
Saat kedatangan Anastasia dan Ferdinand sudah di sebutkan, isi aula utama yang bising secara perlahan mulai tenang.
Anastasia dengan gugup mengeratkan tangannya pada lengan Ferdinand. Ferdinand yang paham jika Anastasia sedang sangat gugup langsung tersenyum. Memberikan senyum yang dia pikir bisa untuk menenangkan Anastasia. Tapi nyatanya, senyum itu malah semakin membuat Anastasia gugup.
Dengan langkah gagahnya, Ferdinand mengabaikan semua pandangan mata dan senyum para tamu padanya. Langkahnya hanya terus berjalan untuk langsung membawa Anastasia menuju kerumunan keluarganya. Sebenarnya, Ferdinand sangat muak dengan perkumpulan para ton seperti ini tapi, untuk malam ini dia tidak akan bisa kabur. Tentu saja, karna ini pesta pernikahannya.
Langkah Ferdinand yang sudah membawa mereka ke dalam perkumpulan keluarga paling mencolok di sana membuat senyum Anastasia semakin lebar. Senyum berbeda yang di cetak bibirnya saat membalas senyuman tamu-tamu lain. Anastasia dengan anggun dan raut wajah berbinar segera membalas sapaan dan juga ucapan dari para keluarga barunya.
Bolehkan jika sekarang Anastasia menganggap keluarga Raja dan Ratu juga sebagai keluarganya?
"Anda sangat cantik, Your Highness"
Itu adalah suara Juliet Ross, sepupu dari Ratu. Wanita yang lebih tua sedikit dari Ratu Victoria, wanita dengan gerak gerik serta gerstur yang paling terlihat anggun.
"Anda juga sangat cantik, Lady Juliet"
Dan percakapan basa basi mereka pun di mulai.
Percakapan dalam perkumpulan keluarga besar itu terus tertuju pada Anastasia. Ferdinand yang dengan setia berdiri bersama Anastasia bisa melihat jika Anastasia selalu mencoba memasukkannya ke dalam percakapan. Seolah ingin mengatakan dan menunjukkan pada Ferdinand jika Anastasia tidak pernah mengabaikan dan asik dengan dunia barunya.
Ferdinand hanya tersenyum lembut saat menyadari gestur Anastasia yang selalu menoleh dan tersenyum padanya, meski yang keluarganya bahas tidak ada yang berhubungan dengannya. Tapi, dengan penuh pengertian dan sangat menjaga perasaannya, Anastasia terus memasukkan Ferdinand dalam obrolan mereka.
Sungguh, sebenarnya Ferdinand tidak peduli jika dia tidak di bahas atau di ajak dalam obrolan yang memakai aturan serta cara kesopanan tinggi itu. Tapi saat melihat Anastasia yang sangat menghormati suaminya, dirinya, membuat Ferdinand ingin sesekali masuk dalam obrolan dan pembicaraan kelas atas. Pembicaraan yang selalu membuat Ferdinand malas dan muak.
"HIS MAJESTY RAJA FREDRICK DAN HER MAJESTY RATU VICTORIA TIBA!!!"
Pemberitahun dari penjaga membuat semua mulut yang sedang sibuk dalam obrolan langsung mengatup.
Raja Fredrick yang menggandeng Ratu Victoria melangkah dengan penuh wibawa dan gestur yang sangat terasa berkuasa, hingga rasanya jika sedang berdiri di depan mereka, kepalamu hanya ingin terus tertunduk patuh.
Anastasia sering melihat ayahnya dan juga ibunya bahkan istri baru ayahnya ketika berjalan dalam sebuah pesta. Tapi apa yang bisa di lihat dan di rasakannya saat Raja dan Ratu Francia itu muncul, memberikan aura yang lain, sangat penuh kuasa.
Raja Fredrick yang berwajah ramah dan santai, selalu membuat siapapun berpikir jika dia adalah Raja yang akan mudah untuk di ajak bergandengan. Tapi, ketika kau mulai mendengarnya berbicara atau mulai bisa mendengar cara berpikirnya, kau akan tahu jika Raja Fredrick, adalah seseorang yang tidak akan bisa kau mengerti setiap arti dari ucapan santainya, terlebih cara berpikirnya. Setiap ucapan dan apa yang di lakukan, bahkan setiap langkah kaki yang di tapakinya. Semua, semuanya selalu punya arti lain dan perhitungan sendiri. Arah yang hanya bisa di mengerti dan di raba hasilnya saat Raja itu sendiri yang ingin menunjukkan. Raja Fredrick, adalah seorang Raja yang pasti punya sejuta perhitungan lain di dalam kepalanya.
Jika berbicara tentang Ratu Victoria menurut pandangan Anatasia. Ratu Victoria memiliki raut wajah yang berbanding terbalik dari Raja Fredrick. Raut wajah Ratu selalu datar tidak terbaca, gerak geriknya masih bisa di baca tapi, sering kali tiba-tiba arahnya berubah dan berputar sesuai dengan keinginannya. Keinginannya yang tidak bisa terbaca siapapun.
Sungguh.... pasangan pemimpin yang selalu menjadi panutan untuk Anastasia. Dari dulu, dia selalu ingin menjadi penguasa mutlak seperti Raja dan Ratu Francia. Tapi keinginan hanya menjadi keinginan yang tidak akan di teruskannya, karna Anastasia... sudah memilih jalan lain. Jalannya yang keluar dari takdirnya.
"Apa yang kau pikirkan An?"
"Hanya mengagumi His Majesty dan Her Majesty, Ferdinand"
Tanpa sepengatuhan Anastasia, Ferdinand memutar bola matanya dengan malas saat mendengar ucapan antusias istrinya.
Menurut Ferdinand, Anastasia hanya tidak tahu bagaimana karakter asli ayah dan ibunya yang licik. Bahkan, pasangan yang mengerikan itu pasti sudah menggenggam masa depan mereka. Masa depan mereka yang harus sesuai dengan hasil permainan.
Pemikiran itu membuat Ferdinand yang awalnya tenang menjadi mulai kesal. Benar... Ayah dan ibunya pasti punya 'sesuatu' pada pernikahan mereka. 'Sesuatu' yang Ferdinand tidak akan bisa tebak arah dan rencana hasil akhirnya karna pasti, hanya Raja yang tahu. Hanya Tuhan dan Raja seorang. Raja yang akan selalu di dukung Ratu, walaupun Ratu sendir tidak tahu hal tersembunyi apa yang di simpan ayahnya.
Saat Ferdinand dan Anastasia masih sibuk dengan kemelut di kepala mereka, Fredrick dan Victoria tiba-tiba menatap ke arah mereka secara bersamaan.
Anastasia dan Ferdinand yang tiba-tiba di tatap sama-sama tersentak. Seolah langsung tertangkap basah dengan memikirkan bahkan sedang mengumpati mereka dalam hati.
Ferdinand meringis sambil melirik Anastasia yang juga sudah melirik ke arahnya sambil mengulum senyum. Mereka tahu, jika apa yang mereka rasakan sama. Dan pemikiran itu membuat mereka langsung terkekeh geli.
Rasanya sangat lucu dan juga cukup horor ketika Raja dan Ratu seperti bisa mendengar isi kepala mereka.
"Para tamu undangan yang terhormat, terimakasih karna sudah menghadiri undangan jamuan makan malam dari kami. Hari ini, adalah hari yang sangat membahagiakan untuk keluarga kami, terlebih untuk si pemilik pesta, putra kami Pangeran Fredrick, dan putri kami Putri Anastasia yang sudah terikat di dalam pernikahan"
Suara Fredrick menggema dan mengisi seluruh isi ruangan. Fredrick menerima gelas wine yang di sodorkan Jeremmy padanya, lalu suaranya kembali menggema.
"Karna itu, kami membuat jamuan makan malam ini untuk ikut berbagi kebahagiaan bersama kalian semua" Fredrick membuang nafas. "Baikalah, sepertinya tidak penting untuk terus berbasa basi karna sekarang sudah menunjukkan waktu untuk kita mengisi perut"
Kekehan para tamu menyambut ucapan Fredrick yang berubah santai dan terkesan malas. Dan suara Fredrick kembali terdengar untuk menutup basa basi busuk ucapannya
"Untuk yang keseribu kalinya, semoga kerajaan kita selalu makmur dan bahagia. Semoga semua rakyatku selalu sehat dan hidup berbahagia" Tangan Fredrick yang memegang gelasnya terangkat ke atas.
"Demi Francia"
Fredrick menyesap isi gelasnya dengan penuh kharisma. Pergerakan Fredrick langsung di ikuti Victoria dan seluruh tamu undangan.
Setelah membuka pesta, Fredrick kembali membawa langkah mereka untuk menuju ke aula lain di koridor menuju ballroom dansa. Tempat di mana karpet merah sudah menjadi alas lamtai untuk meletakkan meja panjang yang sudah bertabur peralatan table manner kelas atas.
Dengan langkah santai, Fredrick membawa istrinya dan semua tamu undangan untuk menuju ke meja jamuan. Fredrick langsung mengambil kursi utama miliknya, kursi pemimpin di ujung meja.
Victoria segera mengambil kursi di sebelah kanan Raja. Kursi di sebelah kiri Raja yang harusnya di tempati Francesca masih tampak kosong, serta kursi yang harusnya di tempati Summer, juga masih kosong. Pemandangan itu membuat Anastasia baru sadar jika memang dirinya belum melihat para Putri
"Kemana para Putri?"
Layaknya gentleman sejati, sambil menarik kursi untuk Anastasia, Ferdinand mengedipkan kedua bahunya dengan acuh.
"Aku juga belum melihat mereka"
Anastasia mengangguk sambil melirik Victoria dan Fredrick yang sudah sedikit berbincang. Entah apa yang di katakan Victoria tapi, Anastasia sempat melihat jika Fredrick melirik Ferdinand.
Lirikan itu sangat sebentar bagai kedipan mata. Jika saja Anastasia tidak sedang mengamati Raja dan Ratu sambil menilai, dia pasti tidak akan menyadari lirikan yang entah apa artinya.
Jadi sebenarnya, kepergian para Putri berhubungan dengan Ferdinand? Atau itu hanya pemikiran Anastasia?
"Silahkan....."
Saat Raja sudah membuka suaranya, para pelayan mulai mendorong trolly-trolly makanan. Trolly-trolly yang isinya pasti hidangan pembuka.
Dengan penuh keanggunan dan tata cara seorang bangsawan kelas paling atas, Anastasia memulai table manner-nya.
Saat baru akan memegang napkin-nya Ferdinand mendengus pelan, dengusan yang syarat akan rasa malas. Dan itu tertangkap di indra pendengaran Anastasia.
"Apa kau tidak suka dengan hidangannya Ferdinand?"
Sambil mengangkat napkin-nya, Ferdinand sedikit mendekat pada telinga Anastasia untuk berbisik.
"Aku muak harus melakukan hal-hal seperti ini sepanjang hidupku An. Cara makan yang membosankan, pesta yang membosankan, dan orang-orang yang kaku. Kebidupan seperti ini sangat mencekik"
Bisikan Ferdinand langsung membuat kedua bola mata Anastasia membulat. Anastasia langsung menatap sekitar, takut jika ucapan Ferdinand bisa terdengar oleh orang-orang di sekitar mereka. Anastasia menarik nafas lalu berpikir sejenak. Baiklah... Anastasia akan menyuarakan isi hati dan pikirannya tentang perkataan Ferdinand
Anastasia mendekat pada telinga Ferdinand dan berbisik.
"kau harus bersyukur karna bisa mendapatkan takdir seperti ini Ferdinand. Di luar sana, banyak sekali orang yang lahir dengan nasip yang mengerikan" Sambil mengangkat sendoknya, Anastasia menarik kepalanya dari dekat telinga Ferdinand dengan suara kecilnya yang kembali terdengar. "Kelaparan, kemiskinan, bencana alam, peperangan, dan kehilangan orang tua. Semua itu lebih mengerikan dari pada semua hal membosankan yang kau ucapkan sekarang. Jadi tolong... jangan berkata seperti itu ketika kau bisa lahir dengan semua hal indah yang bisa kau miliki sekarang. Hargai apa yang kau punya, bersyukurlah karna kau memiliki segala hal yang tidak di miliki oleh orang-orang kurang beruntung yang ku sebutkan tadi"
Ucapan Anastasia yang seperti orang tua membuat Ferdinand langsung menoleh untuk menatapnya. Alis Ferdinand berkerut dalam, raut wajahnya ingin menjawab dengan penolakan tapi,
Tapi kali ini Anastasia tidak peduli jika Ferdinand akan merasa tersinggung. Karna apa yang di katakan Anastasia bukan hanya ucapan omong kosong. Dia sudah merasakan banyak hal mengerikan dalam hidupnya.
Anastasia tahu, jika Ferdinand tidak akan pernah merasakan masa kecil yang hidup terkurung di dalam ruang pengap dengan kedua kaki di pasung. Ferdinand tidak pernah tahu rasanya di beri makan satu kali dalam sehari dengan roti berjamur. Ferdinand juga pasti tidak tahu rasanya di cambuk setiap kali kau menjerit karna kelaparan atau sakit. Ferdinand pasti tidak pernah tahu rasanya melewati masa kecil dengan selalu merasakan hal-hal kejam dan mengerikan.
Tidak... Ferdinand yang manja ini pasti tidak akan pernah tahu rasanya. Rasanya ketika kau masih memiliki orang tua dan keluarga tapi mereka, membuang dan mengabaikanmu. Ayah yang membuatmu hanya seperti anjing liar untuk permainan. Keluarga yang membuangmu seperti manusia tidak berharga.
Ferdinand yang lahir dengan keluarga penuh kasih sayang dan cinta ini pasti tidak akan pernah tahu. Dia pasti tidak pernah tahu rasanya hidup berjuang. Berjuang untuk bisa menikmati takdirnya, berjuang untuk takdir yang selama ini di renggut oleh keluarganya sendiri. Takdinya yang memang harus seperti sekarang. Seorang gadis yang mempunyai nama di depan namanya.
Anastasia bisa bernafas hingga sekarang karna berjuang. Anastasia bisa melakukan table manner-nya sekarang karna berjuang. Anastasia yang bisa mengerti aturan, tata cara, kesopanan cara bangsawan tertinggi karna berjuang.
Berjuang... Adalah hal yang sebenarnya sudah membuat Anastasia sangat muak. Dan jika Ferdinand muak dengan takdirnya sekarang, bisakah dia dan Ferdinand bertukar tempat saja???????
\=\=\=💙💙💙💙
Part ini lumayan panjang yaaa.... Semoga puas
Ayukk jejaknya yuk...
Like, komen yang banyak yaa biar eike semangat....