Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 152


Seorang pria tampan dan gagah sejak tadi memandangi wajah imut alami kekasihnya. Netra biru terangnya yang dibingkai oleh kacamata itu, terus menyusuri setiap jengkal wajah imut dan manis wanita yang sudah memporak-porandakan hatinya.


Hampir satu pekan dirinya tidak dapat bertatap muka dengan kekasih. Sehingga rasa rindu begitu menyiksanya.


Rindu akan tingkah menggemaskan si wanita yang ada di hadapannya ini.


Wanita yang masih terlelap dan masih mengarungi mimpi. Padahal matahari mulai mengeluarkan cahaya kekuning-kuningan yang menghangatkan seluruh makhluk bumi.


Nathan memainkan jari-jari panjangnya di wajah Jenny, yang tidak terusik sedikitpun.


Jenny hanya menepis pelan pipinya yang terasa geli, tanpa membuka matanya sedikitpun.


Nathan terkekeh melihat tingkah wanita kesayangannya itu.


Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Jenny.


Pria itu menggesekkan wajah berjambangnya di pipi Jenny.


Membuat Jenny terusik dan meracau tidak jelas.


Nathan yang tidak tahan dengan tingkah sang kekasih, lantas menciumi seluruh wajah imut menggemaskan Jenny.


"Hg"


Jenny melenguh dan menggeliatkan tubuhnya, dengan kedua tangan diangkat keatas.


Jenny belum menyadari keberadaan pria culun dan mesumnya itu, sedang tersenyum memandangi wajahnya.


"Pagi, baby," sapaan Nathan berhasil membuat mata Jenny terbuka lebar-lebar dan juga mulut wanita itu terbuka.


"Pagi! Ucap Nathan lagi sambil terkekeh melihat wajah shock Jenny, yang matanya berkedip-kedip lucu dengan mulut mungilnya yang terbuka.


"Cup"


Nathan mengecup bibir Jenny yang masih terbuka dan menyesapnya sebentar.


Jenny terkesiap dengan kehadiran pria yang juga sangat ia rindukan itu. Ia pikir dirinya hanya bermimpi tapi semua ini nyata.


Pria culun dan mesumnya itu berada di sini.


Jenny membalas cumbuan Nathan saat kesadaran wanita itu kembali.


Mereka saling mengecup dan menyesap dengan lembut. Cumbuan untuk obat rasa rindu mereka yang satu pekan tidak bertemu.


"Aku merindukan mu, baby." Bisik Nathan di atas bibir Jenny, sambil mengusap bibir basah wanitanya itu.


"Aku juga merindukanmu," balas Jenny, yang tangannya kini berada di leher panjang Nathan.


"Benarkah," dengan tersenyum usil Nathan bertanya kepada wanita yang ada di bawah kuasanya itu.


"Hum! Jenny bergumam dengan kepala mengangguk pelan.


Nathan kembali terkekeh melihat wajah polos menggemaskan Jenny. Ia menggesekkan hidung mancung mereka. Dan pria itu kembali menciumi wajah imut wanitanya yang selalu terbayang di pikirannya.


"Kapan, kau kembali.?" Jenny meraih wajah Nathan dan membingkainya dengan kedua tangannya.


"1 jam lalu," jawab Nathan.


"Kau, langsung kesini,?"


"Hm! Karena aku sangat merindukanmu, baby." Sahut Nathan. Ia mengambil salah satu tangan Jenny yang berada di wajahnya dan mengecupinya berkali-kali.


"Aku juga sangat merindukanmu, selama kau tidak ada aku selalu kesepian," lirih Jenny di telinga Nathan.


"Aku pikir kau akan merasa bahagia kalau aku pergi." Sahut Nathan, sambil menggigit pelan hidung Jenny.


"Aku pikir akan seperti itu, tapi nyatanya aku sudah ketergantungan padamu," adu Jenny manja dan kembali menarik Nathan kepelukannya.


"Aku, mencintaimu," bisik Jenny pelan di telinga Nathan dan meninggalkan kecupan hangat di sana.


Tubuh Nathan tiba-tiba membeku, mendengar ucapan cinta Jenny. Ia mengangkat wajahnya yang berada di ceruk leher wanitanya.


Ia menatap lekat dan dalam manik coklat berkilau milik Jenny.


"Ucapkan, sekali lagi.?" Pinta pria berkacamata itu.


"Apa? Jawab Jenny bingung, dengan tatapan yang ditujukan kepada pria di atasnya.


"Ayolah, baby." Rengek Nathan.


"Yang mana,?"


"Kata-kata yang membuatku, berkupu-kupu."


"Kupu-kupu.?


"Oh, baby ku sayang."


"Katakan, sekali lagi, baby.!"


"Katakan, apa pria culun, mesumku,!"


"Aku, mencintaimu,"


"Aku juga mencintaimu,"


"Baby ku sayang, kau begitu menggemaskan."


Nathan kembali menyatukan bibir mereka, setelah saling mengungkapkan perasaan rindu dan cinta.


Mereka saling menyesap dan ******* dengan kelembutan yang dikuasai oleh perasaan cinta dan rindu itu.


Nathan membalikkan keadaan, sehingga kini Jenny yang berada di atas tubuhnya, tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


"Kau, mau apa.?" Jenny lepaskan tautan bibir mereka, saat merasakan tangan Nathan mulai berkeliaran kemana-mana.


"Aku, hanya ingin berkenalan dengan mereka, baby." Sahut Nathan dengan cengiran khasnya.


"No! Tolak Jenny, sambil bangkit dari atas tubuh Nathan.


"Why? Nathan pun mengikuti wanitanya bangkit.


"Sebelum kau, memiliki label halal pada diriku maka kau belum bisa berkenalan dengan mereka." Ujar Jenny dan melirik kedua buah dadanya yang siap panen.


Nathan mengikuti arah pandangan Jenny.


"Glek!


"Baiklah, ayo kita menikah."


🌹 jangan lupa tinggalkan jejak jempol kalian di tanda like dan juga di kolom komentar.😘☺️