Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 84


Arthur lupa untuk cara dan mengatur nafasnya,. Saat Kim melempaskan tautan bibir mereka.


"Bernapas,!" Perintah Kim dingin.


Arthur, tidak mengindahkan perintah, Kim. Dia masih merasai sisa-sisa tautan bibir mereka yang lumayan lama. Mata pria itu mengerjap, dengan bibir yang masih tertutup rapat dan tubuh yang masih bergeming. Pria itu tidak percaya, menduga dan menyangka dia bisa merasai bibir merekah sempurna milik Kim. Bibir yang sudah membuatnya tergoda dan lupa diri.


"Apa kau ingin aku mencium mu lagi.?" Sentak kim. Mengejutkan pria yang baru, beberapa menit menjadi suaminya.


"Hum, tidak usah." Tolak Arthur cepat.


Bagaimana malunya pria itu, disaat dirinya masih, meragu akan sorakan para tamu dan dia bermaksud membuat alasan, agar proses cium-mencium itu gagal.  Tapi di saat dirinya ingin mengeluarkan suara, tiba-tiba saja wanita yang baru saja menjadi istrinya itu, menarik tengkuknya dan menabrakkan bibir mereka berdua.  Pria itu merasakan seluruh tubuhnya tiba-tiba melemas dan dia seakan ingin kehilangan kesadaran. Pria itu hanya terdiam membeku dengan mata yang terpejam erat sehingga terlihat kerutan di kelopak mata tajam nan teduhnya. Kim menyesap sejenak bibir manis suaminya sebelum melepaskan tauta bibir mereka.


"Kenapa, aku merasa mencium patung."ck, kau terlalu kaku." Decak Kim malas.


"A-aku, cuma terkejut." Elak Arthur pelan, dengan rona wajah yang bersemu merah.


"Ck." Kim hanya bisa berdecak.


Dia tidak menyangka akan menikah seorang pria yang sangat polos dan lugu. Badan boleh keren dan menggoda, tapi kelakuannya seperti seorang anak sekolah dasar. 


"Oh, God. Sepertinya aku harus mengajarinya dari nol." Keluh Kim.


"Selamat, yah sayang." Mommy Gabriela, menghampiri pasangan itu dan mengucapkan selamat kepada putra dan juga menantunya.


"Terimakasih, mom." Balas sang pengantin bersamaan.


Mommy lalu memeluk putra dan menantunya secara pergantian. Mommy merasa sangat bahagia dan lega, karena anaknya bisa menikahi wanita pilihan yang sangat tepat.


Wanita tangguh dan baik hati. Wanita yang bisa membuat putranya menjadi kuat dan yang paling penting Kim adalah seorang wanita yang sangat menghargai suaminya dan tipe wanita setia.


Nyonya Gabriela, pertama kali bertemu dengan, Kim saat wanita paruhbaya itu sedang berkunjung ke Paris untuk melakukan perjalanan  bisnis. 


Nyonya Gabriela yang sedang menginap di hotel, Kim, dia yang sedang ingin menikmati keindahan kota Paris di malam hari, harus berganti dengan sebuah pertunjukan di dalam ballroom hotel yang ia tempati. Pertunjukan sarkas yang di perlihatkan, Kim. Nyonya Gabriela, sangat menyukai sikap tegas Kim dan sikap dingin dan tangguh wanita itu.


Sejak malam itu, nyonya Gabriela menyuruh asistennya, untuk mencari tau semua tentang, Kim.


Setelah mendapat semua informasi tentang, Kimberly. Nyonya Gabriela berniat menjodohkan, Kim dan putranya Arthur.


Jadilah hari ini rencananya, berhasil dan harapannya terkabul dengan menjadikan Kim menantunya.


"Kimberly, … selamat." Seru jenny. Wajah begitu berseri bahagia.


Jenny langsung saja memeluk Kim dan tidak menghiraukan wajah tegang Arthur.


"Selamat." Ucap jenny dengan wajah bahagia.


"Hum." Gumam Kim sambil mengangguk pelan.


"Tuan muda, selamat." Kini Jenny mengucapkan selamat pada Arthur.


"Terimakasih," balas Arthur ramah sambil menerima uluran tangan jenny.


"Wah, ternyata anda sangat tampan bila tersenyum seperti ini." Puji Jenny. Membaut pria itu menjadi tersipu malu.


"Lihatlah, suamimu, sangatlah mengemaskan." Ujar jenny dengan tatapan memuja.


Pujiannya kembali membuat Arthur tersipu, hingga wajahnya berubah merah merona.


"Ck." Kim hanya bisa berdecak kesal. 


*


*


*


"Brak." Sebuah gebrakan meja yang sangat kuat terdengar di sebuah ruangan yang kini sudah berantakan.


"Brengsek." Umpat pria itu.


"Akhh, brengsek." Amuk pria itu, kembali menghancurkan kaca lemari yang berada di meja kerjanya.


"Aku, tidak akan membiarkan ini semua terjadi. Kim hanya milikku, milikku seorang. Milik, Keanu Adrian Adam." Teriak Keanu.


Keanu yang mendapat laporan, kalau hari ini Kim akan melakukan pernikahan dengan anak rekan kerja Kim. Keanu yang tidak terima pun langsung mengamuk sejadi-jadinya, bagaikan orang gila.


"Kimberly.!! Amuk Keanu.


"Aku, bersumpah akan merebut mu darinya Kim. Aku tidak akan membiarkan mu bahagia jika itu bukan diriku. Hanya aku yang bisa membuatmu bahagia." Geram Keanu.


"Tuan." Seru asisten Austin yang baru memasuki ruangan Keanu.


"Siapkan, pesawat. Kita kesana sekarang." Perintah Keanu.


"Hm, lakukan segera." 


Asisten Austin, segera meninggalkan ruangan kerja Keanu yang sudah berantakan itu, untuk melaksanakan tugas yang di berikan big boss-nya.


"Tunggu, aku Kimberly. Aku akan datang menjemput mu." Gumam Keanu geram.


*


*


*


Di sel tahanan Paris.


"Jadi, kau positif hamil.?" Mogan bertanya kepada Lotte dengan nada penuh antusias.


"Iya." Jawab Lotte dengan wajah bahagia.


"Apa kau yakin.?" Tanya Mogan kembali, untuk meyakinkan dirinya.


"Ck," Lotte berdecak dan memberikan hasil pemeriksaannya kepada Mogan.


Mogan membaca hasil pemeriksaan Lotte dengan wajah serius.


"Bagus." Ucap wanita itu setelah membaca hasil pemeriksaan Lotte. 


"Jadi kapan kau akan menemui, malvin dan memberitahu tentang kehamilanku.?" Tanya Lotte dengan tidak sabaran.


"Sabarlah. Mungkin besok aku akan berusaha menemui Malvin." Ujar Mogan malas.


"Cepatlah, kau tau akau sudah tidak tahan disini." Keluh Lotte.


"Hum, sabarlah sebentar lagi." Bujuk Mogan.


"Ok, tapi jangan lama." Keluh Lotte kembali.


"Baiklah, aku pergi dulu. Aku akan membawa hasil pemeriksaan mu dan memperlihatkannya kepada, tuan Malvin." Pamit Mogan.


"Hm." Gumam Lotte dengan wajah lesu.


Mogan pun meninggalkan Lotte sendiri dengan wajah penuh kepuasan dan seringai licik pun terbit dari bibir wanita tomboi itu.


"Dasar, wanita bodoh." Maki Mogan.


Dengan wajah puas Mogan pun meninggalkan kantor polisi itu. Dia akan melakukan sesuatu untuk melancarkan rencananya.


Sedangkan Lotte hanya bisa termenung di tempatnya. Wanita itu merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan Mogan. Lotte merasa dipermainkan oleh, Mogan.


"Apa yang kau rencanakan, Mogan." Gumam Lotte.


"Nona, waktunya kembali." Seorang penjaga sel mengejutkan Lotte.


Lotte pun menuruti wanita tambung itu, untuk kembali kedalam sel.


*


*


*


"Jadi hari ini dia menikah.?" Seorang pria bertanya kepada asistennya dengan sebuah tulisan.


"Iya, tuan."sahut asisten Malvin, setelah membaca tulisan yang di perlihatkan padanya.


Malvin terlihat tersenyum miris.


"Kau, menikah setelah menghancurkan hidupku, Kim." Geram Malvin dalam hati sambil meremas kertas yang ada di tangannya.


"Tidak, semudah itu Kimberly ligh Hugo." 


"Kau, harus menanggung semua perbuatan mu padaku." Batin pria yang kini hidup dengan kekurangan di dalam dirinya.


"Kau, menghancur kan hidupku dan membuatku menderita, Kim. Dan  kau harus membayar semuanya, Kimberly." Batin pria itu lagi.


"Tunggulah, aku pasti akan membuatmu, hancur Kim." 


"Tidak akan aku biarkan kau bahagia, Kimberly ligh Hugo. Kau harusnya menderita dan itu hanya di tanganku."


Malvin terus bermonolog dalam hatinya dan menahan geramannya. Apa yang bisa pria itu lakukan, setelah kehilangan anggota tubuhnya yang paling berharga. Malvin yang terkenal memiliki karismatik, kini ia berubah menjadi sesosok pria yang hanya bisa merenung dan mengurung dirinya di dalam kamar. Kesenangan sementara yang ia sering lakukan, kini harus menjadi kenangan indah.