Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 75


"Hei, … apa yang kau katakan.! Kau mengatakan wajah ku, plastik.?! Bentak Calista emosi, yang tidak terima wajah imut, lucunya di katai plastik oleh wanita datar di depannya.


Calista Will, kekasih kesayangan, seorang Arthur Cedrik kato, yang sedang berbelanja dan berfoya-foya setelah menerima transfer dolar dari sang kekasih polos dan bodohnya.


Calista yang berbelanja berupa pakaian, branded dan juga aksesoris mahal. Saat ia ingin keluar dari salah satu butik dengan langkah yang terburu, karena kekasih polosnya sedang menunggu dirinya di parkiran mall tersebut. Tapi gadis itu harus merasa kesal saat tanpa sengaja dirinya bertabrakan dengan wanita, yang berpenampilan buruk menurut seorang, Calista yang memiliki tingkat selera bergaulan dan sosialita tinggi, namun sayang ekonomi sekarat.


Calista pun tidak terima semua barang-barang branded-nya jatuh dan lebih tidak suka saat, Kim memunguti barang-barang mahalnya dan menyerahkannya kembali pada gadis berparas imut dan lucu hasil, Made in koleya alias palstik seperti yang di katakan, Kimberly. Ayolah Kim adalah seorang mantan model kelas dunia dan seorang CEO di salah satu agensi model di Paris, jadi dia tau dan mengenali wajah alami dan non alami.


Dengan sombong dan arogannya, Calista menolak barang belanjaannya yang di serahkan, Kim padanya dengan wajah cemoohan dan sindiran penuh hinaan.


Tapi Calista kali ini salah memilih lawan, karena lawannya kali ini adalah seorang Kimberly, si mulut pedas dan tajam Bagaikan selit. Dan terbukti baru beberapa Kalimat sarkas yang di ucapkan, Kim, sudah membuat Calista kepanasan akibat mulut pedas Kimberly.


Kini manik coklat Calista masih menyoroti manik indah Kim, Calista sejenak kagum pada manik biru kehijau-hijauan, Kim. Tapi dia menepis rasa kagum itu, dan rasa kagum itu berubah rasa iri. Ia tidak terima atas keindahan wajah bak boneka di depannya, oh iya, jangan lupa body, Kim yang begitu indah, bak model internasional. Calista mengembang- kempeskan hidung hasil tangan dokter itu, dengan raut wajah yang sudah merah padam sampai ke telinganya, dia mendongakkan pandangannya untuk menantang, Kim yang hanya menatapnya datar.


"Apa, kau tidak mengenali ku." Tanya Calista lantang, yang membuat perhatian sebagian pengunjung mall tertuju pada mereka.


"Aku, adalah kekasih dan juga calon istri dari pengusaha dan billionaire terkaya di kota ini. Jadi jaga ucapanmu, wanita murahan." Bentak Calista, bangga karena ini adalah kesempatannya memberi tahu kepada orang-orang kalau dia adalah kekasih seorang pengusaha sukses.


Kim menambah kerutan di keningnya, yang berarti wanita itu bertambah binggung.


"Aku tidak tahu dan tidak mau tau, nona. Jadi ambil barang-barang mu ini dan pergilah." Ujar, Kim dengan wajah tenang.


Dada Calista yang tanpa spasi hasil meja bedah itu, terlihat naik turun seperti seseorang yang memiliki penyakit asma akut. Gadis itu begitu geram dan tidak terima di permalukan.


"KAU, …! Hardik Calista sambil jari telunjuk kirinya dengan cat kuku berwarna pink cerah menunjuk hidung tinggi Kim yang bagaikan perosotan itu.


"Ambillah, barang-barang mu ini, aku sudah muak melihat wajah tidak rata mu itu. Kau pasti melakukan operasi plastik dengan keahlian dokter abal-abal. Saran saya nona. Lebih baik kau mencari dokter yang handal dan kualitas terbaik untuk mengubah wajahmu. Lihatlah, hidung mu saja miring, ujar, Kim sambil menunjuk hidung Calista. " Dan lihatlah kelopak mata mu, besar sebelah, dan ini bibirmu kenapa bentuknya sangat buruk sekali, dan satu lagi sepertinya tulang rahangmu agak tinggi sebelah.?! Ucap Kim, sambil menelisik tajam wajah Calista yang kini berubah merah, bahkan sangat merah.


"Kalau, kau mau aku bisa merekomendasikan seorang dokter, terbaik buatmu." Tawar Kim yang tidak peduli sama sekali dengan wajah merah padam Calista, yang antara marah dan malu, karena kini dirinya menjadi bahan cekikikan para penggunjung lain.


"KAU, DASAR WANITA SIALAN." Umpat, Calista geram dan ingin melayangkan tangannya kepada sosok, Kim.


Tapi sayang tangannya harus mengantung di udara, saat dengan sigap dan sikap santai, Kim mencegal telapak tangan mungil, Calista dan meremasnya kuat membuat sang empunya meringis karena kuku, Kim tertancap dengan cantik di kulit tangan mulus Calista.


"Stt, lepaskan." Ringis Calista pelan dengan nada kesakitan.


"Jangan, coba-coba, menyentuh wajah suciku dari tangan kotor mu ini, nona. Aku tau tanganmu ini pasti sangat ahli membelai, benda laknat para lelaki brengsek." Bisik Kim tajam.


"Lepaskan, sakit sialan." Maki, Calista dengan wajah menahan rasa sakit dan perih.


"Kau, memilih lawan yang salah, nona." Bisik Kim. Membuat bulu kuduk Calista merinding.


Kimberly, melempaskan telapak tangan, Calista yang sudah memerah dan lecet akibat tancapan kuku panjang, Kim.


Calista mengusap-usap telapak tangannya dan meringis.


Kim mencebikkan mulutnya dan berniat meninggalkan gadis sombong dan angkuh ini, saat sebuah suara berat dan lembut menghentikan langkah, Kim.


"Darling." Seru pria tinggi dengan pakaian jas mewah yang melekat di tubuhnya. Semua pengunjung di buat melotot saat melihat pria rupawan itu, sedang mendekati wanita yang di tindas Kim tadi.


Dalam hati para penggunjung sangat prihatin pada sosok, Kim yang mematung di tempatnya. Menurut mereka, Kim salah mencari masalah dengan wanita milik pria yang ada di hadapan mereka. Semua pengunjung tau siapa itu seorang, Arthur Cedrik kato, seorang keturunan konglomerat terpandang di kota metropolitan ini.


Sedangkan, Calista yang mendengar suara, Arthur, menjadi sumringah dan ia ingin membalas perbuatan, Kim. Calista memasang wajah sedihnya dan berpura-pura terisak, gadis itu segera berhambur kepelukan sang kekasih dengan wajah yang dibuat- buat seakan sedang mendapatkan perlakuan tindak kekeraasan.


"Honey, …." Saut Calista dan menghampiri Arthur, memeluk pria itu erat, jangan lupa isakan menyedihkan gadis itu yang hanya akting semata.


"Hei, ada apa, darling." Tanya Arthur, yang panik mendengar isakan kekasihnya.


"Darling, you are okay.?" Tanya Arthur, kembali dan segera mendorong lembut pundak Calista dan menatap wajah merah kekasih.


Manik coklat terang pria keturunan, Amerika, Jepang itu membola saat melihat wajah merah dan air mata kekasih imutnya.


Calista memperlihatkan telapak tangannya pada Arthur yang lecet dan mengeluarkan sedikit cairan merah. Arthur terkejut dan ia menatap Calista sendu. Arthur membawa tangan lecet Calista kearah bibirnya, dan langsung meniup dan mengusap-usap telapak tangan wanitanya.


"Honey, … kau tidak bertanya? Kenapa aku bisa terluka.?" Tanya, Calista, berharap sang kekasih bisa membuat perhitungan pada, Kim.


"Kenapa sampai terluka seperti ini, darling.?! Akhirnya Arthur bertanya, saat sibuk meniupi luka lecet kekasihnya.


"Yes. Akhirnya aku bisa membuat perhitungan padamu, wanita sialan." Batin Calista, bersorak.


Calista pun melirik, Kim yang sudah mulai melangkah untuk menyusul, jenny di sebuah butik. Calista mengarahkan telunjuknya kepada punggung, Kim yang mulai menjauh dari mereka.


"Cepatlah, berbuat sesuatu pada wanita itu, honey.! Rengek Calista.


"Lihatlah, dia melukaiku dan membuatku malu, di depan para penggunjung, dia juga menghinaku, honey." Aduh gadis itu dengan wajah menyedihkannya.


Arthur manatap punggung, Kim dengan marah. Dia pun mengikuti langkah, Kim dengan langakah panjang. Dia tidak terima kekasihnya di perlakukan buruk oleh orang lain.


"Tunggu, di sini, darling. Aku akan membuat wanita itu bersujud padamu untuk memohon maaf. Kalau tidak aku yang akan menghancurkannya." Ujar pria bermanik coklat itu.


Arthur yang sudah menyusul langkah, Kim, segera menyekal tangan mulus, Kim dan memaksa wanita itu berbalik padanya.


Saat Arthur menarik paksa tangan Kim, dan wanita itu spontan berbalik ke arahnya. Jantung, Arthur berdetang kencang dan berdebar-debar, ia membeku dengan mulut menganga dan mata berbinar penuh kekaguman pada wanita cantik bak boneka peri di hadapannya. Arthur meneguk ludahnya kasar, Arthur merasakan sebuah sengatan asing yang melandanya saat kulit mereka saling bersentuhan. Arthur merasakan hawa tubuhnya memanas dan oh iya bagian bawahnya tiba-tiba mengembang sempurna.


(ok, sobat, kalian bisa menghalu bagian bab ini, saat Sahrul karung menarik tangan kajoli dan terjadilah adengan saling pandang memandang dengan di iringi musik dan lagu, kucek kucek hok jahe, 😂😂😂)


"****, benda ajaibku."


"Sorry, Mr."


" are you oke.?"


"Apakah, ini lawan sesungguhnya untuk benda ajaibku.?"


"Mr."


"Kau, adalah lawanku."


"Hah."