Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 3 : Hilda ingin menemui Putri Maya.


Brak


Pintu bercat putih itu terbuka lebar, memperlihatkan seorang laki-laki berwajah tegas dan dingin. Serta tubuhnya basah kuyup. Matanya tajam menatap lurus kedepan.


Sedangkan wanita yang sedari tadi menunggunya pulang, ia pun menghampirinya, ia khawatir saat tau pamannya pergi keluar tanpa memberitaukannya.


"Paman kenapa bisa begini?" wanita itu memegang kedua pipi Duke Rachid, ia menatap khawatir.


"Kalian cepat ambilkan handuk dan siapkan air hangat untuk paman." perintahnya.


Duke Rachid mengabaikan Hilda, ia menuju ke ruang kerjanya. Sesampainya disana, amarah yang tadi hanya di pendam ia tumpaskan dengan membuang semua berkas-berkas yang ada di atas meja.


"Pa, paman." Hilda menutup kedua mulutnya, matanya berkaca-kaca. Ia tidak tau apa yang terjadi, tapi ia bisa merasakan kesedihan di hati pamannya.


Hilda melangkah kan kakinya menuju ke arah sang paman, namun langkahnya berhenti ketika sang paman menatap tajam ke arahnya.


"Berhenti di sana Hilda, biarkan aku sendiri." ucapnya dingin.


"Paman jangan seperti ini, mari kita bicarakan baik-baik. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Paman?" tanya Hilda.


"Aku ingin sendiri Hilda, keluarlah !"


"Paman." Hilda mencoba untuk membujuk Duke Rachid, ia tidak ingin amarah menguasai tubuhnya. Ia takut akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Keluar Hilda," bentak Duke Rachid dengan suara meninggi.


Hilda tersentak, dengan hati yang takut. Ia meninggalkan Duke Rachid sendiri. Tapi dirinya akan terus berjaga-jaga, bisa saja Duke Rachid akan membutuhkannya.


Pengawal itu pun menunduk, ia harus menceritakannya. Mungkin saja Hilda bisa membantu Duke Rachid dan Putri Maya berbaikan kembali.


"Tadi Duke melihat Putri Maya bersama seorang laki-laki. Hamba tidak tau apa yang menjadi pertengkaran mereka sebelumnya, tapi akhir-akhir ini, Putri Maya menjaga jarak dengan Duke." tuturnya, sejak kejadian dimana pesta itu, ada rasa sesuatu yang aneh pada diri Putri Maya, saat itu ia juga melihat Putri Maya mengindari ciuman kening Duke Rachid.


Hilda mengangguk, sepertinya dirinya juga harus ikut turun tangan sendiri. Menanyakan pada pamannya, sama saja bertanya pada patung. Pamannya tidak akan menceritakan apa pun, karna memang sifatnya yang selalu memendam sendiri jika ada masalah.


Hilda duduk termenung di kamarnya, benar dirinya menginginkan Duke Rachid, ingin melepaskannya ia tidak bisa, memilikinya hanyalah sebatas angan-angan. Tapi ia akan berusaha membuat Duke Rachid nyaman dengan dirinya. Sepanjang malam Hilda memikirkan apa yang ia harus lakukan, apa dia harus bertemu dengan Permaisuri Anastasya? tapi dirinya merasa canggung. Mungkin satu-satunya jalan ia harus bertemu dengan Putri Maya.


"Eve, apa Paman sudah keluar?" tanya Hilda melihat ke arah pelayan setianya.


"Belum Nona, sepertinya Duke mengurung diri." jawabnya.


Hilda menggigit bibir bawahnya, ia sudah yakin untuk menemui Putri Maya. Besok ia akan bersiap-siap menuju ke Akademik.


"Eve siapkan semua keperluan ku, besok pagi aku ingin ke Akademik." perintahnya.


Pelayan Eve terkejut, "Untuk apa Nona akan datang ke Akademik? apa Nona ingin menemui Putri Maya? seharusnya ini adalah kesempatan untuk Nona mendekati Duke." Ujarnya, ia mendukung Hilda dengan Duke Rachid, karna ia tau dari dulu, jika majikannya menyukai sang Duke.


"Jangan ikut campur urusan ku Eve, apa sekarang kamu sudah berani ikut campur urusan ku? apa aku perlu memecat mu?" Hilda menatap dingin ke arah pelayan Eve.


"Ini adalah kesempatan untuk Nona." lirihnya menunduk ketakutan, ia tidak ingin di pecat oleh majikannya. Apalagi dirinya sudah menyayangi sang majikan.


"Aku memang mencintai Duke, tapi aku tidak ingin berbuat curang." bentaknya. "Sekarang pergilah, jangan memancing emosi ku." ucap Hilda mendatarkan suaranya.


Pelayan Eve bergegas mempersiapkan kebutuhan besok, mulai dari pakaian dan obat serta keperluan lainnya. Mungkin saja esok hari majikannya akan mampir ke penginapan untuk istirahat. Karna yang di butuhkan waktu sampai ke Asrama 5 jam.