
"Jaga, ucapan anda nona, Kimberly." Sela Austin asisten Keanu.
Kim, memutuskan tatapan tajamnya pada Keanu yang juga menyorotinya dengan tajam.
Kim membalikkan badannya sehingga memunggungi Keanu.
"Why." Cibir Kim.
"Bukankah, dia memang pria brengsek yang tidak memiliki etika dan moral. Aku rasa tuanmu ini, perlu pendidikan tambahan atau pengobatan khusus mungkin." Sarkas nya sinis pada Keanu dan Austin.
"Nona." Hardik Austin.
Keanu hanya bisa menahan nafasnya yang tiba-tiba sesak di dada, saat mendengar semua hinaan yang keluar dari mulut wanita yang di kaguminya ini.
"Jadi, sebutan apa yang paling tepat buat tuan mu ini kalau bukan pria brengsek. Apakah aku harus mengatainya binatang? Tapi maaf aku masih memiliki sedikit rasa hormat, meskipun memang kelakuan tuanmu ini seperti binatang tidak tau malu. Sengit Kim dengan perkataan tajam dan pedasnya.
Jenny hanya bisa terpaku di tempatnya dengan tubuhnya yang mulai lemas itu. Sementara Keanu dadanya mulai naik-turun dengan sangat cepat, hidung mancing sudah kembang kembis, dengan wajah yang bertambah merah.
Austin hanya bisa terdiam, tiba-tiba lidahnya menjadi kelu.
"Jadi tuan-tuan yang penuh kekayaan dan kekuasaan silakan tinggalkan tempat saya, anda tau di mana Anda harus keluar tuan kea,-" perkataan Kim terhenti saat ia menoleh kepalanya dan dengan tiba-tiba Keanu menyambar bibirnya dan menyesapnya kasar.
Semua orang yang ada disana terkejut termaksud Kim yang tidak sempat menghindar.
Lama Keanu merasakan bibir Kim dan bahkan dia tersenyum puas, tapi senyumannya itu tiba-tiba berubah teriakan kesakitan saat Kim dengan gesit menendang burung unta Keanu dengan lututnya dengan begitu kuat dan bukan itu saja Kim juga memberi pukulan di rahang tegas Keanu dan juga hidung tinggi menjulang pria Arab Eropa itu.
"Akhhh." Teriak Keanu kesakitan luar biasa sambil memegang burung unta miliknya, dan Kembali berteriak saat Kim memberi bonus pukulan di kedua rahang dan terakhir di hidungnya.
Keanu luruh kelantai sambil masih memegang burung untanya yang begitu sakit. Dan wajahnya kini sudah babak belur dengan darah yang keluar dari hidung.
"Tuan."
"Kim."
Pekik Austin dan jenny bersama dan cepat menghampiri Kim dan Keanu.
"Kim, hentikan," cegah jenny cepat saat wanita itu kembali ingin melayangkan kakinya di mulut Keanu.
"Lepaskan." bentak Kim.
"Kim, tenanglah." Ujar jenny yang berusaha menjauhkan Kim dari Keanu yang sudah tidak sadarkan diri.
"CEPAT, BAWA DIA KELUAR BODOH." Hardik jenny pada Austin.
"CEPAT.!!! Teriak jenny, saat Austin hanya diam menatap kearah mereka tajam.
"PAMAN ROBERT.! Teriak jenny menggema di seluruh lantai paling atas itu. Membuat para karyawan penasaran dan mendekati ruang nona mereka.
"APA YANG KALIAN LIHAT BANTU DIA,!" Bentak jenny pada karyawa yang berada di luar ruangan.
Sedangkan Kim masih dengan amarahnya, dia masih ingin memberi pelajaran pada pria Bajin itu, yang sudah berani menyentuhnya. Ingin sekali Kim memantahkan leher Keanu.
"LEPASKAN SIALAN." Bentak Kim.
"Tenanglah Kim, tenang. Kendalikan dirimu." Ujar jenny mencoba menenangkan Kim.
"Tidak. Aku harus menghabisi pria itu." Teriak Kim.
"TENANGLAH KIMBERLY." Hardiknya dan masih memangi Kim dia takut Kim akan melakukan hal gila lagi kalau terus seperti ini.
"Maaf aku Kim." Bisiknya dan langsung memukul tengkuk Kim dan wanita itupun tak sadarkan diri.
"Bantu aku." Perintahnya pada karyawan wanita yang berada di luar ruangan.
"Pergilah dan jangan datang lagi kesini," usianya pada asisten Keanu.
"Kami akan menuntut kalian dan kami akan membuat perhitungan pada kalian swmua atas perlakuan dan hinaan nona kalian." Ancam Austin.
"Pergilah dan aku tunggu tantangan mu." Balas jenny berani.
"Dasar, wanita gila." Maki Austin.
"Bos kamu yang brengsek sialan." Maki balik jenny.
Keanu kini sudah di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan secepatnya. Entah apa yang terjadi dengan burung onta Keanu dan rahang kebanggaannya, mungkin hidung tinggi menjulangnya patah.