Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 49


"Semoga, kerja sama kita berjalan dengan lancar tuan, Keanu Adrian Adam." ucapan demi ucapan yang keluarkan dari mulut Kim, bagaikan melodi yang mampu menggetarkan relung hati seorang Keanu Adrian Adam, sang Casanova terkenal di dunia jaalang. meskipun ucapan Kim bernada dingin dan jangan lupa wajah datar Kim, tapi bagi Keanu wajah datar, tanpa ekspresi Kim sangat mengagumkan dan mempesona.


"Tuan, Keanu." seru Kim, mengejutkan pria itu dari rasa pesonanya pada mahluk cantik di depannya, yang sedang mencebikkan mulutnya. ingin rasanya Keanu membawa bibir tebal itu ke bibirnya dan merasai rasa manis bibir yang hanya di polesi warna alami menggoda.


"Ehem," Keanu berdehem untuk meredam rasa gugup dan juga rasa kagumnya.


"Iya, semoga kerjasama kita lancar, sampai ke altar." balas Keanu tanpa sadar.


"eh, … maaf. maksud saya sampai mencapai sukses." sambung Keanu dengan wajah gugup plus salah tingkah.


"Sial. kenapa aku jadi konyol seperti ini. ayolah Keanu. ingat kau adalah sang billionaire sukses yang di gilai banyak wanita, maka tunjukkanlah pesona rupawan mu pada sosok peri es di depan mu ini." Keanu bermonolog dalam hati, memberikan semangat pada dirinya sendiri. bahwa dia mampu membuat peri es di depannya mencair.


"Ok, kalau begitu meeting ini kita tutup dan senang berkerjasama dengan anda tuan-tuan." dengan ramah Kim menutup meeting itu dengan menghabiskan waktu tiga jam lamanya.


Tapi lain halnya dengan Keanu, baginya dia baru saja menikmati wajah cantik, yang ada depan matanya itu.


"Sama-sama, nona Kim. kami juga senang berkerja sama dengan perusahaan anda, bukan begitu tuan." Austin dengan terpaksa menggantikan sang bos, membalas ucapan Kim, karena sejak tadi tuanya itu hanya terdiam seperti orang idiot.


"Ah, iya semoga kita bisa bertemu lagi." balas Keanu yang wajah binar penuh harap.


"Semoga, kita tidak bertemu lagi. dasar pria menjijikkan.!" maki Kim dalam hati. ayolah sejak tadi Kim ingin mencongkel mata tajam Keanu, kalau saja jenny tidak memberi peringatan padanya.


"Kalau, begitu kami permisi, tuan-tuan." Jenny dengan segera berpamitan, dia tidak ingin kontrak kerjasama mereka batal, dengan sikap kasar Kim yang sudah mulai berasap.


"Kalau, nona Kim tidak keberatan, bisakah kita makan siang bersama? kebetulan sekali ini, sudah waktunya makan siang nona, peri, … ehe maksud saya nona, Kim." dengan senyum manis yang mampu meluluh lantakkan hati para wanita, Keanu mengajak Kim untuk makan siang bersama, sambil melirik jam mewah yang bertengger di tangan kanannya.


"Tidak." balas Kim, pendek , jelas, dingin dan jawaban yang membuat senyum penuh pesona Keanu surut.


"Maaf, tuan Keanu, mungkin lain waktu kami bisa makan siang bersama dengan anda." jenny dengan segera menyela ucapan Kim, yang tentu saja ucapan yang sangat sarkas dan pedas.


"benarkah, kalau begitu saya akan menunggu dengan setia waktu anda nona, Kim." saut Keanu, dengan wajah yang kembali berbinar.


Sedangkan Kim hanya mencebikkan mulutnya dan menyorot Keanu datar dan mendelikkan matanya tidak suka.


Kim hanya mengedikan bahunya acuh dan melangkahkan, kaki panjangnya kearah pintu ruangan itu. tanpa mengucapkan sepatah kata pun Kim sudah menghilangkan dari ruangan meeting room tersebut, meninggalkan tiga pasang mata yang membulatkan mata mereka dan mengangakan mulut ketiganya.


"Ehem," jenny berdehem dan tersenyum kikuk kepada tuan Keanu dan asistennya. dengan rasa malu dan tidak enak jenny meminta maaf atas sikap nona Boss-nya.


"Sekali lagi, saya minta maaf tuan-tuan, atas sikap nona saya. dan saya berharap anda bersedia berkunjung ke perusahaan kami." meskipun akan mendapatkan masalah nantinya, jenny dengan terpaksa menawarkan Keanu untuk mengunjungi perusahan models Paris Hugo.


Agar sang billionaire di depannya tidak merasa di remehkan dan dipermalukan atas sikap tidak sopan nona-nya.


"Ah, dengan senang hati kami menerima ajakan anda nona." segera Keanu menyanggupi permintaan jenny, yang tidak akan mungkin Keanu sia-siakan.


"Terimakasih dan saya permisi, tuan-tuan." ujar jenny ramah dan pamit kepada dua pria tampan di depannya.


Keanu dan Austin hanya mengangguk dan membalas senyum ramah jenny.


Jenny pun keluar dari meeting room itu dan segera menyusul Kimberly sang nona arogan bermulut pedas dan setajam silet itu.


"Awas kau Kimberly ligh Hugo." erang jenny dengan wajah kesal plus malu.


"Astaga, baru kali ini aku bertemu wanita yang menolak pesona rupawan ku. Apakah aku kurang tampan hari ini. atau aku melupakan salah satu ritual pagi ku hari ini.?!" Keanu menelisik penampilannya di dinding kaca di ruangan itu.


"Sempurna. tapi kenapa dia tidak terpesona seperti wanita-wanita lainnya.?" gumamnya sambil memeriksa penampilannya sekali lagi.


"Oh God, wajah datarnya sangat mempesona dan sikapnya sangat menantang."


"Sepertinya aku harus meluluhkan peri es itu." ujarnya dengan seringai penuh arti terpatri di bibir tebal nan seksi itu.


Sedangkan sang asisten Austin, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kenarsisan, tuan mudanya itu dan sikap Casanovanya yang tidak pernah hilang.


"Sepertinya, sang peri es tidak akan mudah mencair." gumam Austin.