Marrying The Prince

Marrying The Prince
48


Pergerakan mendekat dan ucapan Ferdinand langsung membuat Anastasia semakin panik. Tanpa bisa berpikir lagi, tanpa bisa mencerna apapun lagi, dengan mengambil langkah seribu, Anastasia langsung berlari kabur menuju pintu keluar kamar. Suara pintu yang di tutup dengan kuat mambuat Ferdinand terbahak kencang.


Tubuhnya bergerak kuat sambil memegangi perutnya yang terasa sakit. Sungguh, sangat mennggemaskan, Anastasia juga menjadi gadis pertama yang menghindar bahkan langsung menolaknya mentah-mentah di saat dia sudah menunjukkan salah satu aset kebanggaannya, tubuhnya kecoklatannya yang sempurna.


"Ohh Ana... kau sangat menggemaskan"


Setelah berguman dengan masih sesekali terkekeh geli, Ferdinand kembali melucuti segala hal yang tidak di perlukannya untuk mandi.


Anastasia yang sehabis berlari tunggang langgang untuk kabur, menghentikan langkahnya saat melihat seorang pelayan yang akan lewat di tangga. Pelayan yang juga melihat Anastasia langsung mendekat dan menunduk sopan untuk menyapa.


"Selamat pagi Your Highness"


Dengan nafas terengah dan detak jantung yang sudah porak porannya, Anastasia langsung menyuarakan isi kepalanya.


"Kenapa... kenapa aku sekamar dengan Ferdinand?"


Pelayan itu menaikkan arah pandangnya untuk menatap Anastasia, menatap Anastasia yang terlihat masih panik sambil mengatur nafasnya.


"Pardon Your Highness?"


Di tengah rasa panik yang masih melanda, Anastasia akhirnya sadar dengan apa yang di katakanya, terlebih saat melihat raut wajah aneh pelayan yang melihatnya. Anastasia menarik nafas dalam untuk meraup ketenangannya.


"Maksutku, kenapa kamar kami tidak berpisah?"


Kepala pelayan itu mengangguk singkat, tanda jika akhirnya dia bisa mengerti maksut aneh Anastasia, lalu membuka mulutnya untuk menjelaskan.


"Sebelumnya ijinkan saya untuk menjelaskan Your Highness" Anastasia mengangguk singkat dan pelayan itu kembali membuka suaranya. "Di sini persediaan kamar hanya ada beberapa, Your Highness. Dan biasanya memang selama keluarga kerajaan berlibur di sini, mereka menempati kamar bersama. His Majesty dan Her Majesty, Her Highness Putri Francesca dan Her Highness Putri Summer, keluarga Arathorn dan yang lain bersama istri mereka, lalu anak-anak akan mengatur kamar mereka untuk bersama. Jika Her Highness Putri Narnia tidak ikut datang, biasanya His Highness Pangeran Henry akan sekamar dengan His Highness Pangeran Ferdinand, atau terkadang akan bersama Lord Michael atau Lord Dominic, tapi sekarang-"


Pelayan itu menjedah dan memang tidak ingin meneruskan ucapannya, karna sudah sangat jelas kenapa Ferdinand bisa menjadi satu kamar dengan Anastasia. Anastasia yang juga sudah menyadari itu memaksakan senyumannya


"Aahh begitu... terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk menjelaskan"


"Sudah kewajiban saya, Your Highness. Anda tidak boleh berterimakasih pada saya"


Anastasia mengabaikan ucapan tidak enak pelayan itu sambil tersenyum tulus.


"Kalian sangat sopan dan sangat baik sekali"


"Anda tidak beristirahat, Your Highnes?"


Suara yang tiba-tiba muncul membuat Anastasia langsung menoleh ke arah suara. Pelayan yang sudah paham jika sekarang sudah saatnya untuk pergi kembali membungkuk dan memundurkan langkahnya dengan sopan tanpa suara.


"Ahh... Marquess Michael..."


Michael tersenyum sambil mendekatkan mangkahnya.


"Anda tidak beristirahat Your Highness?"


Anastasia membalas senyum ramah Michael dengan tidak kalah ramah. Kepalanya berpikir keras untuk mencari alasan kenapa dia tidak sedang di kamar dan istirahat


"Saya tidak terlalu lelah dan berniat untuk melihat-lihat"


"Melihat-lihat? Hmm... Anda sendirian?" Michael memutar kepala dan mengedarkan arah pandangnya, mencari keberadaan seseorang yang jelas tidak ada di sana. "Ferdinand di mana?"


Dengan terus memasang senyum ramah Anastasia menjawab dengan pemikirannya sendiri


"Sedang berendam dan akan istirahat"


"Jadi anda akan berkeliling sendirian?"


Kepala Anastasia mengangguk dengan ragu.


"I-iya..."


Tawaran Michael membuat Anastasia menjadi antusias hingga melupakan tentang suaminya, yang dalam pikiran Anastasis mungkin sudah tidur karna Ferdinand berkuda, dan tidak akan ada waktu untuk dirinya sekedar memejamkan mata.


"Jika anda tidak keberatan Marquess"


Dengan gestur penuh kesopanan, sebelah tangan Michael langsung mempersilahkan Ananstasia untuk mengambil langkah. Anastasia segera memulai langkahnya untuk menuruni tangga dengan Michael yang juga langsung ikut bergerak.


"Di mana Duke Arthur?"


"Uncle Arthur dan uncle Henry akan menyusul nanti malam. Ada beberapa hal yang masih perlu di selesaikan mereka, Your Highness"


Anastasia mengangguk paham sambil terus membuka dan menyambut obrolan yang saling mereka lempar.


Hingga akhirnya, mereka sudah berada di kebun yang mereka tuju. Anastasia terus melebarkan arah pandangnya, senyum takjub dan terpesona selalu tercetak di bibirnya, gerak geriknya selalu menunjukkan kentusiasan, suara kekehan anggun dan pertanyaan antusias Anastasia mengisi setiap langkah yang mereka jalani.


"Apa anda ingin melihat buah itu?"


Michael langsung menawarkan saat melihat Anastasia yang terus menatap sebuah pohon penuh buah. Pohon buah persik yang penuh dengan buah menggantung. Anastasia kembali menatap Michael.


"Itu buah apa?"


Sambil mendekati pohon dengan tangan yang sudah terulur ke pohon, Michael tersenyum sambil menjawab


"Buah persik. Buah yang berasal dari kerajaan Cinan di benua Asian. Buah ini biasanya sangat mudah tumbuh di tanah yang beriklim tropis"


Karna mendapatkan ilmu baru, Anastasia menatap lekat Michael yang sudah mendapatkan satu buah di tangannya. Anastasia terus memperhatikan pergerakan Michael yang sekarang sedang mengelap seluruh bagian buah dengan sapu tangannya. Rasa ingin tahunya membuat Anastasia terus ingin berbicara.


"Tapi buah ini bisa tumbuh di sini dengan subur?"


Michael kembali tersenyum ramah sambil menyodorkan buah yang sudah di bersihkannya.


"Tanah di Albany terlebih di Yorksire sangat subur. Rakyat diluar Albany sering mengatakan jika tanah Albany adalah tanah yang terberkati"


Kedua telinga dan penyimpanan di dalam kepala Anastasia terus bekerja saat memperoleh pelajaran baru. Tangannya yang sudah menerima buah yang di berikan Michael membuat senyum ramahnya semakin lebar.


"Terimakasih" Michael hanya mengangguk singkat sambil memperhatikan Anastasia yang sedang meraba dan menilai dengan teliti buah di tangannya. Lalu kekehan Anastasia terdengar sambil berucap. "Bentuknya lucu, kulitnya seperti apel tapi sedikit berbulu, warnanya juga cantik"


"Jika anda mau, anda bisa langsung memakan itu tanpa di kupas"


Ahh... ternyata itu maksut dari Michael yang membersihkan terlebih dahulu buah di tangan Anastasia sebelum memberikannya pada Anastasia.


Rasa penasaran dan juga warna menggiurkan buah di tangannya membuat Anastasia tidak ingin banyak berpikir. Dengan melupakan keanggunannya, Anastasia mengendusi buah itu lalu mengambil gigitan kecil. Aroma manis dan rasa manis yang masuk di indra penciuman dan indra pengecap rasanya membuat kedua mata Anastasia berbinar. Dengan cepat Anastasia menghabiskan buah di dalam mulutnya untuk berucap.


"Aromanya sangat manis dengan rasanya yang juga manis, teksturnya juga lembut. Ini sangat enak"


Michael terus memperhatikan Anastasia yang sesekali mengigit buah lalu bertanya tentang sesuatu yang di lihatnya. Sesekali Anastasia melangkah, lalu berhenti untuk menanyakan apa yang membuatnya penasaran. Michael dengan sabar dan senang hati terus menemani dan melayani rasa ingin tahu Anastasia.


Bermenit-menit terus terlewati hingga mereka lupa pada waktu. Udara yang segar, pemandangan yang indah, teman yang cerdas dan baik hati membuat Anastasia melupakan segalanya.


Termasuk suaminya yang entah dari kapan sudah berdiri di atas balkon lantai dua dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Raut wajahnya datar tidak terbaca, arah pandangnya menatap malas tapi tetap tidak sedikitpun mengalihkan tatapannya.


Ferdinand menggigiti giginya dengan kesal saat dia kembali teringat dirinya yang kehilangan Anastasia saat dia selesai mandi. Tadinya, jika Anastasia tidak terlalu lelah, Ferdinand ingin membawa Anastasia berkeliling atau mungkin berkuda tapi, lihatlah kejutan yang dia dapat setelah kepanikannya karna kehilangan Anastasia.


Anastasia ternyata sedang asik dengan pria lain sambil memasang wajah sok polosnya, terlebih senyum sok manisnya. Ferdinand berdecak kesal saat Michael kembali memetikan buah pir yang langsung di sambut Anastasia. Jarak yang cukup jauh tidak bisa membuat Ferdinand mendengar apa yang mereka bicarakan hingga membuat Anastasia terus tersenyum girang tapi, dia cukup bisa melihat bagaimana bahagiannya Anastasia saat bersama Michael.


"Ck! Sialan!"


\=\=\=💚💚💚💚


Silahkan jejaknya....