan 'kenapa?'
"Tunggu sebentar ya Ana, ada yang harus di selesaikan dulu sebelum kita berlibur!"
Suara penuh semangat dan pergerakan Summer yang tidak kalah semangat membuat senyum merekah Anastasia terbit. Summer langsung berpindah duduk ke samping Anastasia, Anastasia langsung menyambutnya dengan antusias.
"Bagaimana kabarmu Summer?"
Sambil meraih biskuitnya, Summer berdecak dengan tidak anggun
"Selalu baik Ana, tapi cukup sepi karna kau tidak ada"
Senyum merekah Anastasia sedikit meredup, arah pandangnya menatap Summer yang sudah cemberut.
"Apa kau kesepian?"
"Tentu saja Ana! Kau adalah teman baruku dan sekarang kau sudah meninggalkanku"
"Jangan berlebihan Sum"
Suara Ferdinand yang ikut masuk dalam obrolan mereka membuat Summer langsung meliriknya dengan sinis.
"Aku tidak berlebihan!"
"Ck! Kau memang berlebihan" Ferdinand menatap Summer dengan memasang wajah yang sangat terlihat menyebalkan. "Bo!!hooo!!! Putri papa yang berlebihan dan manja"
Sebuah biskuit yang tinggal separuh melayang melewati wajah Anastasia dan mendarat di tepisan tangan Ferdinand. Summer mengeram kesal dan kembali melemparkan sebuah biskuit tidak berdosa ke arah Ferdinand. Tapi lagi, biskuit itu berhasil di tepis dengan santai oleh Ferdinand sambil memasang wajah penuh ejekan.
Wajah menyebalkan Ferdinand membuat Sumner bangkit dari kursinya, dan siap untuk kembali melemparkan sebuah biskuit
"Dinand!"
"Bo! Hoo!! Putri Francia yang berlehihan!"
Dan kembali, sebuah biskuit melayang melewati Anastasia dan kembali di tepis Ferdinand dengan santai.
"Sialan kau Ferdinand!"
Raut wajah menyebalkan dan seringai menyebalkan Ferdinand membuat Summer semakin emosi, dan siap untuk memegang cangkir tehnya tapi,
"Duduk Sum"
"Dia yang mulai Frances! Dia mengejekku!"
"Sayang....."
Suara ringan dan tenang yang juga ikut bersuara itu akhirnya membuat tubuh Summer benar-benar menjadi tenang. Victoria ikut bersuara dengan arah pandangnya yang masih menatap sebuah perkamen bersama Fredrick yang terlihat sangat serius mengguratkan pena bulunya di sana.
Semua pemandangan itu membuat mata Anastasia mengejap-ngejap dengan cepat, lalu kekehan pelannya terdengar. Kekehan pelan dan geli Anastasia membuat Summer semakin merengut dan berdecak tidak anggun.
Ferdinand terus menatap Summer dengan wajah mengejek dan terus berucap mengejek tanpa suara dengan gerak mulutnya. Anastasia yang melihat jika Ferdinand masih terus mengganggu adiknya, hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menyentuh lengan Ferdinand.
Ferdinand menatap Anastasia dengan satu alisnya yang terangkat
"Berhenti mengganggu adikmu Ferdinand"
Dengan malas Ferdinand memutar bola matanya, tapi tetap patuh dan berhenti mengganggu Summer.
--000--
Setelah beberapa jam mereka lewati untuk menunggu Fredrick, Victoria, dan Francesca menyelesaikan pekerjaan mereka, akhirnya mereka bersiap untuk memulai perjalanan mereka.
Summer terus memonopoli Anastasia seolah ingin terus menjauhkan Anastasia dari Ferdinand. Ferdinand yang mulai kesal akhirnya menarik tangan Summer yang terus bergelayut manja di lengan Anastasia.
"Berhenti bergelayut seperti itu Sum. Kau membuat Ana kesulitan"
Ucapan dan tarikan tangan Ferdinand pada Summer, membuat Anastasia langsung menggeleng sambil menatap Ferdinand.
"Tidak apa-apa Ferdinand, aku tidak terganggu sedikitpun"
Summer menyeringai sambil kembali bergelayut pada lengan Anastasia. Wajahnya menatap Ferdinand dengan senyum kemenangan. Ferdinand yang melihat itu mengerang kesal dan akan membuka mulutnya tapi,
"Kau berkuda Dinand"
Suara Fredrick yang lebih tepatnya sebagai perintah membuat Ferdinand mengalihkan fokusnya pada Fredrick.
"Kenapa?"
Sambil membantu Victoria untuk naik ke dalam kereta kuda, Fredrick menjawab dengan acuh
"Kau laki-laki"
Setelah berucap, Fredrick ikut masuk ke dalam kereta kuda tanpa perlu repot-repot ingin menatap raut wajah tidak terima Ferdinand.
"Papa juga laki-laki tapi bersama mama di kereta kuda. Itu tidak adil"
Selesai Ferdinand berucap, jendela kereta kuda milik Raja dan Ratu terbuka. Tidak ada wajah yang muncul di sana, hanya suara yang keluar
"Ber.ku.da Dinand"
Ferdinand menghentakkan kakinya dengan kesal dengan suaranya yang masih belum menyerah
"Aku ingin di kereta papa. Seperti kau bersama istrimu, aku juga harus bersama istriku"
Ucapan yang terdengar seperti rengekan Ferdinand hanya di jawab dengan suara jendela kereta kuda yang tertutup.
Entah Ferdinand sadar atau tidak, entah Ferdinand sengaja atau tidak tapi, semua orang di sana mendengar, ketika untuk pertama kalinya Ferdinand menyebut Anastasia dengan kata 'istriku'
Francesca dan Summer yang sudah berdiri di depan pintu kereta kuda langsung saling melirik dalam diam. Jeremmy dan Carl juga saling melirik dalam diam. Tommy yang sudah siap untuk membantu Francesca naik ke kereta kuda sempat mengubah fokusnya pada Ferdinand sejenak, lalu kembali fokus pada Francesca.
"Ayo Tom"
Suara Francesca membuat Tomy dengan sigap langsung membantu Francesca untuk masuk ke dalam kereta kuda, lalu di susul Carl yang layaknya gentleman sejati ikut membantu Summer untuk ikut naik ke kereta kuda.
Ferdinand yang sudah menyadari jika para saudarinya telah siap untuk berangkat, menatap Anastasia dengan pandangan tidak rela.
"Kita berkuda saja ya An?"
Anastasia mengulum senyum gelinya sambil menggeleng singkat.
"Matahari terlalu panas, dan udara malam nanti akan terlalu dingin Ferdinand" Dengan lembut Anastasia menyentuh lengan Ferdinand sambil mendekatkan wajahnya untuk berbisik. "Aku akan terus membuka jendela kereta... suamiku"
Setelah berucap, tanpa ingin menatap Ferdinand lagi, Anastasia langsung melangkah untuk menuju ke pintu kereta kuda para Putri. Lalu menyerahkan tangannya pada Carl yang sudah siap untuk membantunya.
Ferdinand masih belum bisa sadar dari rasa gemas dan rasa terkejutnya masih terdiam, bahkan hingga kereta kuda Raja dan Ratu mulai memimpin pergerakan perjalanan.
"Anda tidak ingin ikut Your Highness?"
Suara datar dengan suara pergerakan kuda Tomy akhirnya membuat mata Ferdinand mengejap cepat, lalu melihat sekeliling yang sudah mulai bergerak berangkat.
Sialan! Kereta kuda Raja dan Ratu sudah mulai bergerak menjauh, dan para kesatria sudah di atas kuda, bahkan Jeremmy sudah memimpi jauh pergerakan kudanya.
"Hei! kalian meninggalkanku sialan!"
Tidak ada yang peduli dengan umpatan kesal Ferdinand....
Di dalam kereta kuda, Anastasia terus membuang wajah ke jendela sambil terus memegangi kedua pipinya yang terasa panas. Summer tersenyum geli sambil menatap keluar jendela seolah tidak tahu apapun. Francesca dengan wajah datarnya hanya diam dan duduk tenang seperti tidak mengetahui apapun.
\=\=\=💛💛💛💛
Silahkan jejaknya....