Istri Tangguh Rasa Pelakor

Istri Tangguh Rasa Pelakor
bab 58


"Percaya padaku pak, bukan aku yang melakukannya, tapi perempuan psikopat itu." Lotte berusaha menyakinkan para petugas yang ada di hadapannya, sudah dua jam lamanya dia berada di ruangan itu, tengkorokannya pun sudah kering, akibat kebanyak teriak dan memekik saat di mintai keterangan.


Lotte yang kehausan, hanya bisa membasahi tenggorokannya dengan air ludahnya, karena para polisi dengan tubuh tinggi besar itu, tidak memberikan Lotte minum sedikitpun, meskipun Lotte beberapa kali sengaja terbatuk-batuk, agar mereka mengerti. tapi Lotte harus kecewa saat tidak satupun yang peka atau memang mereka sengaja.


"Tapi, bukti telah memberatkan anda, nona Lotte." ujar polisi yang sedang berdiri.


"Sidik jari anda terdapat di benda ini." sambung pak polisi itu lagi yang bernama Gerald, dan memperlihatkan bukti berupa benda tajam dengan ukuran kecil.


"suster itu, mengatakan kalau benda ini berada di tangan anda dengan berlumuran darah, dan juga hanya anda, bersama tuan Malvin di ruang itu." ungkap pak Gerald.


"Tapi, bukan aku pak, aku tidak melakukan apa-apa. dan aku juga korban dari perempuan itu." elak Lotte dan masih dengan wajah memohon.


"tapi kami terpaksa harus menahan anda, atas tuduhan penganiayaan dan pembunuh berencana." Pak Gerald memberikan kode, pada anak buahnya untuk membawa Lotte kedalam tahan.


"Tidak, pak. aku tidak akan mau dan tidak sudih tidur di dalam ruangan pengap dan kotor itu." tolak Lotte saat dipaksa untuk berjalan ke sel tahanan.


"Lepaskan. aku tidak akan mau ikut kalian. dan aku tidak bersalah," akhk, Kim ini semua karenamu." teriak Lotte dan menolak di bawah ke sel tahan wanita.


*


*


*


"Akh." sentak Lotte saat di hempaskan kedalam sel tahanan yang begitu sempit, pengap, dan kurang cahaya.


"Tidak, aku tidak mau disini, … tidak, ini bukan tempatku, ini terlalu buruk dan kotor." Lotte memperlihatkan sel tempatnya sekarang.


Lotte, menatap sel itu dengan tatapan jijik dan tiba-tiba perutnya menjadi mual.


"Aku, tidak akan bisa tinggal disini. ini terlalu kotar dan bawa," Wek." gumam Lotte dengan nada jijik.


"Tidak, … aku tidak mau disini." racau Lotte.


"Buka, … aku tidak mau di tempat menjijikkan seperti ini."


"Hei, … kau dengar aku."


"Buka, kataku."


Lotte berteriak nyaring di dalam kawasan sel wanita itu, dengan memukul-mukul besi kurungan sel tahanan itu. teriakan Lotte membuat para tahanan lain di sana merasa terganggu.


"Hei, … kau diamlah." hardik tajam lain.


"Apa, hah. aku hanya ingin keluar dari tempat kotor dan busuk ini dan aku tidak akan mau berbagi udara dengan manusia-manusia sampah seperti kalian." maki Lotte sombong. dia melupakan kalau dirinya berada di mana,dan perkataannya menyelut emosi para tahanan lain.


"Dasar, wanita sombong." pekik tahanan yang ada di sampingnya.


"Apa, kau lupa kalau kau juga sampah." sindir yang lainnya.


"Kalian yang sampah." pekik Lotte, yang tidak terima di katai sampah.


"Kau. wanita sombong, ayo kita beri dia pelajaran buat wanita sombong tidak tau diri ini." ujar yang lainnya. dan mereka pun mengambil air cuci tangan mereka dan menyiramkannya kearah sel Lotte.


Lotte yang tidak siap itupun, harus mandi dengan air kotor sisa cuci tangan para tahanan yang ada di kelas bawah itu.


"Akhh."


"Air, apa ini, … kenapa bau sekali." pekik Lotte kembali.


"Kalian dasar sampah." hina Lotte.


Lotte pun menjauh dari besi sel itu dan mendudukkan dirinya di ranjang yang sudah Reyok.


"Aku, tidak akan membiarkan mu menang, Kimberly." lirih Lotte dengan nada yang menyedihkan dan juga nada geraman.