
"Di RUANGAN CEO MODELS PARIS HUGO."
Keanu yang datang pagi-pagi, ke perusahaan Kim, kini sedang menunggu di ruang CEO di ruang Kimberly.
Keanu yang sudah mendapatkan izin dari tuan Robert, kalau dirinya ingin menunggu Kim di dalam ruangan CEO saja. karena sejak tadi para karyawan dan juga para model Kim, tiada henti-hentinya menatap dan berusaha menggoda Keanu, yang pagi ini terlihat begitu tampan dan maskulin.
Keanu yang jengah pun, meminta izin kepada tuan Robert untuk menunggu di ruang CEO saja.
Tuan Robert yang tidak enak hati pada klien yang sangat berharga itupun, mengizinkan Keanu menunggu di dalam ruangan CEO, karena ia mendapatkan informasi dari sopir Kim, kalau nona-nya itu sudah dalam perjalanan.
Disinilah sekarang Keanu menunggu wanita yang sudah membuatnya penasaran di ruangan yang begitu mewah, luas dan nyaman. Ruangan itu di dominasikan oleh warna crem dan hitam. Warna yang menggambarkan karakter Kim sebagai wanita tangguh yang kejam, arogan dan dingin.
Keanu menyusuri ruangan Kim dan menelisik sekitar ruangan itu. ia terkagum-kagum dengan tatanan ruangan Kim . Keanu tersenyum saat melihat foto Kim yang bersama kedua orang tuanya saat kecil. ternyata Kim sudah terlihat cantik sewaktu masih kecil. Wajahnya begitu mengemaskan dan lucu.
Keanu menatap asistennya yang masih setia berdiri di dekat sofa. Keanu berjalan kearah sang asisten dan duduk di sofa tunggal itu.
"Keluarlah." perintah Keanu.
"Tunggu aku di luar." sambungnya lagi.
"Baik tuan." jawab Austin patuh, dan meninggalkan sang tuan Bos-nya sendiri di ruangan itu.
Keanu pun duduk dengan tenang di sofa, dengan sabar dia menunggu wanita yang sudah membuat hatinya berdebar-debar. baru kali ini Keanu membuang waktunya hanya untuk seorang wanita. biasanya wanitalah yang menunggunya.
"Clek." pintu ruangan itu terbuka dengan berlahan.
Keanu yang mendengar pintu terbuka, langsung berdiri dari duduknya. dia tersenyum dan siap menyambut sang pemilik ruangan ini.
"Selamat pag, ….!! perkataan Keanu terputus secara tiba-tiba dan senyum tampannya memudar, saat melihat sang pelaku yang membuka pintu dengan tidak sopannya.
"Selamat pagi tuan, Keanu Andrian Adam." sapa seorang wanita cantik dengan body yang sangat sempurna. dada yang besar tanpa spasi dan pinggul yang ramping, serta bongkahan belakang yang sangat menantang. Body kesukaan seorang Keanu.
Keanu mengetatkan rahang perseginya yang di tumbuhi jambang tipis itu, dadanya sudah bergemuruh dan tiba-tiba seluruh tubuhnya terasa panas dingin. bagaimana tidak. wanita itu memakai pakaian yang serba mini.
"Kenapa, anda disini." tanya Keanu dengan suara beratnya.
"****," kemana Austin, kenapa dia membiarkan wanita ini masuk." geram Keanu dalam hati.
"Kenapa, anda disini, tuan Keanu.?" tanya Lavina yang sudah duduk di dekat Keanu dan menaiki kaki kanannya di atas Kiki kirinya.
"Aku, sedang menunggu, CEO perusahaan ini." jawab Keanu cuek dan sibuk memainkan ponselnya.
Wanita itu terlihat kecewa, tapi dia harus berusaha mendapatkan pria kaya di depannya ini. sejak tadi dia sudah melihat Keanu di parkiran. dia begitu terpesona akan ketampanan seorang Keanu. jadi Lavina terus mengikuti Keanu. dia begitu tergila-gila pada sosok pria di hadapannya yang bak foto copy dewa Yunani.
Lavina yang akan melakukannya pemotretan itupun harus ia batalkan, karena wanita itu ingin mengikuti Keanu dan mendapatkan Keanu, untuk bisa menjadi salah satu penghangat ranjangnya.
Lavina pun nekat menemui Keanu di ruangan CEO. apa lagi asisten Keanu sedang berjaga di luar.
Lavina tersenyum puas saat asisten Keanu itu sedang menerima telepon dan berjalan kearah balkon. lavina pun diam-diam mendekati pintu CEO dan membukanya secara berlahan pintu ruangan Kim dan dia berbinar saat Keanu menyambutnya.
"Daripada, anda menunggu si nenek tua menyebalkan itu, bagaimana kalau kita berbuat sesuatu yang sangat menyenangkan." tawar Lavina. wanita itu kini mendekati Keanu dan duduk di pangkuan pria berkebangsaan Arab Eropa itu.
"Aku, dengar anda sangat suka, bercinta tuan.?" bisik Lavina yang kini sudah membelai dada Keanu dengan jari telunjuknya.
Keanu hanya bisa menahan sesuatu yang sudah berdiri tegak dan sudah menegang bagaikan tiang listrik.
Ayolah Keanu seorang Casanova handal. dihadapkan penampilan seksi dikit aja langsung on. apa lagi kini benda tanpa spasi di depannya sudah berteriak minta di belai di balik kemeja Lavina yang dibiarkan anak kancing kemejanya terbuka tiga.
"Bagaimana, kalau kita melakukannya sekarang tuan, sambil menunggu nenek tua itu." bisik Lavina yang sengaja menghembus nafasnya di ceruk leher Keanu.
Keanu yang tidak tahan pun menarik tengkuk leher panjang Lavina dan menyatukan bibir mereka berdua. kini Keanu dan Lavina telah bercumbu di atas sofa dengan sangat panas, mereka lupa di mana mereka berada akibat hasrat yang menuntun itu begitu menggebu-gebu.
Kini baju mereka berdua sudah berantakan. Lavina bahkan sudah setengah telanjang dan bawahannya sudah terangkat keatas perutnya saat Keanu menggoda inti tubuhnya di bawah sana dengan sangat lihai, membuat lavina menggila dan meegeerang nikkmat.
Keanu dan Livina tidak menyadari dan mendengar suara gebrakan di luar sana akibat asyik bercumbu.
Saat Lavina ingin mengarahkan benda manis berwarna merah berani di atas benda keramat Keanu, tiba-tiba pintu terbuka dan suara teriakan menghentikan aktivitas anu- anu mereka.