Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 57


"Ting."


Benda ditangan Lotte terjatuh dan menimbulkan bunyi yang menghilangkan kesunyian dan mengembalikan kesadaran Lotte dari keterkejutannya.


"A-apa ini." tanya linglung.


Bersamaan itu juga suara teriakan mengalihkan penglihatan Lotte kearah pintu yang terbuka secara tiba-tiba.


"Akkhh." teriak seorang suster wanita yang begitu terkejut dengan apa yang di lihatnya.


Suster itu membekap mulutnya dengan sebelah tangannya.


Tidak lama kemudian teman-temannya berdatangan, saat mendengar suara teriakan nyari yang membuat koridor di depan kamar VVIP itu menjadi ribut. sama dengan temannya yang pertama, mereka begitu shock atas apa yang mereka lihat. seorang pasien yang bersimpuh darah dengan keadaan yang bisa membuat kita mual. dan seorang wanita terduduk dengan keadaan berantakan dan tangannya penuh darah.


Lotte mengelekkan kepalanya dengan wajah pucat dan gugup.


"B-bukan, aku yang melakukannya, ta-tapi dia, …." ucapan Lotte terhenti saat menyadari tiada siapa-siapa di sana selain dirinya dan juga Malvin yang sedang terkapar.


Para suster mengabaikan Lotte, mereka dengan segera melakukan pertolongan pertama pada Malvin. mereka kembali terkejut saat melihat keadaan Malvin dari dekat dan salah satu dari mereka hampir berteriak.


"Mengerikan," ujar salah satu suster itu, yang melihat potongan lidah Malvin dan juga benda keramatnya.


"Aku, tidak melakukan, … b-bukan ak, …." perkataan Lotte kembali terhenti di udara saat beberapa dari pihak kepolisian datang.


Lotte membeku dan bergeming di tempatnya, kejadian yang dia lihat benar-benar membuatnya terlihat bodoh.


"Maaf, nona Charlotte Simpson, kami harus mengkap anda atas tuduhan penganiayaan dan pembunuh." lugas salah satu dari mereka, yang memiliki jabatan tinggi.


"Aku, tidak melakukan, bukan aku pak, tapi wanita itu, wanita mengerikan itu yang melakukannya, pak." ujar Lotte, dengan racauan dan berusaha mengelak.


"Aku, mohon pak, bukan aku."


"Lepaskan, bukan aku yang melakukannya, pak."


"Lepas."


Lotte berusaha mengelak dan memberontak saat akan di bawah kekantor polisi. dia bahkan sudah histeris seperti orang tidak waras dengan keadaan yang sangat mengerikan. pakaiannya penuh darah dan juga tangannya.


polisi yang lain memasuk bukti, berupa pisau yang di gunakan Kim tadi kedalam plastik putih.


Mereka membawa bukti itu ke kantor polisi bersama dengan Lotte.


Lotte masih berusaha berontak dan mengelak, tapi usahanya sia-sia karena kedua tangannya sudah di borgol.


Dari sudut lain seorang wanita tersenyum puas akan rencana yang ia buat. dan wanita itu bahkan menatap Lotte sinis dan penuh kebencian.


"Kau, begitu mengerikan. sampai-sampai isi perutku keluar semua karena mu." gerutu jenny.


Kini mereka sedang berada di sudut koridor itu yang tidak jauh dari kamar rawat Malvin.


"Tapi bagiku itu sangat menyenangkan." saut Kim santai.


"You crazy, Kim." maki jenny. meninggalkan Kim sendiri disudut sana.


"Terimakasih, pujian jenny." balas Kim.


Jenny tak menjawab, tapi wanita itu menoleh dan mengarahkan jari tengahnya kepada Kim. dan memberi umpatan tanpa suara.


Kim hanya tersenyum miring dan menatap tajam pada kamar pasien Malvin.


"Ini, semua karena kalian yang membuat ku seperti ini." gumam Kim dan mengikuti langkah jenny meninggalkan sudut koridor itu.


Sedangkan Malvin sejak tadi di larikan keruang ICU, dan para tenaga medis melakukan pertolongan pertama pada Malvin. kondisi Malvin sekarang kembali kritisi karena kehabisan banyak cairan merah dari tubuhku.


Para dokter pun ikut terkejut dengan apa yang mereka lihat saat menemukan bekas potongan pada Indra pengecap malvin dan juga pada inti tubuhnya.


Mereka sangat yakin sang pasien akan sangat terpukul atas kehilangan benda kesayangannya. ayolah, siapa yang akan terima kalau benda yang kita banggakan harus habis terpotong setengah.