
Perdebatan di ruangan santai di dalam mansion Kimberly masih berlanjut dan makin memanas, saat Kim begitu pedasnya menghina dan mencibir manejer Lotte. tentu saja istri kedua Malvin itu tidak terima saat di hina dan di rendahkan di depan semua para pelayan, yang sialnya mereka sudah berbisik-bisik sambil mencibirnya, bahkan menertawakan mereka dengan terang-terangan.
Membuat hati Lotte memanas dan dadanya mulai mengepul asap amarah sampai kedua telinganya terlihat merah.
"Kau keterlaluan, Kimberly." sentak Lotte tidak terima akan perlakuan Kim padanya dan juga Mogan manejernya.
"Katakan, dimana letak kesalahanku.?" tanya Kim santai dengan gaya elegan duduk di sofa baru, yang sudah di ganti oleh paman Leo.
"Kau, tidak bisa membuat keputusan seperti itu. bagaimanapun aku juga istri Malvin, itu berarti aku juga nyonya di mansion ini. dan kau segampang itu menyuruh manejerku tinggal bersama pelayan dan kau menyuruhku menempati kamar tamu di lantai dasar. sekarang kau ingin membawa teman-teman, bekas pembunuh itu tinggal disini dan kau seenaknya memberi mereka tempat yang sangat wow, daripada kamar yang aku tempati. dimana hati dan pikiran mu nona, Kimberly ligh. dan ingat aku istri malvin juga." terang Lotte dengan perasaan menggebu.
"Satu lagi. kau seharusnya berterimakasih padaku karena kebaikanku, aku mengeluarkan mu dari penjara." sambung Lotte lagi dengan senyum sinis.
Gagal sudah ia berbuat manis dan mendekati Kim, agar bisa menjatuhkan Kim lagi. siapa yang akan tahan apabila di hina dan di rendahkan di depan para pelayan.
"Sudah.?" sela Kim dingin. Kim berdiri dari duduk santai dan cantiknya dari sofa mewah dan mahalnya itu.
Kim mendekati Lotte dengan seringai penuh arti.
Mogan dan jenny menyiapkan diri mereka untuk waspada.
Karena mereka tidak bisa menebak kapan nona Kim, menyerang lawannya yang suka sekali memancing amarah seekor singa betina yang kelaparan.
Kim mengelilingi tubuh Lotte dengan melipat kedua tangannya di dada. dia memajukan bibirnya seperti orang yang sedang berpikir. Jenny dengan siap siaga berada di belakang Kim, begitu juga dengan Mogan.
"Apa, kau lupa Charlotte Simpson ini mansion siapa,? bisik Kim," ini mansionku dan kau pasti tau kalau suami yang kau banggakan itu hanya numpang disini. itu berarti kau tidak ada hak di mansion, jadi kalau masih ingin berada di sini maka menurutlah, tapi kau tidak setuju dan menerima atas semua perintah dan peraturan di sini maka keluarlah," senyum miring terlihat di wajah Kim sambil melirik pintu keluar," Soal, teman-teman ku itu terserah aku, karena aku adalah memilik mansion ini. dan kau hanya benalu sampah." ucapan Kim bagaikan bon cabai level sepuluh dan setajam silet. membuat Lotte hanya terpaku di tempatnya.
Lotte hanya bisa memendam amarah dan rasa sesaknya mendengar hinaan Kim. dia lebih memilih di hajar Kim daripada mendengarkan perkataan pedas wanita di depannya ini.
Mogan menggenggam tangan Lotte yang sudah panas akibat gepalan tangan Lotte yang sangat kuat.
Mogan mengisyaratkan agar Lotte berhenti berdebat dengan Kim yang akan membuatnya sakit hati.
Lotte dan Mogan akhirnya, melangkah pergi meninggalkan ruangan Santai itu. meninggalkan Kim dan jenny yang tersenyum puas.
Inilah tujuan Kim mengizinkan Lotte tinggal di mansionnya, agar bisa membuat Lotte terluka pisik dan yang paling penting bathin wanita itu.
"Ayo, Kim. waktunya meeting sebentar lagi." ajak jenny. menghilangkan senyum puas di wajah Kim yang di polesi makeup tipis itu.
"Ck! decak Kim, tapi tak urung dia mengikuti perintah jenny.
"Oh iya, Kim. Klien kita bernama Keanu Adrian Adam, pengusaha dari Dubai. dan kau harus hati-hati karena dia, …" jenny menjeda ucapannya, membuat Kim menyengit penasaran dan binggung.
"Dia kenapa.?" tanya Kim penasaran.
"Tidak apa-apa, yang jelas jaga sikapmu, kau mengerti." ujar jenny memberi ultimatum kepada Kim wanita arogan ini.
"Dia kenapa.?"
"Casanova."