Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 154


"APA!


Arthur, Kim , mommy dan Larry bersamaan terpekik saat mendengar ungkapan si tengil Nathan.


Jenny dan Nathan kini, menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di ruangan makan.


Pasangan baru ini, mengungkapkan keingin mereka dan meminta restu kepada mommy Gabriela untuk melangsungkan acara pernikahan satu bulan lagi.


Ungkapan kedua pasangan itu membuat semua orang tersedak kaget.


Mereka masing-masing memperlihatkan raut wajah berbeda saat mendengar ungkapan pasangan bermata empat ini.


Kim menajamkan maniknya ke arah pasangan yang saling berpegangan tangan itu.


Kim memicingkan matanya dengan lekat ke arah sahabatnya, yang terlihat merona malu dan salah tingkah.


Kim menghela nafas panjang. Ia lantas mendekati sahabatnya itu dan langsung memeluknya.


"Selamat,! Ucap Kim dengan rona bahagia.


"Kau, setuju.?" Tanya Jenny.


"Apa kau bahagia,?" Kim membalikkan pertanyaan.


"Iya, aku sangat bahagia,"


"Syukurlah. Berarti aku tidak ada alasan melarang mu, yang penting kau bahagia maka aku akan selalu mendukung dirimu," ujar Kim tulus


"Terimakasih! Lirih Jenny dengan mata berkaca-kaca.


"Hm! Semoga kau selalu bahagia."


"Jangan khawatir. Dia akan selalu bahagia bersamaku," Nathan menyela obrolan Kim dan Jenny. Ia merangkul pundak kekasih itu dengan sayang.


"Hm. Jangan sampai kau mengkhianati, sahabat ku. Kalau itu sampai terjadi maka benda berharga mu akan lenyap." Ucapan Kim membuat mata Nathan melotot.


"A-apa?" Tanya Nathan gugup.


"Nanti juga kau akan tau," cibir Kim dan mencebikkan bibirnya ke arah Jenny.


"Baby. Apa yang dimaksud benda berharga.?"


"Entahlah!


"Oh, baby. kau sungguh menyebalkan."


"Aku mencintaimu," bisik Jenny.


"Ehem! Tiba-tiba mommy Gabriela yang sedang duduk di dekat mommy Caroline berdehem.


Ia menatap sang keponakan lacknat nya itu.


Ia menatap sinis kearah Nathan, membuat sang keponakan bingung melihat tingkah mommy Gabriela.


"Mommy, tidak setuju." Sentak sang mommy.


"What! Pekik semua orang. Kecuali mommy dan Daddy Kim.


Dengan segera Nathan mendekati mommy Gabriela, dengan wajah shock atau lebih tepatnya raut wajah tidak terima.


"Mommy ku sayang, apa yang kau katakan." Nathan menggelayut manja kepada mommy Gabriela.


"Yang tadi mommy bilang."


"Tapi mommy, kami saling mencintai," rengek Nathan.


"Cih! Menggelikan." Cibir Arthur yang sibuk menyuapkan sarapan istri tercintanya.


"Diam kau, sepupu lacknat,!" Hardik Nathan.


"Sudahlah, mom biarkan dia menikah," ujar Arthur tiba-tiba yang membuat senyum Nathan terbit di bibirnya.


"Mommy, tetap tidak setuju,"


"Mom! Sahut Arthur dan Nathan bersamaan.


"Mom, tidak akan setuju, ka, …." Mommy sengaja menggantung ucapannya, ingin melihat wajah semua orang


semua nya melihat mommy Gabriela dengan mimik penasaran,. sementara Jenny dan Nathan saling berpegangan tangan dan merapalkan doa.


"ayolah mom. jangan buat kami semua penasaran." sela Arthur dan di anggukkin semua orang.


"kalau, kalian tidak mengadakan acara pernikahan meriah." ucap mommy Lalu terbahak.


"mommy! pekik semuanya.


"oh astaga. aku suka tampang, Nathan yang tegang." mommy Gabriela terkekeh.


"mommy! terimakasih." Nathan dan Jenny mendekati mommy dan langsung memeluk, wanita setengah baya itu.


"hm! semoga kalian bahagia," ucap mommy tulus dan mengecup kening keduanya saling bergantian.


"Aku, janji mom. akan membahagiakan kekasih ku." sahut Nathan.


"itu harus, kalau tidak, mom akan menjodohkan Jenny dengan orang lain."


"tidak! pekik Nathan.


"Jenny ku hanya milikku." ujar Nathan. ia meraih tubuh Jenny dan memeluknya fosesif.


"cih! kembali Arthur terdengar berdecih.


"Aku sudah kenyang, sayang." Kim menolak suapan terakhir sang suami.


"Ini, yang terakhir, okusan." jawab Arthur.


"Tidak! tolak Kim, sambil menggeleng.


"Okusan.!"


"Okusan.! geram Arthur. ia ingin menerkam bibir istrinya itu. tapi mommy Gabriela dengan cepat menarik rambut putranya.


"Hey. kau mau apa anak nakal.?! cetus mommy


"aku hanya ingin mencium istriku, mom." sahut Arthur sambil mengusap kepalanya.


"sakit? bisik Kim.


"hm! gumam Arthur dengan di iringi anggukkan.


Kim Lalu mengusap-usap kepala sang suami dengan lembut dan penuh cinta.


"aku mencintaimu," bisik Arthur dan mengecup pipi merona Kim.


"aku juga mencintaimu." balas Kim.


"ck! dasar pasangan tidak tahu tempat." sekarang giliran Larry yang mencibir ke arah Arthur.


"Apa, kau tidak ingin menikah juga, nak.? mommy Gabriela menatap Larry dan bertanya padanya.


"uhuk, uhuk, uhuk."


Larry dan Lusi terbatuk bersamaan, ketika mendengar pertanyaan, mommy.


"minumlah! Jenny menyerahkan segelas air minum kepada Lusi. pun Kim memberi segelas air putih kepada sang kakak.


"hati-hati, kakak.!" ujar Kim.


"terimakasih." balas Larry.


"Kalian ada hubungan," lagi-lagi pertandingan mommy kembali membuat Larry dan Lusi tersendat ludah mereka sendiri.


"sepertinya begitu," sela Arthur sambil meletakkan jari telunjuknya di dagu lancip pria itu.


"apa? Nathan bertanya.


"si Julio dan Lusi." bisik Arthur.


"mereka, ...." Nathan tidak melanjutkan ucapannya tapi kini jarinya yang memberi kode kepada Arthur.


"bukan itu bodoh." Arthur memukul belakang kepala Nathan.


"sakit sipit," adu Nathan sambil mengusap kepalanya.


"baby sakit," rengek Nathan manja.


"Dasar! cebik Arthur.


"baby! Nathan mengelayun manja di lengan sang wanita.


sementara Arthur tidak mau kalah ia juga melakukan hal yang sama pada istrinya, yang sedang menyuapi sang mommy dan Daddynya.


sedangkan Larry dan Lusi terlihat salah tingkah, saat mendapatkan tatapan lekat dari mommy Gabriela.


"katakan! apa kalian ada hubungan sesuatu.?" kali ini mommy Gabriela, bertanya dengan mimik wajah serius.


"katakan, saja kakak ipar." Arthur menimpali percakapan mommy dan Larry.


"diam kau adik ipar, lacknat,!" erang Larry tertahan.


"jadi, kalian tidak memiliki hubungan.? kali ini Nathan yang ikut menimpali percakapan mommy Gabriela.


"syukurlah.!" ujar Nathan, yang tiba-tiba mendapatkan tatapan horor dari wanitanya.


"I-itu, baby. Kenzie menitipkan salam kepada, Lusi.?"


"Kenzie! semua orang membeo mendengar ucapan Nathan.


"iya, mom. Kenzie pengawal Arthur." Nathan mengiyakan perkataan semua orang.


"Dia mengatakan sudah jatuh cinta pada, Lusi." celetuk Nathan sambil menyuapkan sarapannya.


"Dia juga ada di sini," cetus Nathan lagi, tanpa mempedulikan raut wajah Larry.


"Oh iya. dia meminta nomor telepon mu." bisik Nathan tapi dapat di dengar oleh semua orang.


"kau memberikannya.?" tanya mommy sambil melirik Larry.


"hu'um." sahut Nathan.


sementara Lusi hanya bisa tertunduk malu.


apalagi melihat tatapan tajam Larry kepadanya.


dan tiba-tiba ponsel Lusi berbunyi, membuat semua orang menatap ke arahnya.


"siapa? tanya mommy.


Lusi menggeleng, " tidak tahu, sepertinya nomor baru, mom." sahut Lusi.


"Mungkin saja itu, Kenzie," potong Nathan.


"benarkah?! ujar mommy antusias.


"hm! angkat saja,"


" Coba angkat, sayang." pinta mommy Gabriela.


Lusi mengangkuk kepalanya patuh. dia tidak memperhatikan berubahan raut wajah Larry.


Lusi pun menggeser tombol hijau di ponselnya dan bersiap meletakkannya di telinga wanita imut itu.


tapi sebuah tangan kekar merampas ponsel miliknya dan membuangnya kesembarangan arah.


Membuat semua orang di ruangan makan membolakan mata mereka.


"cih! munafik." cibir Arthur dan Nathan.