Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 28


"Kau, yakin ingin keluar dari sini.?" jenny bertanya kepada sahabatnya itu, saat Kim selesai mengganti pakaiannya.


Kim terlihat begitu cantik dengan pakaian yang dia gunakan. Sebuah stelan T-shirt, celana panjang hitam dan kaos polos dengan warna senada. rambutnya dia tata rapi agar terlihat lebih segar.


Tidak lupa makeup tipis yang menghiasi wajah cantiknya. Kim terlihat lebih muda dari usianya yang sekarang berumur 30 tahun.


"Sangat," jawab Kim pendek.


"Kau, begitu terobsesi kepada Lotte." sela jenny dan mendelik kesal pada Kim.


Kim memperlihatkan senyum manisnya, yag bisa membuat para kaum Adam terpesona. tapi tidak dengan jenny, menurut wanita itu senyum Kim sangatlah mengerikan.


"Aku, sudah tidak sabar melihatnya." seru Kim dengan mata berbinar.


"Tidak, sabar membuat Lotte menderita." tebak jenny.


"Ingatlah, Kim. jangan ulangi perbuatan mu dan tahan emosi mu Kim, berhenti melakukan tindakan kriminal Kim. aku yakin wanita itu pasti akan terus menjebak mu. jadi berhati-hatilah karena dia tinggal di mansion sekarang." ujar jenny hati-hati.


"Oh yah,!? jadi dia tinggal di mansionku? waw, … bukankah ini sangat menarik. aku akan bermain-main dengannya setiap hari." serok Kim dengan mata berbinar.


"Ingatlah Kim, jangan berbuat macam-macam." jenny tidak henti-hentinya menasehati Kim.


"Aku, tidak tau."jawabnya acuh dan mengangkat bahunya.


"Baiklah, mari kita pergi sekarang." ajak Kim yang tidak sabar ingin, bermain-main dengan Lotte.


"Ck! dasar psikopat." cibir jenny dan menjauh dari sel itu.


"Jenny, tunggu." Kim menghentikan langkah Jenni.


"Apalagi." sungut jenny, yang di ikuti oleh asistennya Julio.


"Bebaskan, mereka." perintahnya dengan pandangan melirik kearah dua wanita yang sejak tadi menyimak obrolan Kim dan jenny.


Jenny mengerut keningnya dan menatap Kim dan dua qaniy itu bergantian.


"Aku, ingin kau membebaskan mereka, dan membawa mereka ke mansion. mulai sekarang mereka yang akan melayani ku." perintah Kim.


Jenny menatap kedua wanita itu secara bergantian dan dia hanya bisa pasra atas perintah sahabatnya.


"Kau, percaya pada mereka.?" tanya jenny, untuk menyakinkan ucapan Kim.


"Hm, dan aku ingin hari ini mereka bebas." perintahnya lagi.


Jenny hanya mengangguk lemah dan memberikan kode kepada Julia alias Julio.


"Sekarang, ayo kita keluar." ajak jenny, dan lebih dulu keluar dari tahanan.


"Baiklah, kawan aku duluan. nanti setelah kalian keluar dari sini, langsung saja ke mansion dan bantu aku bersenang-senang dengan wanita itu. apa kalian mengerti.?" Kim berpamitan dengan kedua temannya itu.


"Terimakasih, nona Kim. aku berjanji akan selalu setia padamu dan aku akan membantumu." Lusi memeluk Kim dan mulai menitikkan air matanya.


Sedangkan Laura hanya terdiam dan mengangkukkan kepalanya saat Kim kembali berpamitan.


"Baiklah, aku pergi dulu. sampai jumpa di mansion."


Setelah berpamitan Kim pun keluar dari sel tahanan di waktu malam hari. dia memilih keluar malam Karena terlalu malas menghadapi para wartawan.


Meskipun dia juga harus menghadapi serangan tiba-tiba para paparazi.


Kim berjalan keluar dari tahanan dan dia sedikit membungkuk saat akan kelaur dari pintu kecil tahanan itu.


Kim berdiri didepan pintu tahanan itu, dia lalu memejamkan sejenak matanya dan menghirup udara yang begitu segar.


semilir angin menghembus mengenai wajah cantik Kim, yang sedang berdiri di bawah lampu terang.


Wajah Kim begitu terlihat sangat cantik dan ditambah senyum manisnya, membuat pria yang sejak tadi menunggunya menatapnya penuh kagum dan cinta.


"Sayang."