Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 153


"Clek!


"Mommy! Pekik Kim saat melihat mommy Gabriela muncul di balik pintu.


"Pagi, sayang." Sapa mommy Gabriela dan mencium kedua pipi menantu kesayangannya itu.


"Selamat pagi juga, mom." Balas Kim.


"Bagaimana kabarmu, sayang.?" Tanya mommy Gabriela, sambil melirik sahabatnya yang sudah rapi.


"Baik, mom," jawab Kim dengan tersenyum manis.


"Syukurlah! Ucap mommy Gabriela tulus dengan tangannya yang membelai rambut Kim sayang.


"Bagaimana, kondisi mereka.?" Mommy Gabriela berjalan mendekati kedua sahabatnya yang sedang duduk di kursi roda.


Wajah ceria Kim berubah sendu, mendengar pertanyaan mertuanya itu.


"Entahlah mom," jawab Kim dengan wajah sedih.


Mommy Gabriela tersenyum kepada menantunya itu. "Kemarilah, sayang," panggilannya.


Kini Kim dan mertua nya itu berjongkok di depan mommy Caroline.


"Kau, harus tetap bersyukur, sayang karena mereka masih ada bersama kita. Meskipun dalam keadaan seperti ini. Mommy berharap tetaplah bersabar dan jangan putus asa. Semua membutuhkan proses, sayang." Mommy Gabriela mencoba membesarkan hati sang menantu kesayangannya itu.


"Iya, mom." Jawab Kim.


"Lihatlah, wajah mereka sedikit demi sedikit sudah berubah, beda waktu pertama kali menemukan mereka." Ujar mom, Gabriela.


"Iya, mom."


"Kau harus tetap yakin, kalau suatu hari mereka akan pulih."


"Dukung terus mereka dengan senyuman dan kasih sayang kalian. Jangan pernah memperlihatkan wajah sedihmu yang akan membuat mereka tertekan. Teruslah tersenyum kepada mereka dan ajak mereka berbicara." Ucapan nasehat mom, Gabriela membuat Kim merasakan kelegaan dan juga harapan.


"Hey! Caroline, Damian." Sapa mommy Gabriela kepada kedua sahabatnya.


Mommy Gabriela meraih kedua tangan sahabatnya dan menggenggamnya erat. Mommy Gabriela menatap sendu kedua wajah sahabatnya secara bergantian.


Wanita setengah baya itu, mulai terisak melihat kondisi kedua sahabatnya. Untung dia menyuruh Kim keluar tadi, kalau tidak pasti menantunya biru akan menertawainya.


"Maaf! Aku terlambat menolong kalian." Lirih mommy Gabriela dengan tatapan teduh menatap mommy Caroline.


"Maaf! Seandainya waktu itu aku menolak perintah mu. Mungkin kalian tidak akan seperti ini. Seharusnya kau tidak memaksa ku pergi, Caroline. Seandainya aku memaksa menolak kalian akan masih seperti dulu." Ujar mommy Gabriela dengan menangis pilu.


"Seharusnya, aku menolak perintah kalian." Ujar mommy Gabriela lagi dengan isakan pilu. Ia menaruh kepalanya di pangkuan sahabatnya Caroline.


"Maafkan aku juga yang terlambat menemukan, kalian."


"Aku mohon bangkitlah dan pilihlah, setidaknya demi anak-anak kalian."


"Mereka masih membutuhkan kalian."


"Jangan terlalu membuat mereka, bersedih."


"Sembuhlah, Damian! Jangan membuat pengorbanan, Cedrik suamiku sia-sia."


"Dia, rela kehilangan nyawanya demi menyelamatkan mu dan juga anak-anak kalian. Jadi aku mohon sembuhlah dan kita akan bersama-sama lagi seperti dulu, meskipun tanpa Cedrik." Ishak mommy Gabriela pun makin menyesakkan.


"Aku, sudah menepati janji kita, untuk menjodohkan putri kesayangan kalian dengan putraku yang manja. Dan sekarang mereka kini sudah bahagia, mungkin tidak lama lagi kita akan mendapatkan cucu dari mereka." Mom Gabriela terlihat tersenyum sambil menghapus air matanya.


"Lekaslah pulih. Dan kita akan bersama-sama merawat cucu kita," bisik mom Gabriela kepada kedua sahabatnya yang hanya terdiam dengan pandangan kosong.


Mommy Gabriela menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Ia membelakangi kedua sahabatnya itu dan membersihkan wajahnya dari jejak isakannya tadi.


Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka dan memperlihatkan sosok pria sipit dengan wajah sumringahnya.


"Mommy!


"Aku merindukan mu."


🌹 jangan lupa untuk meninggalkan jejak jempol kalian bestie ku semua 😍 dan juga tinggalkan komentar kalian di kolom komentar πŸ€—β˜ΊοΈπŸ˜πŸ₯°