Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 115


"Clek."  


Jenny yang bertugas menjaga Kim menoleh kearah pintu, saat seseorang pria mengenakan topi dan menutup wajahnya dengan masker, menerobos masuk.


Jenny berdiri dari duduknya dan mendekati pria yang memiliki manik mata yang sama dengan Kim.


"Kenapa kau kesini.?" Tanya Jenny menghilangkan rasa penasarannya.


Pria itu menulikan seruan Jenny. Ia hanya menatap tubuh lemah Kim dengan manik berkaca-kaca. Pria itu mengarahkan tangan kekarnya kepuncak kepala Kim. Ia mengusap-usap lembut penuh kasih sayang puncak kepala Kim yang tidak terusik sama sekali.


"Kenapa kau berpenampilan seperti ini." Seru Jenny Kembali.


Pria itu lagi-lagi tidak mengindahkan ucapan Jenny.


Maniknya yang sama persis milik Kim, hanya pokus pada tubuh lemah wanita yang ada di ranjang.


"Kenapa, kalian seceroboh ini, membuat adikku hampir kehilangan nyawanya." Ujar pria tersebut dengan dingin dan menatap Jenny tajam.


"Apa kau lupa? Siapa adikmu itu? Dia wanita keras kepala yang tidak akan mendengarkan nasehat kita." Decak Jenny.


"Tapi kalian tidak menjaganya dengan baik. Kau tau hanya dia satu-satunya keluarga ku, dia adikku yang sangat aku sayangi, jadi aku tidak akan pernah bisa melihatnya seperti ini. Dia adalah titipan terindah yang dititipkan mommy dan Daddy padaku, meskipun kami harus berhubungan dengan, menjadi orang asing." Ujar pria itu dengan wajah yang menyimpan banyak kekhawatiran dan juga kesedihan.


"Maaf." Lirih Jenny.


"Aku tidak ingin, kejadian ini terulang lagi." Ancam pria tersebut dengan tatapan membunuh.


"Tidak akan. Kim juga sudah berada di tempat yang aman."


"Aku tau itu. Karena aku yang meminta kepada aunty Gabriela untuk menjaga, adikku. Aku hanya menjalankan amanah daddy dan mommy. Sudah cukup adikku berada di sekitar orang-orang licik dan brengsek. Dan sekarang waktunya adik kecilku ini bahagia." Lirihnya sambil mengusap puncak kepala Kim dengan sayang. Ia juga meninggalkan kecupan kasih sayang pada sang adik. 


"Cepatlah pulih, adikku sayang." Bisiknya.


"Kembalilah, sebentar lagi suaminya akan kembali." Sela Jenny dengan wajah khawatir.


"Biarkan aku disini sebentar saja."


"Larry." 


"Please. Aku hanya ingin menatap wajah adikku yang selalu mengingat ku dengan mommy." 


"Larry."


"Aku tau, mereka masih mencari tahu tentang ku."


"Maka berhati-hatilah dan kendalikan dirimu. Kau bisa membuat Kim dalam masalah. Apa kau lupa, nyonya Carolina? Dia tidak akan mudah menyerah begitu saja. Dia akan mencari masalah yang membuat Kim menderita."


"Aku tau itu."


"Maka berhati-hatilah.  Dia masih mengikuti Kim kemana pun. Apalagi sepupu murahan mu itu berada di mansion Kato."


"Apa yang kau katakan.!"


"Clara. Dia berada di mansion Kato."


"What?


"Dia masih saja mengharapkan tuan muda Kato."


"Apa dia tau tentang, Kim.?


"Entahlah."


"Tapi dia akan menjadi benalu di pernikahan Kim."


"Itu tidak akan terjadi.!"


"Sudah cukup adikku menderita atas semua rencana licik mereka."


"Apa rencanakan rencana mu.?


"Mengikuti rencana aunty Gabriela, menjebak musuh dikandang sendiri.


"Bagaimana dengan mu? Apa yang kau dapatkan dari dua wanita itu.?"


"Seperti tebakan mu. Salah satu dari mereka adalah mata-mata aunty Carolina."


"Siapa?


"Wanita tomboi itu."


"Lusi?


"Dia bersih."


"Apa kau yakin."


"Hum, yakin."


Jenny harus selalu waspada dalam mengawasi sekeliling yang bisa saja adalah seorang musuh. Firasatnya selalu tepat soal menelisik gerak-gerik seorang pengkhianat.


"Apa yang kau temukan, Larry.?" Jenny menghilangkan kesenyapan diantara mereka.


"Aku belum menemukan mereka." Sahut pria itu senduh.


"Pergilah Larry." Suruh Jenny.


"Aku takut ada yang datang dan melihat penampilan mu seperti ini.?" Sambungnya.


"Baiklah." Patuh pria itu, lalu ia berdiri dari kursi yang berada di sisi kiri Kim.


"Aku titip dia." Pintanya sambil memberikan kecupan sayang kembali kepada adiknya.


"Bersabarlah sedikit, girl. Kakak janji akan menemukan mereka." Bisiknya dan ia menyeka sudut matanya yang berair.


"Larry." Seru Jenny memperingati pria itu.


Pria itupun menjauh dari sang adik dan berjalan kearah pintu balkon.


Jenny menukik alisnya heran iapun mengikuti pria itu yang siap melompat ke balkon kamar sebelah.


"Ap, …." Seruan Jenny berhenti saat mendengar pintu kamar rawat Kim terbuka.


"Dia selalu saja peka." Gumam Jenny.


Jenny kembali masuk kedalam kamar dan ia mendapati suami Kim disana, di sisi Kim.


"Istirahatlah. Biar aku yang menjaga istri ku." Tegur Arthur ramah.


"Hum." Sahut Jenny dengan gumam.


"Apa ada yang datang.?" Tanya Arthur tiba-tiba.


"Hah, k-kenapa,? Tanya Jenny gugup.


"Aku mencium wangi maskulin.?" Tanya Arthur lagi dengan hidung mengendus dan raut wajah heran.


"M-mungkinb itu bau parfum, Julio.!" Jawab Jenny seadanya.


"Pria setengah masak itu ?"


"Iya!


"Apa dia memiliki pribadi ganda? Bukankah bau parfum pria itu sangat manis dan menyengat." Seru Arthur dengan wajah binggung dan penasaran.


"Dia memang seperti itu." Balas Jenny lagi.


"Begitu rupanya." Gumam Arthur.


"Selamat malam.?" Ucap Jenny yang sudah bersiap merebahkan tubuh mungilnya di atas sofa.


"Selamat malam juga." Balas Arthur ramah. Ia juga ikut merebahkan tubuh tingginya di ranjang pasien milik Kim yang memiliki ranjang yang muat dua orang.


"Kenapa pria manja ini, memiliki penciuman yang sangat tajam.?" Monolog Jenny.


" Mudah-mudahan, Larry aman." Monolog Jenny kembali sambil memejamkan mata.


*


*


*


Terdengar helaan nafas lega dari pria yang kini bergeming dibalik pintu. Pria itu berjalan kearah nakes di dekat ranjang. Ia berjalan sambil membuka masker yang menutupi wajah tampannya dan juga topi yang menutupi rambut setengah panjangnya yang ikal.


Pria itu menyugar rambut panjang ikalnya kebelakang. Ia membuka laci dan mengapai sebuah bingkai photo memperlihatkan sebuah gambaran keluarga bahagia.


"Daddy, Mommy. aku merindukan kalian. aku janji akan menjaga adikku kimberly." lirih pria itu dengan isakan kepedihan.


Larry ligh Hugo, adalah putra pertama dari pasangan Damian ligh Hugo dan Caroline ligh Hugo. pria yang mewarisi semua, kemampuan sang daddy dalam dunia gelap dan juga dunia bisnis.


Larry ligh Hugo, terpaksa menyembunyikan indentitas aslinya untuk mengelabuhi, para musuh sang daddy. ia hanya bisa berhubungan dan melindungi sang adik dari jauh maupun dekat.


Ia memiliki misi untuk mencari tahu tentang kematian orang tuanya.


Larry sangat menyayangi sang adik, kimberly ligh Hugo. mereka perpisahan saat adiknya berusia 8 tahun dan dirinya 10 tahun. Larry dinyatakan meninggal akibat pembantaian yang dilakukan oleh musuh orang tuanya. beruntung dirinya diselamatkan oleh pelayan setia Daddy-nya dan kimberly sendiri di selamatkan oleh asisten kepercayaan daddy Damian.


Larry menyaksikan sendiri kedua orang tuanya disiksa dan dibawa pergi oleh para musuh.


Larry masih berharap kedua orang tuanya masih selamat. inilah misi Larry mencari tahu semua informasi tentang membantai berdarah di kediamannya belasan tahun yang lalu.


"Aku berjanji akan menghabisi mereka semua. dan kalian tenang saja, adikku akan selalu aman bersama ku.