
"Plak!
Sebuah tepukan di bahu Nathan membuat kedua, pria bermata empat dan juga bermata sipit itu menoleh kebelakang.
Keduanya memutar bola mata mereka saat mengetahui, siapa gerangan yang sudah mengacaukan acara curi dengar dan curi pandang keduanya,
"Ck! Decak kedua pria tampan itu.
"Dasar anak-anak kurang dijemur," pekik mommy Gabriela.
"Ken, ….!" Pertanyaan mommy Gabriela, terjeda ketika telapak tangan Arthur membungkam, mulutnya.
"Stth! Diamlah mommy. Kau mengganggu konsentrasi kami." Bisik Nathan.
"Kami, sedang mengintip mereka, mom." Arthur menunjuk kearah taman belakang. Di mana Lusi dan Kenzie sedang saling bertemu.
"Lihatlah di sana, mom." Ujar Nathan menunjukkan ke arah pohon hias yang tidak jauh dari Lusi dan Kenzie.
"Kami sedang menyaksikan, adegan cinta segitiga permuda, mom." Celetuk Nathan.
"Segitiga culun," sela Arthur dan menepuk kepala belakang Nathan.
"Sakit sipit," hardik Nathan.
"Shut! Diam." Geram mommy dengan mata sipitnya yang melotot.
Kedua pria dengan kelopak mata berbeda itupun langsung terdiam.
"Kemari kan." Mommy Gabriela merampas kacamata Nathan yang bertengger indah di kedua mata lembarnya
"Mom, Kacamata ku. Aku tidak bisa hidup tanpa benda kesayangan ku ini.?" Ujar Nathan.
"Diamlah, bodoh." Arthur kembali menepuk belakang kepala Nathan.
"Sial! Ini sakit sipit," pekik Nathan.
"Kalian berdua, diam.!" Mom Gabriela melotot ke arah anak-anaknya yang tengil.
Arthur dan Nathan pun diam, tapi mereka masih saling senggol-menyenggol, bahkan saling menginjak kaki mereka.
"Astaga! Nathan, Arthur ….! Geram mommy, memberi peringatan pada kedua pria kesayangannya itu.
dengan patuh keduanya langsung terdiam dan kembali memperhatikan ke arah taman.
Ketiganya kini masih mengintai dari jarak jauh, adegan cinta segitiga itu.
Mereka bahkan terkikik ketika Larry terlihat uring-uringan di pojok sana, saat ia melihat, Kenzie memegang tangan Lusi.
"Lihatlah, kakak ipar mu itu. dia terlihat pengecut sekali." cibir Nathan.
" mungkin dia masih ragu,?"
"ck! coba aja dia langsung bilang suka, gitu aja sulit sekali," cibirnya lagi.
"Mom. lakukanlah sesuatu," bisik Arthur.
"Hubungi, Kenzie." perintah mommy.
"Kenzie? cicit Arthur dan Nathan.
"Iya, siapa lagi.?"
"buat apa.?"
"Buat memukuli kalian. agar otak kalian terbuka."
"mommy! rengek Arthur dan Nathan.
"cepatlah!
Akhirnya Arthur melakukan panggilan telepon pada pengawal pribadinya itu.
Arthur memberikan tugas kepada Kenzie untuk mencari beberapa cemilan untuk istrinya.
"Cemilan, sebanyak itu buat Kim.?" tanya mommy dengan mata yang memicing ke arah Arthur.
"hm!
"Apa dia hamil.? tebak mommy.
"pelankan suara kalian." ujar sang mommy sambil menarik mulut kedua pria oon didepannya.
"Apa mungkin? lirih Arthur yang masih di dengar oleh mommy dan Nathan.
"Apa?
"Membuat anak bersama istriku. apa mungkin membuatnya semalam bisa langsung jadi.?" tanya Arthur dengan polosnya.
"Kau, membuatnya sampai berapa kali.?" tanya Nathan penasaran.
"berkali-kali! jawab Arthur dengan mimik polosnya yang minta di bully.
"Wow! seru Nathan sambil bersiul.
"Astaga. pantas Kim terlihat lelah." cebik sang mommy.
"jawab pertanyaan ku, mom."
"Apa, Arthur sayang.?"
"apa mungkin Kim bisa langsung hamil, mom?"
"Bisa, kalau kau membuatnya lagi malam ini."
"Membuat apa, mom?" sela Nathan si pria bermata empat.
"Membuat adonan.!" cetus mommy Gabriela.
"Adonan apa.?" tanya Nathan lagi.
"Oh Tuhan. sepertinya aku butuh refreshing." keluh sang mommy.
"lupakan! sela sang mommy.
"Adonan roti atau kue.?" Arthur menimpali ucapan mommy Gabriela tadi.
"Adonan mochi," sahut mommy sekenanya.
"Mochi? Arthur membeo.
tiba-tiba Arthur terbayang-bayang Mochi kesukaannya itu. mochi yang ia cap sebagai ahli milik dan tidak boleh di bagi-bagi.
"Bukannya, kau mengatakan, Kim mempunyai Mochi.?" tiba-tiba Nathan menyela dan membuat Arthur salah tingkah.
"Kim memiliki, Mochi.?" mommy Gabriela menyahuti obrolan para anaknya.
"Mochi apa.?" tanya mommy dengan penasaran.
"Mochi yang berada di atas dada, mom." lirih Arthur.
"Sejak kapan mochi memiliki rasa dada.?"
Nathan bertanya dengan wajah yang membuat Arthur ingin menceburkan sepupunya itu di kolam renang.
"sejak ia merasakannya, dan iapun merasa candu dan ingin lagi dan lagi. apalagi Mochi dia ada dua." celetuk mommy Gabriela.
"ada dua.?"
"Lupakan dan hentikan pertanyaan bodohmu itu."
"tapi aku penasaran!
"kau juga akan merasakannya nanti."
"apa?
"Diamlah, Nathan lacknat."
"ck! menyebalkan.
mommy kembali mengintai Lusi dan Kenzie yang masih saling mengobrol dengan cukup intim. membuat pria tinggi di pojok sana, menahan geramannya.
"Yes, berhasil."