Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 166


Netra biru kehijau-hijauan itu, kini menghunus tajam kepada seorang wanita yang mengaku sedang mengandung anaknya.


Sedangkan Kelly, wanita yang sudah membuat malam pertunangan Larry hancur hanya terdiam dan tersenyum sinis.


Wanita itu tidak merasa terancam sedikitpun, meski keadaannya sekarang dalam bahaya.


Ia yang sekarang sedang dalam tahanan bawah tanah milik Larry. Dengan kedua tangan terikat pun kedua kakinya.


Kelly bahkan melemparkan senyum sinis kepada Larry yang terlihat menahan amarahnya.


Kelly tertawa puas saat melihat wajah putus asa Larry, karena kehilangan wanita yang ia cintai.


"Apa tujuan kamu melakukannya," tanya Larry dengan nada dingin dan aura menakutkan.


Tapi tak sedikitpun Kelly takut ia hanya berdecak dan menata remeh ke arah Larry.


"Kau, sudah mengetahuinya ternyata," ujar Kelly dengan nada sinis.


"Ya, aku sudah tau semua kebohonganmu, jaalang," bisik Larry yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kelly.


"Aku, bukan jaalang, sialan," hardik Kelly.


"Cih! Kalau bukan jaalang terus sebutan apa yang pantas untuk wanita murahan sepertimu, yang mengaku hamil dan menghancurkan kebahagian kami. Katakan sebutan apa yanh tepat buat wanita jaalang seperti," sarkas Larry.


"SUDAH AKU BILANG, AKU BUKAN JAALANG,!! Teriak Kelly.


"Kalian pantas menerimanya. Kalian semua berbahagia di atas penderitaan kakak dan karena kalian kakak harus mengakhiri hidupnya. Ini semua karenamu yang sudah merebut gadis yang di cintai kakakku. Jadi terima saja penderitaan mu," ungkap Kelly dengan wajah penuh dendam.


Larry menatap sengit pada wanita di hadapannya. Ia tidak menyangka bisa kecolongan seperti ini. Seharusnya ia memberikan pengawasan ketat di malam pertunangan mereka.


"Intinya, kamu sengaja melakukan ini,?" Tanya Larry.


"Sepertinya begitu," celetuk Kelly dengan santai.


"Kurang ajar! Dasar wanita licik,!" Bentak Larry.


"Tapi sayangnya aku menikmati, kesengsaraan keluarga kalian," ujar Kelly dengan terkekeh.


"Kalian, pantas menerimanya,"


"Kalian berbahagia di atas penderitaan kakakku dan juga duka ku," pungkas Kelly yang tidak memiliki rasa takut sedikitpun.


"Kalau, begitu aku akan memberitahukan mu arti rasa kehilangan," ujar Larry dingin.


"A-apa maksudmu," ujar Kelly dengan wajah mulai pias dan nada bicaranya yang semula sombong kini menjadi panik.


"Anak dan suamimu," bisik Larry dengan nada penuh ancaman.


Mata Kelly melotot ia nampak kaget, tubuhnya pun membeku. Ia menatap Larry tajam.


"Jangan coba-coba menyentuh mereka, sialan,!" Teriak Kelly.


"Semuanya tergantung kau, nona. Jawa anak dan suamimu ada di tanganmu," ujar Larry.


"Apa mau,"


"Aku, rasa kau sudah tahu apa yang ku inginkan.


"Cih. Itu tidak akan mungkin."


"Dan mungkin saja nyawa orang-orang kesayanganmu hari ini END,"


"Jangan menyentuh mereka."


"Maka tolong kerjasamanya, nona."


"Aku, tidak tahu." Elak Kelly.


"Aku juga tidak tahu nyawa anak dan suamimu bagaimana,?" Ujar Larry penuh ancaman.


"Kau, tutup mulut dan keduanya juga akan tutup mulut untuk selamanya, dan kau akan menderita disini selamanya," sarkas Larry.


"Jangan. Aku mohon jangan lakukan itu pada mereka," mohon Kelly dengan wajah khawatir.


"Maka katakanlah," pinta Larry.


"D-dia ada di, …." Ungkap Kelly terhenti saat ponsel wanita yang kini sedang terikat berbunyi.


Larry memberi kode kepada salah satu anak buahnya, untuk mengambil ponsel Kelly dan menyerahkannya kepadaku.


Wajah Kelly bertambah pucat dan gemetar saat


Larry menatap ponselnya dengan lekat dan tajam, ia pun menunduk takut ketika Larry melayangkan tatapan mematikan padanya.


"Halo." Terdengar suara pria di seberang sana.


"H-halo," sahut Kelly terbata.


"Kau, kenapa,?" Tanya pria yang ada diseberang sana.


"Tidak apa-apa," Jawab Kelly.


"Apa kau sedang bercinta,?" Terdengar kekehan di seberang sana.


"Aku juga sudah tidak sabar untuk bercinta dengan gadisku ini," imbuhnya dengan nada mesum dan terdengar suara seorang wanita yang ketakutan di seberang sana.


Larry jelas mengenali suara lembut yang penuh ketakutan itu. Ia menggenggam ponsel Kelly dengan sangat erat membuat benda itu retak seketika.


Kelly tersentak kaget dan ia pun berubah pias saat tatapan Larry semakin mengerikan.


Apa lagi terdengar suara gadis yang meronta dan meminta tolong di seberang sana.


"Apa yang kau inginkan," tanya Kelly yang berusaha menahan rasa takutnya.


"Kau, tidak akan datang di acara pernikahan ku malam ini, Kelly. Kau tidak ingin melihat adik tirimu ini menikah dengan ku." Perkataan pria di sana membuat kesabaran Larry hilang.


Larry melemparkan ponsel Kelly dan ia menjambak rambut wanita itu dan memberikan tamparan keras di kedua pipi Kelly.


"Berani-beraninya, kau mempermainkan kami, jaalang," amuk Larry. ia menendang kursi yang di duduki Kelly, hingga terjungkal kebelakang.


"brak!


"akhh! ringis Kelly.


"Katakan, dimana pria brengsek itu," tanya Larry dengan nada penuh amarah.


"Katakan, jaaalang," teriak Larry.


Kelly hanya terdiam membisu. sebisa mungkin ia mengulur waktu agar pernikahan Kenzie dan Lusi terlaksana.


setelah itu baru ia akan memberitahu kepada Larry. ia tidak akan pernah rela sang adik tirinya itu mendapatkan yang lebih dari pada dirinya.


ia yang mengetahui kalau sang adik tiri hidup mewah di kediaman Hugo dan menjalin hubungan dengan salah satu, pewaris perusahaan terkenal di kota Paris merasa tidak terima.


ia yang di kuasai oleh rasa iri hati terhadap kehidupan Lusi sang adik tiri yang begitu nyaman, merasa tidak rela dan ia ingin menghancurkan adik tirinya itu.


jadilah Kelly berkerjasama dengan Kenzie untuk menghancurkan acara pertunangan Lusi dan Larry.


setelah mereka berhasil, Kenzie menyekap Lusi yang entah di mana.


dan Kelly hidup di kediaman Hugo dengan kenyamanan yang hakiki atas pengakuannya yang sedang mengandung anak Larry.


seluruh keluarga besar Hugo, dengan terpaksa menerima wanita licik itu. karena mereka mendapatkan ancaman dari Kelly yang akan mengumumkan berita kehamilannya dan juga perlakuan keluarga Hugo kepadanya.


Kimberly sendiri hanya bisa mengawasi wanita licik ini dalam diam. ia tidak ingin ceroboh, bisa-bisa nyawa Lusi dalam bahaya.


Kelly yang merasa bahagia dan tersenyum puas atas rencananya berhasil. dan ia bisa merasakan hidup mewah di kediaman Hugo.


ia juga beberapa kali mencuri benda-benda berharga di dalam kediaman Hugo. ia pikir tidak akan ada yang menyadari perbuatannya.


tapi pemikirannya salah, karena semua sudut mansion sudah di pasangi kamera tersembunyi.


Kelly adalah saudara tiri Lusi. anak dari suami kedua ibu kandung lusi. seorang gadis yang selalu berbuat semena-mena kepada Lusi dan selalu iri akan kecantikan Lusi.


dia jugalah penyebab Lusi di tahan di penjara, akibat jebakan licik yang Kelly lakukan terhadap adik tirinya itu.


Kelly gadis yang selalu ingin hidup mewah, akan tetapi kehidupan mereka sangatlah meralat.


oleh karena itu ia rela menjadi simpanan para pria tua, hingga ia hamil dan memiliki seorang anak perempuan.


Kelly juga sudah menikah dengan seorang pria yang sangat ia cintai. tapi sayang pria itu hanyalah seorang pengangguran dan pemabuk.


"Tuan, kami sudah menemukan lokasi nona, Lusi," lapor salah satu anak buah Larry.


"habisi wanita ini, berikan dia kepada anggota lainnya. biarkan mereka menjadikannya bahan giliran," perintah Larry.


Kelly hanya bisa berteriak dan menyumpahi Lusi dan Larry.


ia juga berusaha untuk melepaskan diri tapi nihil dirinya sudah di seret kesuatu ruangan. dan menjadi bahan hiburan para anak buah Larry.


sementara Larry kini sedang menuju tempat penyekapan Lusi.


Larry berjanji tidak akan melepaskan pria brengsek yang sudah membawa kabur gadisnya.


"Cepatlah,!" hardik Larry kepada sang sopir.