Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 55


Masih di dalam kamar rawat VVIP di lantai paling atas di salah satu rumah sakit terkenal di kota Paris.


Teriakan kesakitan masih mengema di dalam kamar rawat mewah itu.


Lotte hanya bisa menangis dalam dekapan kain sambil mencoba meronta, wajahnya tiba-tiba pias saat benda yang ada di tangan Kim, bermain di atas tubuh kekar Malvin.


Sementara jenny berdiri diam di dekat pintu balkon, dia mengabaikan teriakan tertahan Lotte sambil menatapnya, seakan meminta untuk menghentikan Kim. kali ini jenny hanya bisa diam sambil menyaksikan kegilaan sahabatnya itu.


Malvin menatap nanar wajah Kim yang berada tepat di atasnya. wajah memohon dan teduh itu mencoba mengiba kepada Kim, agar menghentikan perbuatan gila Kim.


Sesekali Malvin mengeram tertahan saat benda tajam itu menggores kulit di dada bidang nan kerasnya.


"Sayang," lirihnya dengan nada kesakitan.


"Hentikan, sayang." pintanya dengan wajah teduh, yang biasa ia gunakan apabila meminta sesuatu kepada Kim dan istrinya itu akan luluh seketika.


"Cih." Kim berdecih muak di depan wajah Malvin.


"Kemana, tadi sifat sombong dan aroganmu, Malvin Abraham? bukankah tadi mulutmu ini begitu mudah menghinaku.?" Kim menyusuri wajah Malvin dengan benda kecil nan tajam di tangannya dan berhenti di tepi mulut Malvin.


"Stth," hentikan Kim." desis Malvin, saat benda itu melukai sudut bibirnya dan terlihat seperti luka robek.


"Ayolah, malvin ini masih permulaan sayang." saut Kim dengan senyum kecil yang sangat menakutkan.


Lotte yang berada di samping mereka masih berusa meronta dan meraung tertahan.


Kim menghampiri perempuan itu dan kembali, meraih rambut pirang, Lotte dan menariknya kuat, sangat kuat sehingga membuat Lotte meraung dan terisak dengan, mulut tersumpal gumpalan kain sebesar gepalan tangan orang dewasa.


"Hari ini kau akan melihat sesuatu yang akan membuatmu terkejut dan tidak akan kau lupakan. dan hari ini, kau akan mendapatkan kejutan terindah setelah ini, Charlotte sayang, jadi saksikanlah dan diamlah, agar aku bisa menikmati permainan ku." Perkataan Kim, hanya membuat Lotte tampak lebih ketakutan dan keringat dingin di keningnya membasahi wajahnya bercampur dengan air mata penuh ketakutan itu.


"Hai, … suami brengsek ku." seru Kim dan kembali menempelkan benda kesayangannya di wajah Malvin yang terkejut.


"Lepaskan, Kim, kau sudah gila, Kimberly ligh." hardik Malvin sambil menahan rasa perih atas luka baru yang di buat Kim.


"Yah, aku memang sudah gila, Malvin Abraham. ini semua karenamu, karena pengkhianatan yang kau lakukan padaku selama kita bersama. aku pikir kau tulus mencintaiku, tapi ternyata kau hanya terobsesi padaku dan hanya ingin memilikiku untuk menjadi boneka pajanganmu yang tidak pernah kau anggap."


"Tidak, Kim. aku sangat mencintaimu sayang, percayalah." balas Malvin dengan wajah mengiba.


"Bohong.!" bentak Kim dan menusukkan benda itu di lengan Malvin.


Malvin hanya bisa berteriak kesakitan dan mengeluarkan air matanya.


Dada Kim masih terlihat bergerak naik-turun, karena amarah yang selama ini dia tahan akhirnya meledak juga.


"Kau, tidak pernah mencintaiku Malvin, kau hanya ingin memilikiku sebagai alat taruhan mu bersama teman-teman mu. dan kau hanya menganggap ku boneka yang kau pamer kesana kemari di depan kolega dan teman-teman mu. Hahah. ternyata bertahun-tahun aku sudah tertipu oleh pria busuk dan licik seperti mu. mengurung ku di dalam kata-kata cinta yang sialnya hanya palsu. dan dengan bodohnya aku terlena dan percaya padamu.


"Oh, Tuhan. aku hanyalah wanita bodoh dan naif." Kim tertawa hambar penuh luka, di depan Malvin yang hanya bisa terdiam dalam keterkejutannya.


Malvin tidak menduga kalau Kim, mengetahui semua niatnya untuk menikahi Kim.


Malvin yang begitu terobsesi pada kecantikan dan kepintaran Kim, membuat seorang Malvin Abraham yang dulu begitu menginginkan Kim menjadi miliknya. rasa ingin memilikinya itu semakin besar saat Kim di gilai para pria kaya dan bangsawan. Malvin bertekad mendekati Kim dan ingin memperlihatkan pada semua pria yang menyukai Kim kalau dirinya yang terbaik. setelah menikah Malvin juga tidak henti-hentinya memamerkan istri cantik dan pintarnya itu pada kolega dan juga sahabat-sahabatnya. Kimberly bagaika boneka bagi Malvin yang sangat penurut.


Kimberly yang sangat percaya dan terbuai dengan kata-kata manis dan perlakuan lembut Malvin menjadi tersentuh dan benih-benih cinta pertamanya pun ia berikan kepada Malvin.


"Apa, yang aku katakan itu benarkan, Malvin Abraham.!"