Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 76_akan berbuat adil


Setelah berkelut dengan pemikirannya sepanjang hari. Tak disangka malam telah larut, ia melihat ke arah sang bulan. Pikirannya masih melayang entah kemana, tapi dia yakin dengan begitu Anastasya tidak akan merasakan kehilangan Pangeran Gabriel, begitu pun sebaliknya. Tidak pernah bisa di lupakan jika mereka sering bermain bersama dan bercanda tawa bersama. Hingga dewasa memiliki pemikiran dan pendapat berbeda membuat mereka terasa seperti orang asing. Di lain pihak ada yang mendukung Pangeran Gabriel dan di lain pihak ada yang mendukungnya. Jika di tanya benci dengan perebutan itu, maka jawabannya adalah iya, karna dirinya hanya memiliki satu saudara dan satu keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal.


"Yang Mulia," sapa Ketua istana.


"Lakukan sekarang, aku sudah siap."


Ketua itu menatap nanar ke arah punggung Kaisar Alex, "Yang Mulia .."


Kaisar Alex berbalik dan menatap tajam ke arahnya.


"Lakukan," perintahnya..


Ketua itu pun hanya pasrah dan melakukan sesuai keinginan Kaisar Alex. Kaisar Alex membaringkan tubuhnya di kasur empuknya itu. Segera ia merapalkan mantra di bantu oleh Ketua dan Ketua itu langsung menekan dada Kaisar Alex dengan jari telunjuknya. Cahaya yang mampu menyilaukan mata telah keluar dari tubuh Kaisar Alex. Di samping tubuh Kaisar Alex terlihat seorang laki-laki dengan tubuh yang mirip dengan Kaisar Alex serta baju yang sama yang di pakai Kaisar Alex.


Laki-laki itu membuka matanya, mengedarkan ke seluruh penjuru kamar itu. Ia menoleh melihat seorang paruh baya dengan jubah hitam, tak jauh dari matanya. Ia melihat seorang laki-laki memakai topeng memejamkan mata.


Laki-laki itu beranjak duduk, "Yang Mulia." serunya. Kini Kaisar Alex sudah berwajah pucat pasi.


Sementara tak jauh di sana, terlihat seorang wanita dengan tubuh gemetar antara sedih dan senang.


Sedih ketika melihat suami yang ia cintai terbaring lemah. Senang ketika melihat suami yang menyayanginya dulu telah kembali.


"Yang Mulia.." panggil Anastasya seraya berlari kecil menuju ranjang Kaisar Alex. Sedari tadi dirinya berdiam diri di kamar di iringi rasa khawatir. Berharap Kaisar Alex akan menemuinya. Namun rasa Khawatir itu semakin menjadi, saat yang di tunggu-tunggu tak terlihat. Ia pun berniat mencari Kaisar Alex di ruang rahasia, tapi sesampainya di sana ia harus menemukan pemandangan yang mengharukan..


"Permaisuri," ucap mereka serempak begitu terkejut.


"Kenapa kalian diam, cepat bawa Yang Mulia ke kamarnya." ucap Anastasya membentak. Air matanya telah jatuh. Hatinya merasakan sakit melihat Kaisar Alex dengan tubuh lemah.


Pangeran Gabriel dan Ketua istana langsung membopong tubuh Kaisar Alex keluar dari ruang rahasia. Setelahnya mereka membaringkan tubuh Kaisar Alex dengan hati-hati.


"Mery, ce.."


"Tunggu Permaisuri. Maaf, Yang Mulia tidak bisa di sembuhkan dengan obat saja. Dia harus memperoleh energi dengan menyerap kekuatan sebuah simbol.


"Aku memilikinya, bagaimana caranya?" tanya Permaisuri Anastasya.


Anastasya mengikuti sesuai arahan Ketua istana, ia hanya menekan pelan simbol itu. Sementara urat-urat dan darah di tubuhnya semakin ingin ikut ke arah simbol yang sudah memancarkan cahaya ke emasan.


Setelah hampir 15 menit.


Ketua istana sudah merasakan cukup. Ia menyuruh Anastasya menghentikannya. Lalu membaringkan tubuh Kaisar Alex kembali.


Kini mata Kaisar Alex terbuka, yang ia pertama kali lihat wajah Anastasya yang berdiri di sampingnya. Kaisar Alex melihat ke kanan, ada Pangeran Gabriel dan Ketua istana dengan wajah terharu dan senang melihat ke arahnya.


"Baiklah hamba akan menemui Yang Mulia sebentar lagi. Pasti Permaisuri dan Yang Mulia butuh waktu untuk berdua." ucap Pangeran Gabriel menunduk hormat di ikuti Ketua istana. Setelah sampai di luar kamar Kaisar Alex, Pangeran Gabriel menujunke kamarnya dengan langkah gontai. Bahkan saat keluar dari kamar Kaisar Alex, Pangeran Gabriel telah di hujami begitu banyak pertanyaan oleh Sean, Hector dan Isak.


Pangeran Gabriel merasa sedih, ia takut Anastasya akan membencinya setelah mengetahui Kaisar Alex berkorban nyawa untuk membangkitkan dirinya.


Dirinya juga merasakan cinta Permaisuri Anastasya yang begitu besar pada Kaisar Alex. Saat Anastasya memeluk Kaisar Alex begitu lembut, ia juga merasakan kelembutan itu.


Sementara Anastasya mengusap lembut pipi Kaisar Alex. "Kenapa Yang Mulia melakukannya?"


"Aku hanya ingin berbuat adil pada diriku sendiri. Aku tau Permaisuri akan marah pada Pangeran Gabriel, tapi ini tulus kemauan ku sendiri. Maaf, maaf aku telah membuat mu khawatir." ucap Kaisar Alex menundukkan wajahnya.


Anastasya menghela nafas, "Hamba tidak menyalahkannya Yang Mulia. Jujur saja, hamba ingin sekali memarahi Yang Mulia saat ini. Tapi melihat mata Yang Mulia, hamba tidak tega."


"Terimakasih Permaisuri. Bolehkah malam ini kita tidur bersama." ucap Kaisar Alex mendonggakkan wajahnya.


Anastasya tersenyum mengangguk, Kaisar Alex menepikan tubuhnya, memberikan tempat bagi Anastasya.


Sedangkan Anastasya langsung naik ke ranjang Kaisar Alex. Dengan segera Kaisar Alex menenggelamkan kepalanya di dada Anastasya. Merasakan kehangatan kedua benda kenyal itu serta tubuh yang di peluk.


"Permaisuri,"


"Tidurlah hamba tau Yang Mulia ingin mengatakan apa. Hamba akan berbuat adil untuk Yang Mulia dan Pangeran Gabriel." ucap Permaisuri Anastasya seraya mengelus kepala Kaisar Alex.


"Terimakasih Permaisuri," ucapnya merasakan senang di ulu hatinya.


Aku tidak menyangka, aku masuk ke dalam dunia novel ini dan memiliki dua orang suami. Hah, apa ini memang kehidupan Elisha setelah Pangeran Gabriel dan Kaisar Alex bersatu, tapi sekarang semua ceritanya telah berbelok. Aku akan menerima keduanya sebagai suamiku. Mungkin ini memang takdirku, sekaligus bonus hidup ku.