Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 162


"Mommy, hari ini bahagia sekali," seru mommy, yang wajahnya berbinar bahagia.


"Mommy, akan mendapatkan cucu perempuan empat dan laki-laki satu," girang mommy sambil bertepuk tangan.


"Mommy, hanya tinggal berdoa. Semoga mata cucuku tidak sipit," ujar mommy yang diselingi senyum jahil.


"Memangnya, kenapa kalau mata mereka sipit." Arthur si daddy sipit mengajukan protes.


"Tidak ada," balas mommy tidak acuh.


"Mommy tega menghina anak sendiri," keluh daddy sipit.


"Mommy tidak fitnah, son," ujar mommy.


"Fitnah apa,?" Tanya semua orang kecuali Larry.


"Memfitnah mu sipit," sahut mommy.


"Mata aku memang sipit,?" Arthur menimpali sahutan mommy dengan wajah bingung.


"Masalahnya, kamu tidak terima dikatain sipit, son." Mommy terdengar menekan perkataannya di akhir kalimat.


"Itu, karena aku tidak suka," sela Arthur sambil membuang pandangannya ke arah samping.


"Cih! Si calon daddy empat mata berdecih.


"Yang penting mereka selamat dan sehat." Kim ikut menyahuti perdebatan antara, mom dan sang anak.


"Hm, yang paling penting mereka sehat dan selamat," sela Arthur yang merangkul pundak Istrinya mesra.


"Semoga, dia juga sehat." Kim kini mengusap perut Jenny yang mulai terlihat menonjol.


"Hm! Gumam Jenny, yang sibuk menghabiskan cemilannya.


Nathan hanya bisa menghela nafas panjang melihat sang istri yang nafsu makannya makin besar setiap harinya.


Nathan hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan sang istri.


Ia tidak ingin masa depan adik tirinya terancam puasa, bila Nathan mengabaikan keinginan istri imutnya itu.


"Sebaiknya, kalian semua istirahat," perintah mommy kepada anak-anaknya.


"Baiklah, mom," sahut semua, kecuali Larry yang hanya terdiam sejak tadi.


para pasangan suami-istri itu pun melangkah kearah kamar mereka masing-masing, setelah memberi kecupan kepada sang mommy.


Kim tidak melupakan memberikan kecupan di pipi Larry dan memberikan sang kakak sebuah kata-kata dukungan.


Larry hanya bisa tersenyum mendengar, nasehat-nasehat adik perempuan yang sangat di sayanginya itu.


"istirahatlah, nak," mommy Gabriela yang masih berada di ruangan keluarga mencoba menghibur pria tampan yang sedang rapuh.


"Nanti, mom," jawab Larry dengan wajah sendu.


mommy Gabriela mendekati putra sahabatnya, yang terlihat rapuh dan menderita.


"Sabarlah, nak." mommy mengusap bahu Larry dengan lembut dan pelan.


"Tapi, ini terlalu menyakitkan, mom," keluh Larry.


"mommy, tau, son. tapi kau tidak harus terus seperti ini. ingat dia mengandung benihmu," ujar mommy Gabriela.


"percayalah, padaku, mom. aku tidak pernah melakukanya kepada wanita, sialan itu. aku juga tidak mengenal dia, mom.!" Larry mengacak rambut yang kini mulai memanjang.


"mommy percaya, son. tapi alangkah baiknya kau mencari tahu tentang kebenarannya, dan jangan membuang waktumu hanya terdiam," imbuh mommy.


"Bangkitlah dan coba cari tahu semua tentang wanita itu. mommy yakin ada sesuatu yang tidak beres," ujar mommy dengan pandangan menerawang kedepan.


"Jangan, sampai dia adalah antek-antek musuh kita yang tersisa," bisik sang mommy, saat ekor matanya menyadari seseorang telah mencuri dengar obrolan keduanya.


"Tidurlah, sebaiknya kita butuh ruangan tertutup untuk membicarakan ini," ucap mommy pelan.


Larry yang paham dengan arah ucap mommy pun hanya, mengangkuk patuh.


"selamat tidur, mom," ucap Larry dan seperti biasa para anak-anak akan memberikan, ucapan dan juga ciuman selamat tidur.


"Selamat tidur juga, Son," balas sang mommy dengan tersenyum lembut.


Larry lantas meninggalkan mommy sendiri di ruangan tamu.


benar yang di katakan mommy, ia harus bangkit dari mencari tahu semua kebenarannya.


senyum lembut mommy berganti seringai saat menyadari seseorang berada di belakangnya.


mommy membalikkan badannya dan ia pun berpura-pura terkejut saat seorang gadis dengan berpenampilan seksi berada tepat di belakang mommy.


"nona Kelly,?" sapa mommy dengan tersenyum ramah.


"iya, nyonya," sahut Kelly dengan enggan.


"Kau, akan pergi, nona,?" tanya mommy dengan alis menyengit heran.


"I-iya, nyonya Gabriela," jawab Kelly gugup.


"kemana?"


"ke sesuatu tempat, nyonya."


"kau memiliki keluarga di sini,?"


"I-iya, nyonya,"


"benarkah,?"


"hu'um, mereka ingin bertemu denganku,"


"mereka.?" mommy Gabriela, menyoroti gadis di depannya dengan tajam dan lekat.


filing mommy Gabriela tidak pernah salah dalam mengamati Seseorang.


"iya, nyonya," sahut Kelly yang mulai jengah dengan pertanyaan wanita setengah baya di depannya ini.


"Apa, tujuan kalian.?! sarkas mommy dengan tatapan mematikan.


"A-apa maksud anda, nyonya,?" tanya Kelly gugup.


"ck! mengapa kau tegang sekali,?" seru mommy Gabriela.


"tidak, nyonya," elak Mommy.


"Cih! bersenang-senanglah kalian terlebih dahulu sebelum kalian semua hancur,"