Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 123


Setelah menempuh perjalanan udara selama 10 jam 48 menit. Kini pesawat pribadi Arthur sudah mendarat di bandara udara Charles de Gaulle kota Paris.


Arthur dan Kim berjalan keluar dari area bandara dengan tangan yang bertautan. Sementara di belakang mereka ada pasangan yang terkenal empat mata mereka yang saling bersungut-sungut. Mereka seperti kucing dan anjing.


Si Natan yang usil dan mesum. Sedangkan Jenny yang polos tapi terlihat arogan imut.


Natan tak hentinya memamerkan senyum penuh pesonanya saat berjalan di lobby bandara. Saat ini dirinya sedang mode tebar pesona dengan kacamata hitam yang membingkai wajah rupawan pria mesum itu.


Jenny hanya mendelik dan mencebikkan bibir mungil yang sudah tidak original lagi, setelah Casanova culun mesum itu mencurinya dengan akal mesumnya.


Arthur tak melepaskan genggaman tangannya dari tangan sang istri. Tangan yang lainnya ia gunakan untuk membawa tas mewah milik istri cantiknya. (Oh suami yang sweet banget.)


"Hay …" sapa Natan pada seorang wanita yang sedang menunggu jemputan.


"Jaga sikapmu, Casanova culun.!" Bisik Jenny.


"Kau cemburu, sayang." Sahut Natan dengan senyum mesum andalannya.


"Cih! Dalam mimpimu." Balas Jenny sengit.


"Kalau begitu aku akan memimpikanmu dalam kendali ku.!" Sahut Natan lagi, jangan lupa senyum miring mesumnya.


"Dasar pria mesum culun sialan.!" Pekik Jenny.


"Hey! Bisakah kalian diam.!" Hardik Arthur jengah, melihat dua manusia bermata empat di belakangnya.


"Nona Kim.!" Pekik seorang gadis imut dan manis menghampiri mereka, dan juga Julia yang sedang berjalan berlenggang di belakang Lusiana.


"Nona Kim. Aku merindukan mu.! Pekik Lusi dan segera memeluk Kim.


"Hay, … Lusi. Bagaimana kabarmu.!" Tanya Kim dan membalas pelukan dan ciuman Lusi di pipinya secara bergantian.


"Baik, Sangat baik." Jawab Lusi dengan wajah cerianya.


Lusi mengalihkan tatapan pada pria tinggi menjulang di depannya di samping Kim. Lusi mendongak sedikit agar bisa menilai wajah tampan yang memiliki mata sipit itu. Kim tersenyum melihat wajah bingung, sahabat barunya itu. Ia lalu memperkenalkan suaminya pada Lusi.


"Sayang kenalkan dia Lusi teman baikku." Seru Kim pada suaminya yang sibuk dengan benda pipinya miliknya. Arthur menatap Lusi di gadis imut dan manis itu dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan gadis imut di depannya yang hanya terdiam dengar tatapan kagum pada dirinya.


"Arthur. Suami Kim." Sapa Arthur ramah.


Lusi tersentak dan Deng segera menerima uluran tangan Arthur.


"L-lusi tuan.!" Balas Lusi gugup.


"Ck! Dasar labil." Ketus Julia.


"Kau, cemburu tuan.?" Tanya Lusi antusias.


"Cih! Dalam mimpimu." Celetuk Julia sinis.


"Semoga kau memimpikan aku. Julio sayang." Balas Lusi. Lalu menghampiri pria melambai itu.


"Kenapa aku mendekat padaku. Sana, sana.!" Ketus Julia dan mengusir gadis itu agar menjauhinya.


"Apa dia kekasihmu, Julio.?" Natan yang sempat terpesona oleh keimutan dan kemanisan Lusi, harus menelan kekecewaan saat melihat interaksi Lusi dan Julio.


"Iya!


"Bukan.!


Lusi dan Julio bersamaan menjawab pertanyaannya Natan.


"Oh Tuhan. Kita selalu kompak, itu tandanya kita berjodoh tuan.!" Heboh Lusi dan mengapit lengan kekar Julio.


"Lepaskan dan jaga sikap mu.!


"Ingat kau model di models Paris Hugo. Jadi jaga sikap bar-bar mu itu.!"


Lusi hanya terdiam dengan wajah sedih mendengar semprotan Julio. Ia sudah terbiasa mendengar omelan Julio dan ia akan terdiam.


"Hey. Kau terlalu berlebihan kepada gadis imut dan manis ini, dude.!? Sela Nathan.


"Ini urusan pekerjaan, tampan.! Sahut Julio genit.


"Jaga mata mu,!" Hardik Nathan.


"Kau.! Kini Lusi menghadap dan menunjuk wajah Nathan yang menampilkan senyum menawannya.


"Kau menunjukku nona imut.!


"Jadi kau yang sudah membuat Julio ku menolak cintaku.!? Ujar Lusi sambil menunjuk dan menatap Nathan musuh.


"What! Pekik Natan.


"Dasar perusak hubungan orang.!" Sinis Lusi dengan wajah yang terlihat imut.


Nathan hanya bisa melongo dengan mulut terbuka, mendengar tuduhan Lusi kepadanya. Tiba-tiba pesona Casanova nya menciut.


Kim, Arthur dan Jenny terkikik melihat wajah masam Natan. Yang tadinya begitu percaya diri tebar pesona kini harus menciut dengan tuduhan Lusi.


"Ayo.! Ajak Arthur saat sebuah mobil mewah berhenti di depan mereka yang sedang berdiri di luar lobby bandara.


Natan dan Lusi kini saling menatap sengit. Bagaikan seorang istri sah dan seorang selir dengan Julio di tengah-tengah mereka.


Julio sengaja merangkul lengan Natan dan tersenyum kepada Lusi.


"Lepaskan.! Sentak Natan.


"Hei pria culun jelek. Jangan kasar kepada kekasih ku.!


"What. Aku jelek.?! Pekik Natan sambil menunjuk hidung mancungnya.


"Hey, Lusi. Kau jangan sembarang bicara."


"Jadi kau lebih memilih dia daripada aku.?!


"Dia tampan bukan.?


"Hei. Asal kau tau punyaku lebih nikmat dari pada punya dia ….!! Ujar Lusi dengan polosnya sambil menunjuk kembali wajah melongo Natan.


"Glek."


"Glek."


Nathan dan Julio sama-sama menelan ludahnya saat mendengar ucapan absurd Lusi. Jenny yang berada di depan hanya bisa terkikik geli atas drama cinta segitiga antara Natan, Lusi dan Julio.


Kalau kalian mengira, Natan dan Julio akan memperebutkan cinta Lusi maka kalian salah besar. Di sini drama mereka adalah memperebutkan cinta Julio. Si pria setengah masak.


"Apa kau ingin mencobanya.?! Tantang Lusi berapi-api.


Yang lagi-lagi membuat Julio dan Nathan melongo.


"M-mencoba a-apa.?" Tanya Nathan gugup. Tiba-tiba jiwa Casanova nya dan jiwa keponya meronta-ronta.


"Menco, …." Perkataan Lusi terhenti saat tangan kekar Julio membekap mulutnya.


"Diamlah. Apa kau mengerti.? Perintah Julio.


Lusi hanya bisa mengangguk patuh. Julio melepaskan tangannya dari mulut Lusi. Pria melambai itu pun kembali duduk tenang di tempatnya. Julio yang tiba-tiba menoleh dan tanpa sengaja, bibir Julio dan Nathan bertabrakan di saat Nathan juga menoleh ke arahnya. Mata mereka membola dan mereka tertegun.


"Akhhh, dasar pria pengganggu.


"Owek!


"Hahaha."


"Oh akhirnya.!"


*


*


*


"Dia sudah kembali.? Nyonya Carol yang sedang menyesap minuman hijaunya bertanya pada orang suruhannya untuk memantau keadaan di mansion Kim.


"Iya nyonya.!"


"Hm. Awasi terus wanita itu.!" Perintah nyonya Carol.


"Baik, nyonya."


"Apa dia sendiri.?"


"Tidak, nyonya. Dia bersama suaminya."


"Suami? Dia sudah menikah.?


"Iya, nyonya. Dia menikah dengan putra nyonya Gabriela.!"


"Oh yah.?"


"Iya, nyonya."


"Jadi, Gabriela menepati janjinya ternyata. Kasian nasib putri ku, dia harus kembali terluka karena anak sialan itu."


"Apa rencana anda, nyonya.?


"Aku ingin bertemu anak itu dulu.!"


"Baik, nyonya."


"Pergilah dan awasi terus dia.!"


"Siap, nyonya."


Nyonya Carol tersenyum licik saat menemukan rencana untuk memberi pelajaran pada keponakannya itu. Dia akan membalas berlipat-lipat atas apa yang dilakukan Kim pada putrinya, yang masih terpuruk dan mengurung diri di dalam kabar. Putrinya bahkan terkenal gangguan mental, akibat obsesi gilanya sendiri. Ia akan berbicara sendiri dan tertawa dan histeris sendiri. Nyonya Carol bahkan terpaksa mengurung anaknya di dalam kamar.


Nyonya Carol juga mengikat kedua tangan dan kaki Clara. Dia hanya takut putrinya akan kembali melukai dirinya sendiri. Oleh sebab itu nyonya Carol mengurung anaknya di kamar kosong.


"Sabarlah nak. Mommy janji akan mengabulkan impianmu menikah dengan Arthur Cedrik Kato."