
Sementara di Mansion Hugo.
Kini kelimanya sedang berkumpul di ruang tertutup Kim, yang berada di lantai paling atas Mansion hugo. Kim tidak ingin rencana mereka didengar para penyusup tuan Lincol yang ada di dalam area nya.
"Kali ini kita lebih hati-hati, kimby.!" Larry yang sedang berdiri di depan jendela kaca besar, berbalik dan menatap sang adik dengan tatapan serius.
Kim mengerutkan hidungnya tanda bingung. Tanpa mau berdebat Kim hanya mengangguk.
"Kakak, serius, kimby.!" Ujar Larry lagi.
"Iya, kakak. Aku akan berhati-hati." Sahut Kim.
"Kau, masih mengenal Lucas.?
"L-Lucas? Kim membeo dengan nada terkejut.
"Hum! Lucas pria yang hampir melecehkan mu."
Tubuh Kim tiba-tiba menegang dan mendadak jantungnya berdetak kencang, wajahnya bahkan berubah merah padam. Saat mengingat nama pria yang pernah melecehkannya dulu. Pria bejat, penjahat kelamin yang melakukan pelecehan seksual kepada Kim yang baru berumur 7 tahun.
Kim yang sendirian di rumah dan hanya ditemani oleh pelayan setianya, merasa ketakutan waktu itu. Ia mencoba melawan dan menghindari remaja yang sedang tersenyum mesum kepadanya. Kim yang ketakutan hanya bisa memanggil nama daddy, mommy dan kakaknya dalam diam dengan tubuh gemetar. Ia juga harus melihat pelayan setia nya merenggangkan nyawa di depan matanya sendiri, akibat ulah remaja yang sangat mengerikan itu. Remaja yang hanya seorang tamu di mansion nya. Remaja yang sangat menggilai, Kim yang notabene nya memiliki tubuh indah layaknya anak remaja meskipun usianya masih kecil. Apalagi wajah cantik Kim yang begitu menggemaskan, membuat jiwa penjahat kelamin Lucas menggila.
Kim kecil yang saat itu hanya bisa menangis dan terisak, dengan tubuh beringsut di sudut ruangan.
Melihat tatapan mengerikan Lucas membuat Kim, makin ketakutan. Apalagi remaja itu sudah melepaskan seluruh pakaiannya, yang hanya meninggalkan sebuah dalaman.
"Daddy, mommy, kakak." Hanya itu yang mampu Kim kecil ucapkan. Dia ketakutan, sangat, sangat ketakutan. Seorang anak berusia 7 tahun harus menghadapi suasana dan peristiwa ini sangat membuatnya takut. Apalagi dia melihat kebengisan remaja mengerikan itu membunuh pelayannya tepat di depan matanya.
Kim meraih benda tajam yang ia temukan di atas nakes. Kim menyembunyikan benda itu di belakang tubuhnya dalam diam. Ia akan menjadikan benda itu untuk membela dirinya. Meskipun usianya masih kecil tapi, Kim sudah diajarkan trik-trik membela diri apabila dalam bahaya yang didapatkan dari sang daddy.
Dengan tangan gemetar Kim, mengarahkan benda tajam itu, ke arah pusat tubuh Lucas remaja, disaat remaja itu berusaha menciumi tubuh lemah Kim kecil. Lucas remaja hanya bisa berteriak kesakitan saat benda masa depannya berdarah.
Kim yang melihat Lucas mengeliyat kesakitan di lantai, segera saja Kim kecil keluar dari ruangan baca dan ia juga mengunci ruangan itu. Kim kecil berlari ke kamarnya, menguncinya dan menggapai ponsel darurat yang diberikan sang mommy.
Kim kecil terloncat kaget, saat tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dengan tergesa-gesa. Kim yang mulai tenang itu kembali ketakutan. Tapi ia segera berlari ke arah pintu saat mengenali suara di balik pintu yang memanggil namanya. Kim kecil segera saja memeluk erat tubuh daddy Damian dan mommy Caroline secara bergantian dengan tangisan ketakutan.
Mulia saat itu, keluarga Lincol dan Hugo bermusuhan. Dan hubungan yang tidak pernah akur antara Carolina dan Caroline terputus, karena Damain mengirim dan melemparkan Lucas remaja ke dalam jeruji besi. Lincol pun tidak terima sang adik di pelukan tidak adil. Ia menganggap Kim, lah yang menggoda adiknya. Damian yang tidak terima putri kesayangannya di hina itu, membuat hidup keluarga Lincol hancur. Saat itulah permusuhan di mulai di tambah rasa iri dan rasa ingin menguasai, adalah jiwa serakah yang dimiliki oleh keluarga Lincol.
"Okusan," Arthur menyentuh pundak istrinya dan mengembalikan kesadaran Kim dari masa lalu terburuk yang ia alami.
"Apa kau, baik-baik saja.?"
"Hu'um."
"Apa kau yakin.?"
"Hu'um."
"Apa, kau yakin siap bertemu kembali dengannya.?" Larry menyakinkan sang adik.
"Aku siap dan yakin kakak. Aku sudah menunggu ini sejak dulu. Bukankah dia juga melakukannya kepada mommy.?" Ujar Kim dengan nada gemetar menahan sesak, saat mengingat wajah pria itu melecehkan, mommy nya dan juga anak buahnya.
Arthur tidak ingin bertanya tentang masa lalu sang istri. Ia hanya ingin tetap berada di sisi istrinya dan akan selalu melindungi istri tangguh dan cantiknya ini.
"Persiapkan dirimu." Pesan Larry kepada sang adik.
"Hm!
"Ingat kau harus tetap tenang."
"Hm."
"Jangan terlalu terpancing dengan ucapan mereka nanti. Dan kau juga harus mengendalikan perasaan mu."
"Baik, kakak."