Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
season 2_Menggoda Sang Duke


Setelah selesai, Duke Rachid pamit undur diri. Ia merasa lega, karna segala persiapan untuk Putri Maya ia turun tangan sendiri. Hanya ada senyuman kecil di bibirnya, tapi senyuman kecil itu berhenti ketika melihat seseorang di depan pintu tersenyum ke arahnya.


"Yang Mulia.."


"Apa persiapan untuk Putri Maya telah selesai ?" tanya Kaisar Alex tersenyum menyeringai, setelah melihat perhatian Duke Rachid, Kaisar Alex telah memiliki rencana untuk menggoda teman sebaya itu.


"Em, i iya Yang Mulia." Duke Rachid di buat gugup oleh pertanyaan Kaisar Alex yang tak mendasar bagi dirinya.


"Oh, ayolah jangan gugup Duke, Aku ini adalah calon mertua mu. Ah, iya masih calon. Belum tentu jadi." ucap Kaisar Alex terkekeh, hatinya tertawa riang melihat wajah Duke Rachid yang berubah murung.


"Ah, aku jadi khawatir saat Putri Maya di Kekaisaran Emerald. Aku dengan di sana para Putra bangsawan banyak yang tampan dan pintar. Aku jadi takut Putri Maya lupa dengan mu." sambung Kaisar Alex tanpa rasa berdosa.


"Oh, baiklah Aku harus pergi melihat persiapan Putri Viola dan terimakasih telah menyiapkan semua keperluan Putri Maya."


Kaisar Alex pun berlalu pergi di iringi kegembiraan, kali ini dirinya puas mengerjai Duke Rachid. Bahkan seumur hidupnya, ia tidak pernah usil dengan Duke Rachid.


Sementara Duke Rachid hanya menahan amarahnya, ia berfikir Putri Maya tidak mungkin mengingkari janjinya, tapi permasalahannya adalah teman kecil yang berubah cinta saat dewasa. Duke Rachid menggelengkan kepalanya, Tidak mungkin batinnya.


Di lain tempat.


Kaisar Alex telah sampai di kamar Putri Viola, ia bersenandung kecil dan duduk di sofa berwarna pink itu.


"Apa sudah selesai mengerjainya?" tanya Anastasya. Ia sudah tau rencana Kaisar Alex saat mereka melihat kejadian tadi. Semenjak itu lah Kaisar Alex selalu tertawa kecil dan memilih berpura-pura melihat persiapan Putri Maya.


Ha ha ha


"Permaisuri, kau tau. Aku puas melihat wajahnya yang di penuhi amarah." ucap Kaisar Alex tertawa lepas seraya memegangi perutnya, "Suruh siapa dia membuat Ku malu."


"Hemz, Yang Mulia.."


"Ayah Aku tidak suka dengan Duke Rachid?"


"Memangnya kenapa Putri Ku?" tanya Kaisar Alex yang menghentikan tertawanya.


"Jika Aku bermain dengan Putri Maya, selalu ada saja omelan Duke Rachid, itu lah, ini lah. Membuat Aku jengkel saja." dengus Putri Maya seraya melipatkan kedua tangan di dadanya, lalu ia duduk di tepi ranjangnya itu.


"Bagus, bagus aku mendukung mu."


"Yang Mulia.."


Pekik Anastasya menatap tajam Kaisar Alex.


Ha ha ha


Anastasya pun berlalu pergi di ikuti Kaisar Alex yang masih terkekeh kecil.


Setelah kepergian Anastasya dan Kaisar Alex, Putri Viola duduk di tepi ranjangnya seraya menatap Mery.


"Mery bagaimana dengan Kekaisaran Emerald?"


"Maksud Putri Viola," Mery menatap Putri Viola dengan wajah kebingungan.


"Maksud Ku, apa di Kekaisaran Emerald punya seorang Putra atau Putri lainnya? Apa lagi kan baru sekarang kita di undang." jelas Putri Viola.


Mery diam, ia memikirkan perkataan Putri Viola. Sebenarnya ia sudah tau dari dulu mengenai Kutukan itu, mungkin sekarang semua Kekaisaran Emerald sudah tau.


"Kekaisaran Emerald sebenarnya memiliki seorang Putra, namanya Pangeran Abigail,"


Deg


Saat menyebut nama Pangeran Abigail, Putri Viola merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat.


"Aneh," Putri Viola memegang dadanya.


"Ada apa Putri?" tanya Mery khawatir.


"Tidak ada aku hanya merasakan jantung Ku berdetak lebih cepat, saat kau menyebutkan Pangeran Abigail, ya sudah lanjutkan perkataan Mu."


"Pangeran Abigail memiliki kutukan Putri, hamba juga tau dari Permaisuri. Sebenarnya Pangeran itu hanya menanggung kesalahan dari Kaisar Emerald. Awalnya Kaisar Emerald bersekutu dengan Iblis. " Pelayan Mery menjeda, ia tidak mungkin mengatakan semuanya, ia takut Putri Viola membenci Kaisar Emerald. Apalagi sekarang sudah berdamai.


"Oh begitu ya kasian sekali, baiklah Aku ingin beristirahat. Lagi pula ini sudah malam." Putri Viola melihat ke arah luar jendela, bulan purnama telah memperlihatkan cahayanya. "Nanti kamu antarkan makan malam kesini, aku lelah,"


"Baik Putri," ucap Mery.


Putri Viola pun berdiri di balkom kamarnya, rambutnya yang bergerai, ia biarkan rambut itu terbawa angin. Entah mengapa hatinya merasakan sesuatu yang aneh. Ia hanya termenung melihat sinar sang bulan.


Disisi lain..


Seorang laki-laki juga ikut termenung di balkon kamarnya, ia merasakan hembusan angin malam. Hatinya yang begitu penasaran ia menanyakan tentang Kekaisaran Matahari, hingga ia tau kisah dan perjalanan Kaisar Emerald awal bermusuhan dengan Kekaisaran Matahari dan sekarang sudah mencapai kedamain. Saat Kaisar Emerald menyebutkan nama Putri Viola ada rasa hangat menjalar di hatinya.


"Putri Viola." ucapnya pelan dan tersenyum, ia memejamkan matanya tak terasa sang angin menyampaikan sapa nya. Dan membuat Putri Viola merasakan ada yang memanggilnya. Putri Viola tak ambil pusing, ia lantas menuju ke tempat tidurnya dan memejamkan matanya.