Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 80


"MENIKAH." Pekik seorang pria dengan raut wajah terkejut. Pria itu memandangi sang mommy, untuk mencari keseriusan dari raut wajah, mommy Gabriela.


"Iya, sayang. Dan kalian akan menikah besok." Ujar sang mommy kembali.


"BESOK.!" Pekik Arthur lagi.


"Iya, besok." Jawab mommy tersenyum senang.


"Tapi, mom. Aku baru patah hati dan mommy, menyuruhku menikah.?! Tanya Arthur, yang tidak habis pikir dengan rencana sang mommy.


"Bukankah, obat patah hati adalah menikah.?" Balas sang mommy, yang membuat Arthur tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi.


"Tapi, aku dan Calista belum ada kata putus, mom."


"Tidak perlu. Pokoknya kau harus menjauhi wanita liar itu dan jangan pernah menemuinya. Apa kau mengerti.!


"Baik, mom."


"Ingat. Jangan bertemu dengannya dan jangan menemui dia lagi. Mengerti? Apa kau mau terkena penyakit wanita itu.?"


"Penyakit."


"Iya, menyakit liar di atas ranjang."


Perkataan sang mommy, kembali membuat pria lembut nan manis itu terdiam seribu bahasa.


"Kalau kau mau belajar liar di ranjang, nanti saja setelah menikah." Ucap mommy dengan wajah berbinar.


"Tapi mom, aku belum siap menikah." Tolak Arthur, sambil menundukkan wajahnya.


Jujur ini kali pertama, larat kedua kalinya ia menolak keinginan sang mommy, setelah sang mommy menyuruhnya menjauhi Calista dan apa ia dapat? Yang pria itu dapat adalah tontonan panas sang kekasih. Jadi apakah ini yang dinamakan sumpah dan doa seorang ibu itu selalu benar? Sudah banyak kali sang mommy mengingatkannya agar menjauhi Calista tapi ia tetap bersekeras menjalin hubungan tanpa restu sang mommy. Jadi apa ini hukumannya kalau kita membangkak dari perintah seorang ibu.?"


"Jadi, kau menolak permintaan mommy lagi." Sahut mommy yang memperlihatkan raut wajah sedih yang ia buat-buat.


"Jadi, kau sudah tidak sayang lagi sama, mommy." Sambung wanita paruhbaya itu yang kini berpura-pura menangis di balik telapak tangannya yang menutupi wajah awet muda-nya.


"Mommy, bukan begitu maksud aku. Aku hanya belum siap, mom." Sahut pria itu lembut dan bangkit mendekati sang mommy, memeluk mommynya dengan kasih sayang.


"Tapi, mommy ingin kau menikah dengan pilihan mommy kali ini, son."


" Maaf, mom." Tolaknya lirih pria.


"Please, son." Mohon sang mommy.


Arthur menggeleng pelan dan kembali menundukkan kepalanya. Jujur dia paling anti melihat wajah sedih sang mommy.


"Arthur, belum siap menikah, mom. A-aku malu." Cicit pria lembut nan manis itu.


"M-malu.?" Mommy membeo.


"Hu'um." Jawab Arthur sambil mengangguk.


"Apa, yang kau malukan, son.?" Tanya mommy, bingung.


"M-malu, ….! Arthur menghentikan ucapannya, dia melirik sebentar sang mommy yang wajahnya penuh tanda tanya.


"Aku, malu soal benda ajaibku, mom." Cicit pria itu lagi, dengan nada malu.


"Aku, takut wanita yang ku nikahi nanti akan kecewa, mom." ucapnya dengan wajah sedih.


Mommy Gabriela, yang mengerti masalah putranya itu, hanya bisa mengusap punggung lebar putra manja dan kesayangannya.


"Tapi mommy yakin, pilihan, mommy kali ini sangat tepat buatmu, son."


"Tapi, mo, ….!


"Percaya sama, mommy."


"Dia wanita yang beda, son dan lebih baik kau bertemu saja dulu dengannya."


"Tapi, mo, ….!


"Stt, tunggu dan diamlah. Sebentar lagi dia kesini."


"Baiklah, mom."


Tidak lama, terdengar pintu ruangan kerja sang mommy di ketuk dan terbuka saat sang pemilik ruangan memberi izin untuk masuk.


Arthur bangkit dan berjalan kearah jendela besar di ruangan sang mommy. Pria itu masih binggung atas permintaan sang mommy. Arthur, memunggungi sang mommy dan dua wanita yang baru memasuki ruangan mommy Gabriela.


"Selamat sore, nyonya." Sapa jenny ramah. Sedangkan, Kim hanya tersenyum tipis kepada, nyonya Gabriela.


Arthur menulikan suara lembut yang menyapa sang mommy. Pria itu hanya asik dengan lamunanya.


Kim yang melihat seluit tubuh kekar Arthur, menoleh sejenak dan kembali mendekati sofa yang berada di dekat, nyonya Gabriela.


"Nona Kim, dia adalah putra semata wayangku, Arthur." Ucap nyonya Gabriela dan menoleh kearah Arthur yang masih asyik dengan pikirannya.


Kim memutar kepalanya kebelakang dan menatap punggung lebar Arthur.


"Son." Seru mommy.


"Kemarilah, sayang." Panggil mommy.


Arthur memutar tubuhnya dan mendekat kearah mommy dan dua wanita asing yang duduk di depan sang mommy.


Arthur menatap lama punggung terbuka Kim. Arthur merasa mengenali wanita berambut pendek itu. Pria itupun, mendekat dan matanya membola dan mulutnya menganga tidak percaya apa yang ia lihat.


Sesosok wanita cantik, Sangat cantik yang sedang duduk tenang dengan wajah datar dan dingin.


Arthur duduk di sofa di dekat sang mommy dengan pandangan terus kearah, Kim. Arthur bahkan tidak sedikit pun berpaling dari wajah cantik, Kim.


"Son." Sentak mommy mengejutkan Arthur.


"Son." Panggil mommy lagi.


"Son.!" Panggil mommy dengan suara sedikit tinggi.


Arthur tersedat kaget mendengar pekikan sang mommy, pria itupun segera menutup mulutnya dan meneloh kearah momm.


"I-iya, mom." Sahut Arthur gugup.


"Wajah mu kenapa.?" Tanya mommy, saat melihat wajah putra semata wayangnya berubah merah.


Arthur refleks menyentuh wajah tanpa tunas jambang itu.


"T-tidak apa-apa, mom." Jawabnya lagi dengan gugup.


"Hei, … kenapa kau gugup.?"


"Ah, tidak, mom."


"Sayang, kenalkan dia nona, Kimberly ligh Hugo. Calon istri kamu, sayang." Ujar mommy senang.


Arthur tersendak ludahnya sendiri saat mendengar ucapan sang mommy. Dia segera mengalihkan tatapannya kearah, Kim. Pria itu tidak percaya kalau wanita di depannya adalah calon istrinya. Wanita cantik, bahkan sangat cantik mengalahkan boneka berbie dan boneka anime.


Wanita yang bisa membuat jantungnya yang di lapisi dada bidang itu berdebar-debar, dan yang paling penting sentuhan wanita itu bisa membuat tubuhnya panas dan bisa membangkitkan benda ajaibnya.


"Kimberly." Kim mengulurkan tangan panjangnya, untuk berkenalan dengan calon suami manjanya.


Arthur yang masih menikmati keindahan wajah Kim dengan jantung yang berdetak kencang. Arthur begitu mengagumi keindahan cipta Tuhan, yang ada di depannya.


"Son." Seru mommy, yang mengembalikan kesadaran putranya dari keindahan di hadapannya itu.


"Ah, iya. Maaf." Sahutnya salah tingkah.


Arthur yang melihat tangan Kim yang masih menggantung di udara itupun, segera mengulurkan tangannya juga.


Dengan jantung berdebar kencang dan tangan yang gemetar Arthur menerima uluran tangan, Kim.


"A-arthur." Balas pria itu dengan nada gemetar.


Kim tersenyum tipis kepada calon suaminya itu. Sementara Arthur, kembali terpesona dengan senyum Kim. Dan pria itu kembali merasakan sengatan asing yang menyerang tubuhnya. Dalam sekejap saja tubuh Arthur berubah memanas. Ia juga merasakan alat ajaibnya mengembang dan mengeras.


"Mr." Seru Kim, yang ingin melepaskan genggaman tangan Arthur.


"Arthur." Sentak sang mommy.


"M-maafkan aku." Arthur pun segera melepaskan telapak mulus dan halus Kim, saat sang mommy menepuk bahunya.


"Bersiaplah, besok kalian akan melangsungkan pernikahan."


"Apa bisa pernikahannya di adakan tertutup dan sederhana saja.?" Pinta Kim.


"Kenapa, sayang.?"


"Apa anda lupa kalau aku seorang janda."


"A-apa, j-janda.?!