Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 47


"Bisa, kau jelaskan padaku Austin. kenapa kita bisa berada di tempat ini,? bukankah seharusnya kita melakukan meeting di perusahaan models Paris Hugo.?"


"Tapi, kenapa kita harus berada di tempat yang sangat membosankan ini.?"


"Oh Tuhan, berarti aku harus menghabiskan waktu pesonaku bersama nenek-nenek tua menjijikkan."


"Aku sudah mempersiapkan tampilan sesempurna ini untuk tebar pesona, tapi wanita tua itu menghancurkan semua imajinasi tentang model-model seksi yang ada di sana."


" Akhh, membosankan." Keanu sejak tadi, mendengus, berdecak, memaki dan bahkan mengumpat wanita tua, pemilik models Paris Hugo.


"Dasar, wanita tua bau tanah. seenaknya saja memerintah seorang Keanu Adrian Adam sang billionaire terkenal dari Dubai." umpat Keanu dengan ucapan penuh kenarsisan.


"Sabar tuan." ujar Austin sang asisten.


"Apa, katamu sabar." geram Keanu sambil menggebrak meja memanjang di depannya.


"Bisa-bisanya, wanita bau tanah itu, membuat seorang Keanu Adrian Adam menunggu lama." umpatnya lagi kali ini dengan geraman tertahan.


Keanu begitu geram, saat Kim meminta jenny memindahkan tempat meeting mereka di hotel hugo Paris. " bukankah klien kita sedang berada di hotel kita, jadi kenapa kita harus buang-buang waktu kesana kemari hanya untuk bertemu pria Casanova menjijikkan itu." ujar Kim, dengan entengnya kepada jenny.


yang membuat wanita manis itu kelimpungan. dengan keberanian dan demi kontrak yang bernilai tinggi jenny menghubungi kembali asisten Keanu itu.


Syukurnya mereka menyanggupi permintaan Kim.


Sekarang Kim dan jenny masih dalam perjalanan menuju hotel Hugo Paris.


"Kau, hampir saja membuat kita rugi, Kimberly ligh Hugo." decak jenny.


"Why." tanya Kim dengan santai dan dengan wajah tanpa dosa.


"Kau, sedang membuat tuan Keanu Adrian Adam, menunggu Kimberly ligh Hugo,!! geram jenny dan ingin mengacak wajah datar Kim.


"Aku tidak peduli." jawab Kim dingin dan datar.


"Kimberly ligh Hugo." jerit jenny dengan perasaan frustasi.


"Terimakasih, kau telah menyebutkan nama lengkap ku." ujar Kim.


Jenny hanya bisa mengeram dan memaki sahabatnya dan sekaligus nona boss-nya.


"Bisa lebih cepat lagi, paman.!" perintah jenny pada sang sopir.


Sang sopir pun menuruti keinginan jenny, karena selain nona muda-nya, sang sopir juga mengikuti semua perintah jenny.


*


*


*


Tidak berselang lama mobil Bugatti Veyron itu sudah terparkir di basement luas dan mewah milik hotel Hugo Paris.


Jenny dan Kim turun secara bersamaan dan melangkah memasuki lobby hotel, yang begitu tak kalah mewahnya. derap langkah Pasti Kim menuju kearah lift khusus untuk mengantar, mereka ke room meeting yang terdapat di hotel Kim.


Penampilan Kim, menjadi pusat perhatian para penghuni hotel itu. mereka begitu takjub dengan style Kim, yang terlihat santai tapi tidak meninggalkan kesan anggun dan mewah dan berkelas.


memperlihatkan sedikit dada mulus putih Kim.


Penampilan Kim di lengkapi sepatu high heels dengan warna hitam dan juga tas mewah berwarna senada dengan stelan Kim.


Siapa yang tidak mengenal Kimberly ligh Hugo, seorang model papan atas yang sangat terkenal akan kecantikan dan tubuh profesionalnya.


Tapi mereka mengsayangkan, kasus yang di lakukan Kim pada sahabatnya sendiri, membaut pamor Kim di dunia medeling rusak. tapi mereka tidak bisa berbohong kalau kecantikan Kim benar-benar natural.


Kim tidak memperdulikan bisik-bisik para penghuni hotelnya, dia tetap berjalan menuju lift dan dia juga menulikan cibiran dan juga hinaan yang tertuju padanya.


"Lihat, bukankah itu, Kimberly ligh,? sang model yang melakukan kekerasan itu.?" tanya seseorang gadis yang sedang duduk di sofa yang disediakan di lobby hotel.


"Iya, itukan Kimberly." jawab wanita satunya lagi.


"dia cantik sekali. tapi sayang dia wanita gila dan terlalu posesif dengan tuan Malvin."


"Kau, benar dia wanita gila dan psikopat," ih sangat mengerikan."


"Iya, untung nona Lotte begitu baik hati, sehingga dia bisa bebas."


"Benarkah."


"Iya, kalau bukan karena nona Lotte, mana bisa wanita gila itu keluar dari penjara.


"Iya, ternyata nona Lotte begitu baik hati."


"Tapi tunggu sedang apa wanita itu kemari.?"


"Entah, mungkin dia ingin menjual dirinya, karena karirnya sudah hancur dan tentu suaminya sudah tidak mau lagi bersamanya."


"Kau, benar," hahaha."


Begitulah cibiran mereka yang samar-samar Kim dengar. Kim melirik sekilas dua wanita yang penampilannya sangat glamor itu.


"Cih, dasar wanita sampah." maki Kim dengan lirihan kecil.


"Jadi simpanan dari pria brengsek aja senang." cibirnya lagi dan kini dia sudah berada di dalam lift.


*


*


"Austin. kita batalkan saja pertemuan ini." perintah Keanu yang sudah jenuh menunggu.


"Sebentar lagi tuan." bujuk Austin.


"Apa, katamu." geram Keanu.


"Batalkan kerja samanya dan ayo kita pergi. dia begitu lancang membuatku menunggu." gerutu Keanu mulai berdiri dari duduknya dan bermaksud berbalik.


"Maaf tuan-tuan."