Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 134


"Bagaimana? Apa kau sudah mengirimkannya pada mereka.?" Tuan Lincol yang sedang menikmati sarapan paginya di balkon kamar sang putri, seperti yang biasa ia lakukan bersama Clara putri semata wayangnya. Tuan Lincol ingin mengenang masa-masa kebersamaannya bersama sang putri. Tuan Lincol bahkan, menyiap makanan kesukaan putrinya itu disana. Ia menikmati sarapannya sambil mengingat tingkah manja putrinya itu.


"Ting! Sendok dan garpu yang ada di tangan tuan Lincol terlepas, dengan kasar sehingga menimbulkan bunyi yang membuat bawahan menatap tuannya itu heran.


Tuan Lincol begitu kehilangan sosok putri kecilnya itu, dan ia akan membalas rasa kehilangannya ini pada keturunan Hugo dan Kato.


"Daddy, janji princess. Daddy akan membuat mereka merasakan apa yang kau rasakan, sayang."


"Tenanglah, disana nak. Daddy akan selalu merindukanmu disini."


"Patrick! Panggil tuan Lincol pada bawahan setianya.


"Saya, tuan,"


"Bagaimana.?" Tanya tuan Lincol.


"Sudah tuan," sahut Patrick, yang paham maksud bertanyaan tuannya itu.


"Bagus," ujar tuan Lincol dengan senyum miring.


"Bagaimana, dengan kedua manusia busuk itu.?! Tanya tuan Lincol kembali, tanpa melihat bawahnya.


"Mereka, aman tuan," jawab Patrick.


"Apa, Lucas sudah tiba.?"


"Sudah tuan. Tuan Lucas sedang berada di kamar."


"Apa, dia sedang bersama seorang, jaalang lagi.?"


"Iya tuan,"


"Cih! Anak itu. Kapan dia akan serius."


"Panggil dia kemari.!"


"Siap tuan,"


Tuan Lincol, hanya terdiam dengan tangan yang ia angkat untuk bawahnya itu untuk segera melaksanakan perintahnya.


Patrick pun meninggalkan sang tuan besar untuk memanggil adik tuannya itu, yang sedang bersenang-senang dengan beberapa wanita panggilan.


Lucas sendiri adalah adik tuan Lincol yang memimpin klen mafia Yamukade. Ia terkenal dengan jiwa brutalnya dan jiwa psikopat yang sangat mengerikan. Jangan lupa dia adalah pria dewasa yang sangat mengerikan. Dia akan menghabiskan waktu dalam sehari untuk bersenang-senang bersama para jaalangnya. Lucas pria dewasa berusia 40 tahun yang, akan melampiaskan jiwa psikopatnya pada jaaalang sewaannya.


"Clek!


"Ada apa! Sahut seorang pria, dibalik pintu dengan wajah mengerikan dan juga penampilannya yang sangatlah membuat bergedik.


"Glek! Patrick hanya bisa meneguk ludahnya kasar.


"Katakan! Sentak Lucas. Pria dengan perawakan mengerikan itu, menatap geram pada bawahan sang kakak.


"T-tuan Lincol memanggil anda, tuan muda.!" Pungkas Patrick dengan tubuh gemetar, pun nada bicaranya yang gugup.


Lucas menukik alis mata tajamnya. Tanpa menyahut ucapan Patrick, Lucas menutup pintu kamarnya kasar.


"Brakk! Pintu kamar itupun tertutup, yang membuat Patrick bernafas lega. Dia lebih suka melihat wanita cantik daripada menatap wajah tuan Lucas yang sangat mengerikan. Apalagi tadi yang wajah dan tubuhnya dipenuhi oleh cairan berbau amis. Dan Patrick sudah menebak kalau tuan psikopat baru saja, bersenang-senang dengan benda kesayangan dan juga wanita yang sangat, bernasib malang.


Patrick meninggalkan tempat itu dengan bergidik ngeri. Ia seakan berada di rumah berhantu.


"Pria yang sangat mengerikan.! Gumam Patrick.


"Duduklah.!" Perintah tuan Lincol pada adiknya itu.


Lucas dengan patuh menuruti pria di depannya dengan wajah dingin.


Penampilan Lucas kali ini sedikit rapi dengan rambut gondrong nya ia gulung ke belakang. Jangan lupa seluruh tubuh pria itu di penuhi tato. Dengan dua pasang anting menghiasi telinganya.


"Apa yang kau inginkan," Lucas memulai pembicaraan setelah mereka lama terdiam.


"Minumlah! Tuan Lincol menyerahkan secangkir minum berwarna hitam pekat pada sang adik.


Lucas menatap kakaknya dengan netra tajam. Wajahnya bahkan tidak memiliki ekspresi sedikitpun. Dia akan memiliki ekspresi wajah saat bersenang-senang.


"Aku lebih suka cairan merah," sarkas Lucas menolak pemberian sang kakak.


"Cobalah. Kau butuh hal-hal baru, dude," ujar tuan Lincol dengan senyum penuh arti pada adiknya.


"Katakan! Ujar Lucas dengan suara berat yang sangat mengerikan.


"Kau, memang adikku yang pengertian."


"Kau mengganggu kesenanganku hanya ingin mendengar ucapan berbelit-belit mu.?"


"Tidak!


"Jadi, katakanlah,"


"Aku masih ingin bersenang-senang. Pasti kau tau kalau aku tidak akan pernah puas melakukannya hanya sekali."


"Ya. Aku tau,"


"Jadi katakanlah, jangan sampai aku melemprkan mu,kebawah sana."


"Bersiaplah, kita akan menyambut kedatangan seseorang yang paling kau inginkan."


"Siapa?


"Keturunan ligh Hugo.!"


"Mereka masih hidup.?


"Hum. Dia juga yang menghabisi nyawa putriku dan Carol.


"Mereka lawan yang setimpal berarti."


"Apa kamu tidak penasaran siapa keturunan, ligh Hugo.?"


"Siapa?


"Kimberly ligh Hugo."


"K-kimby?


"Hum!


"Kau masih mengingatnya.?"


"Aku, tidak akan melupakannya. Dia wanita yang sudah membuatku menderita."


"Sekarang, bersiaplah. Kita akan menghadapi mereka ."